Skip to content
  Wednesday 26 August 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

XI JINPING: Dari Liangjiahe ke Pusat Kekuasaan China

August 26, 2026 Profile, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

XI JINPING: Dari Liangjiahe ke Pusat Kekuasaan China

Perjalanan panjang pria yang mengubah wajah China modern ke percaturan dunia.

Pada usia 15 tahun, Xi Jinping meninggalkan Beijing dan tiba di sebuah desa yang bahkan tidak memiliki listrik. Ia datang bukan sebagai anak seorang tokoh revolusioner, melainkan sebagai seorang remaja yang harus belajar menggali tanah, tidur di sebuah gua dan hidup bersama petani.

Pada usia 15 tahun, Xi Jinping meninggalkan Beijing. Ia tidak sedang berangkat menuju universitas bergengsi, apalagi memulai karier politik. Ia justru dikirim ke sebuah desa di Shaanxi, wilayah pedesaan di China yang jauh dari kehidupan ibu kota. Lebih dari lima dekade kemudian, anak laki-laki itu berdiri di pusat kekuasaan China.

Di sana, kehidupan seorang remaja dari keluarga elite revolusioner berubah drastis. Ia harus hidup bersama para petani, bekerja di ladang dan menghadapi kerasnya kehidupan pedesaan.

Lima puluh tahun kemudian, ia berdiri di hadapan dunia sebagai pemimpin China.

Namanya Xi Jinping.

Hari ini, ia merupakan Presiden Republik Rakyat China, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China dan Ketua Komisi Militer Pusat—tiga posisi yang sekaligus menempatkannya sebagai pusat kekuasaan politik, negara dan militer China. Namun, memahami Xi Jinping tidak cukup hanya dengan melihat jabatan yang disandangnya.

Ada sebuah perjalanan panjang di belakangnya. Dan perjalanan itu bermula dari sebuah desa. Anak Seorang Revolusioner. Xi Jinping lahir pada Juni 1953 di Fuping, Provinsi Shaanxi. Ia adalah putra Xi Zhongxun, tokoh revolusioner senior Partai Komunis China yang pernah menduduki sejumlah posisi penting dalam pemerintahan.

Dengan latar belakang seperti itu, Xi termasuk dalam kelompok yang sering disebut sebagai princelings—anak-anak keluarga elite revolusioner China. Namun masa kecilnya berlangsung pada periode yang penuh gejolak. Revolusi Kebudayaan yang dimulai pada 1960-an mengguncang kehidupan politik dan sosial China. Keluarga Xi juga terkena dampaknya.

Pada usia remaja, Xi dikirim ke pedesaan Shaanxi sebagai bagian dari generasi sent-down youth. Ia kemudian tinggal di Liangjiahe. Pengalaman tersebut menjadi salah satu episode paling penting dalam kehidupannya.

Liangjiahe: Sekolah Kehidupan

Liangjiahe bukanlah tempat yang menjanjikan masa depan gemerlap. Xi hidup bersama masyarakat desa dan melakukan pekerjaan fisik yang berat. Kehidupan di sana sangat berbeda dari lingkungan keluarga elite yang pernah dikenalnya di Beijing. Namun justru di tempat inilah ia mendapatkan pengalaman langsung mengenai kehidupan masyarakat pedesaan China.

Hari ini, Xi Jinping merupakan Presiden Republik Rakyat China, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China dan Ketua Komisi Militer Pusat.

Bertahun-tahun kemudian, Liangjiahe tetap menjadi bagian penting dari narasi kehidupan Xi Jinping. Ia kerap menggambarkan pengalaman masa mudanya sebagai periode yang membentuk karakter, ketahanan dan pemahamannya terhadap masyarakat akar rumput.

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan itu. Seorang anak elite revolusioner justru memperoleh sebagian pengalaman politik paling pentingnya bukan dari ruang rapat, melainkan dari sebuah desa.

Dari Tsinghua ke Panggung Politik

Setelah kembali ke Beijing, Xi menempuh pendidikan di Tsinghua University. Karier politiknya kemudian berlangsung perlahan, melewati berbagai tingkatan pemerintahan. Ia memulai perjalanan politiknya di Fujian, kemudian berkarier di Zhejiang dan akhirnya memimpin Shanghai.

Perjalanan dari satu provinsi ke provinsi lainnya memberinya pengalaman mengenai berbagai wajah China: masyarakat pedesaan, kawasan industri, dunia usaha dan kota metropolitan.

Pada 2007, Xi masuk ke Politburo Standing Committee, lingkaran tertinggi Partai Komunis China. Lima tahun kemudian, ia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis China dan Ketua Komisi Militer Pusat. Pada 2013, ia menjadi Presiden Republik Rakyat China.

Perjalanannya menuju puncak kekuasaan berlangsung selama puluhan tahun. Bukan sebuah pendakian yang singkat, melainkan proses panjang di dalam sistem politik China.

Xi dan China yang Ingin Bangkit

Salah satu gagasan paling penting dalam kepemimpinan Xi adalah “the great rejuvenation of the Chinese nation”—kebangkitan besar bangsa China. Gagasan ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi.

Xi ingin melihat China menjadi negara yang kuat dalam teknologi, industri, pertahanan, ekonomi dan diplomasi. China tidak lagi cukup menjadi “pabrik dunia”. Negeri itu harus menjadi pencipta teknologi.

Oleh karena itu, selama era Xi, perhatian besar diberikan kepada sektor seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, kendaraan listrik, energi terbarukan, robotika, aerospace dan manufaktur berteknologi tinggi.

Di balik semua itu terdapat satu keyakinan: China harus semakin mandiri. Terutama dalam bidang-bidang strategis yang menentukan masa depan.

Ketika Kekuasaan Menjadi Semakin Terpusat

Salah satu perubahan paling signifikan selama pemerintahan Xi adalah semakin kuatnya posisi Partai Komunis dalam kehidupan politik China. Xi meluncurkan kampanye anti-korupsi besar-besaran yang menyasar pejabat dari berbagai tingkatan.

Bagi pemerintah China, kampanye tersebut merupakan upaya membersihkan Partai dan meningkatkan disiplin. Namun para pengamat internasional juga melihat sisi lain: kampanye tersebut turut memperkuat posisi Xi dan mengubah keseimbangan kekuasaan di dalam Partai.

Pada 2018, China menghapus ketentuan konstitusional yang membatasi Presiden dan Wakil Presiden untuk dua periode berturut-turut. Perubahan itu membuka jalan bagi kemungkinan Xi tetap menjadi Presiden setelah dua periode.

Xi kemudian memperoleh masa jabatan ketiga sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis China pada 2022. Posisinya sebagai pemimpin China pun semakin dominan.

China Melihat Dunia

Xi juga mengubah cara China berinteraksi dengan dunia.

China yang dipimpin Xi tidak lagi hanya melihat dirinya sebagai kekuatan ekonomi regional. Ia ingin menjadi salah satu kekuatan utama dalam menentukan arah dunia.

Pada 2013, Beijing memperkenalkan Belt and Road Initiative, sebuah proyek konektivitas global yang mencakup pembangunan infrastruktur, perdagangan, energi dan jaringan transportasi di berbagai negara.

Bagi negara-negara mitra, program ini menawarkan investasi dan pembangunan. Bagi China, ia juga membuka jaringan ekonomi dan hubungan strategis yang semakin luas. Dari Asia hingga Afrika, Timur Tengah hingga Eropa, pengaruh ekonomi China semakin terasa.

China yang dipimpin Xi tidak lagi hanya melihat dirinya sebagai kekuatan ekonomi regional. Ia ingin menjadi salah satu kekuatan utama dalam menentukan arah dunia.

Xi dan Amerika Serikat

Hubungan China-Amerika Serikat menjadi salah satu tantangan terbesar era Xi. Persaingan keduanya tidak hanya berlangsung dalam perdagangan. Teknologi, semikonduktor, kecerdasan buatan, keamanan kawasan, Taiwan dan pengaruh geopolitik menjadi bagian dari kompetisi yang semakin kompleks.

Bagi Washington, kebangkitan China merupakan tantangan strategis. Bagi Beijing, tekanan Amerika menjadi alasan lain untuk mempercepat kemandirian teknologi dan ekonomi. Persaingan tersebut membuat keputusan yang diambil di Beijing semakin berpengaruh terhadap dunia.

Apa yang terjadi antara Xi Jinping dan Amerika Serikat tidak hanya menentukan hubungan dua negara. Ia dapat memengaruhi arah ekonomi global.

Sisi Personal yang Jarang Terlihat

Di tengah kekuasaan sebesar itu, kehidupan pribadi Xi Jinping relatif tertutup. Ia menikah dengan Peng Liyuan, penyanyi soprano terkenal China sekaligus figur publik yang telah lama dikenal masyarakat China.

Peng Liyuan bukan hanya seorang seniman. Ia juga dikenal luas karena aktivitas sosial dan diplomasi publiknya sebagai ibu negara China. Pasangan ini memiliki seorang putri, Xi Mingze.

Xi Jinping dan Peng Liyuan, istrinya.

Berbeda dengan banyak pemimpin dunia yang kehidupan keluarganya menjadi konsumsi media, keluarga Xi relatif jarang tampil dalam kehidupan publik. Hal itu sejalan dengan karakter politik Xi sendiri: terukur, disiplin dan sangat berhati-hati dalam mengelola citra publik.

Pemimpin yang Sulit Dibaca

Mungkin inilah salah satu hal paling menarik dari Xi Jinping. Ia bukan tipe pemimpin yang membangun popularitas melalui kehidupan pribadi yang terbuka. Tidak banyak wawancara spontan. Tidak banyak kisah pribadi yang diperlihatkan kepada publik. Tidak pula ada gaya selebritas politik seperti yang sering terlihat di negara-negara Barat.

Xi lebih sering tampil sebagai representasi negara dan Partai. Namun di balik citra yang sangat terkontrol itu terdapat perjalanan hidup yang tidak biasa. Seorang anak tokoh revolusioner. Seorang remaja yang pernah hidup di desa. Seorang pejabat daerah yang meniti karier selama puluhan tahun. Dan akhirnya seorang pemimpin yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap arah China dan dunia.

Dari Liangjiahe ke Zhongnanhai

Ada jarak yang sangat jauh antara Liangjiahe dan Zhongnanhai. Liangjiahe adalah desa tempat Xi Jinping muda belajar mengenai kehidupan masyarakat biasa. Zhongnanhai adalah kompleks pusat kekuasaan politik China di Beijing.

Di antara keduanya terbentang perjalanan lebih dari setengah abad. Perjalanan tersebut membuat Xi Jinping bukan hanya menjadi saksi perubahan China, tetapi juga salah satu orang yang paling menentukan perubahan itu.

Di bawah kepemimpinannya, China bergerak menuju negara yang semakin kuat secara ekonomi, teknologi dan militer, sekaligus semakin percaya diri di panggung internasional. Namun warisan Xi Jinping pada akhirnya akan ditentukan bukan hanya oleh berapa lama ia berkuasa. Melainkan oleh pertanyaan yang lebih besar:

China seperti apa yang akan ditinggalkannya?

Mungkin, untuk mencari jawabannya, kita memang harus kembali ke Liangjiahe.

Ke sebuah desa sederhana tempat seorang remaja pernah belajar bahwa sebelum memimpin sebuah negara, seseorang harus terlebih dahulu memahami bagaimana rakyatnya hidup. Dari sana, perjalanan panjang Xi Jinping dimulai. Dan hingga hari ini, perjalanan itu belum selesai. (TIM|Foto: Istimewa)

China modernpemimpin ChinaPresiden ChinaPresiden Tiongkokprofil Xi JinpingXi JinpingXi Jinping biographyXi Jinping lifestyle
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Andrea Bocelli Persembahkan Konser “Romanza 30th Anniversary World Tour” di Borobudur dan JIExpo Kemayoran

August 25, 2026
Popular categories
  • What's On295
  • Headline95
  • Fashion85
  • Lifestyle85
  • Business82
  • Health67
  • Beauty65
  • Profile18
  • Uncategorized5
  • Events3

XI JINPING: Dari Liangjiahe ke Pusat Kekuasaan China

August 26, 2026

Andrea Bocelli Persembahkan Konser “Romanza 30th Anniversary World Tour” di Borobudur dan JIExpo Kemayoran

August 25, 2026

Seni sebagai Bahasa Perdamaian: Guntur Wibowo, Koelo Maryam, dan La Ode Membaca Masa Depan di Era AI

August 24, 2026

LENGGOK JAKARTA: Jakarta Philharmonic Orchestra Hadirkan Musik Klasik di Taman Bendera Pusaka

August 23, 2026

URBAN REVIVO di Senayan City Flagship Store Pertama Terbesar di Asia Tenggara

August 23, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

XI JINPING: Dari Liangjiahe ke Pusat Kekuasaan China

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA