Viva Cosmetics Membuka Babak Baru: Dari Ikon Kecantikan Lokal Menuju Era “Glowing Bersamamu”
Lebih dari enam dekade menemani perempuan Indonesia, Viva Cosmetics kini menata kembali wajahnya. Bukan untuk meninggalkan masa lalu, melainkan membawa warisan yang telah tumbuh bersama konsumen menuju gaya hidup generasi baru.
Pernahkah terpikirkan adanya sesuatu yang menarik dari sebuah brand yang telah bertahan selama lebih dari enam dekade?! Tantangannya bukan sekadar bagaimana tetap dikenal, tetapi bagaimana tetap relevan.
Bagi Viva Cosmetics, pertanyaan tersebut menemukan jawabannya melalui sebuah babak baru. Brand kecantikan lokal asal Surabaya yang telah menjadi bagian dari rutinitas beauty masyarakat Indonesia sejak 1962 itu kini memperkenalkan identitas visual baru sekaligus membawa semangat yang lebih dekat dengan gaya hidup masa kini.

Mengusung tema “Glowing Bersamamu”, Viva Cosmetics tidak hanya berbicara tentang perubahan tampilan. Rebranding ini menjadi cara bagi Viva untuk menerjemahkan kembali makna kecantikan—dari sekadar persoalan penampilan menjadi perjalanan untuk merasa sehat, percaya diri, aktif, dan bertumbuh bersama.
Bukan Sekadar Mengganti Logo
Wajah baru Viva Cosmetics terlihat kontras melalui identitas visual yang diperbarui. Namun, perubahan tersebut tidak dimaksudkan untuk memutus hubungan dengan sejarah panjang brand.
“Logo baru Viva terinspirasi dari bunga yang bermekaran sebagai representasi brand yang kian bertumbuh bersama Vivers, yaitu Viva Lovers,” ujar James Junianlie, Brand Manager Viva Cosmetics.
Enam kelopak bunga pada logo baru merepresentasikan keseimbangan, sementara warna Viva Magenta merefleksikan tanah Indonesia yang hangat dan membumi. Metafora bunga terasa relevan bagi sebuah brand yang sedang memasuki fase pertumbuhan baru. Bunga dapat berubah bentuk, warna, dan ukuran, tetapi tetap tumbuh dari akar yang sama. Begitu pula dengan Viva.
Lebih dari 60 tahun perjalanan telah membuat sejumlah produknya menjadi bagian dari memori kecantikan lintas generasi. Oleh karena itu, bagi Viva, menjadi modern tidak berarti meninggalkan identitas yang telah membesarkannya. Justru sebaliknya, warisan tersebut menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.
Dari Beauty Routine ke Lifestyle
Perubahan cara pandang terhadap kecantikan juga terlihat dari bagaimana Viva memilih memperkenalkan babak barunya. Alih-alih hanya mengandalkan komunikasi produk, Viva membawa semangat rebranding ke ruang publik melalui aktivitas komunitas yang memadukan kecantikan, kesehatan, olahraga, dan kebersamaan.
Pada rangkaian Car Free Day di Jakarta Pusat, Minggu, 20 September 2026, Viva Cosmetics menggandeng Komunitas Slow Jogging (KSJ) dan masyarakat untuk bergerak bersama dari Dukuh Atas menuju Bundaran HI dalam rute sepanjang dua kilometer.
Aktivitas tersebut mengusung semangat “Beauty on the Move”—sebuah gagasan bahwa kecantikan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana: bergerak, merawat diri, menjaga kebersihan kulit, serta meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan komunitas.
Slow jogging sendiri tidak ditempatkan sebagai perlombaan. Tidak ada garis finis yang harus dikejar atau siapa yang harus menjadi pemenang. Yang ditawarkan adalah pengalaman bergerak bersama. Di sinilah konsep “glowing” Viva mendapatkan makna yang lebih luas.

Glowing bukan hanya tentang kulit yang terlihat sehat. Ia juga dapat hadir melalui rasa percaya diri, kepribadian yang positif, tubuh yang aktif, dan energi baik yang dapat dibagikan kepada orang-orang di sekitar. Dengan kata lain, glowing bukan hanya sesuatu yang terlihat di wajah, tetapi sesuatu yang terasa dalam cara seseorang menjalani hidup.
Ketika Produk Ikonik Mendapat Wajah Baru
Babak baru Viva tetap berangkat dari produk-produk yang telah dikenal konsumen. Rebranding diawali melalui Viva Milk Cleanser dan Face Tonic dalam tujuh varian dengan tampilan baru. Dua produk yang telah menjadi bagian dari rutinitas skincare masyarakat Indonesia ini memiliki perjalanan panjang dan tercatat meraih Quadruple Platinum selama lebih dari 20 tahun dalam Indonesia Best Brand Awards (IBBA).
Pemilihan kedua produk tersebut terasa strategis. Di satu sisi, keduanya merepresentasikan sejarah panjang Viva. Di sisi lain, kemasan baru menjadi simbol bahwa produk yang familiar pun dapat memasuki fase baru.
Seolah mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang benar-benar asing. Kadang, sesuatu yang telah kita kenal selama bertahun-tahun hanya membutuhkan wajah baru untuk kembali menemukan relevansinya.
Pensil Alis Oranye dan Cerita yang Terus Berlanjut
Setelah relaunch koleksi skincare, Viva Cosmetics juga menyiapkan langkah berikutnya melalui Viva Eyebrow Pencil. Pensil alis dengan identitas warna oranye yang ikonik ini mempertahankan karakter yang selama ini dikenal konsumen, termasuk formulasi waterproof, tekstur creamy, dan pigmentasi yang kuat. Namun, ada satu perubahan yang memperluas pilihan penggunanya.
Viva Eyebrow Pencil kini memiliki lima pilihan warna, terdiri dari tiga shade sebelumnya serta dua warna baru: Natural Brown dan Grey Brown. Langkah tersebut memperlihatkan pendekatan Viva dalam melakukan pembaruan. Produk ikonik tidak harus kehilangan karakternya untuk menjadi lebih relevan. Ia dapat mempertahankan elemen yang telah dikenali konsumen sambil memberikan pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan beauty enthusiast masa kini.
“Kehadiran produk Viva menjadi bukti bahwa meski tampilan berubah, cerita yang telah tumbuh bersama konsumen tetap menjadi bagian dari perjalanan Viva Cosmetics,” kata James.

Menjaga Akar, Membaca Perubahan
Bagi brand yang telah hadir sejak 1962, mempertahankan relevansi tentu membutuhkan lebih dari sekadar perubahan logo dan kemasan. Viva melihat generasi konsumen hari ini memiliki gaya hidup yang berbeda. Karena itu, brand ingin lebih dekat dengan aktivitas yang aktif, positif, dan inklusif—sebuah pendekatan yang terlihat melalui pilihan aktivitas komunitas dalam momentum rebranding kali ini.
Pada saat yang sama, arah tersebut tidak berarti menghapus karakter Viva sebagai brand lokal Indonesia. Justru identitas lokal menjadi bagian penting dari narasi baru tersebut. Viva merupakan brand kecantikan halal asal Surabaya yang telah berkembang selama lebih dari 60 tahun dan dikenal melalui rangkaian skincare serta makeup yang ditujukan untuk kebutuhan kulit di negara tropis.
Rebranding kemudian menjadi semacam dialog antara dua generasi: generasi yang telah mengenal Viva sejak lama dan generasi baru yang mencari brand dengan bahasa, pengalaman, serta gaya hidup yang lebih relevan dengan keseharian mereka.
Glowing yang Tidak Berhenti di Cermin
Kehadiran identitas baru Viva Cosmetics di LED kawasan Bundaran HI memperlihatkan bahwa perubahan tersebut tidak hanya berlangsung di rak kosmetik. Brand ini mulai membawa wajah barunya ke ruang publik—tempat konsumen dapat melihat, mengalami, dan membagikan pengalaman bersama Viva.
Di tengah industri kecantikan yang bergerak semakin cepat, perjalanan Viva menghadirkan sebuah perspektif menarik: sebuah brand lokal tidak selalu harus memilih antara mempertahankan heritage atau mengejar modernitas. Keduanya dapat berjalan bersama. Warisan memberikan akar. Perubahan memberikan arah.
Dan “glowing” dalam babak baru Viva tampaknya ingin ditempatkan di antara keduanya—bukan sekadar wajah yang tampak lebih bercahaya, tetapi semangat untuk terus bertumbuh, bergerak, dan berbagi energi positif bersama orang lain. Setelah lebih dari enam dekade, Viva Cosmetics kini membuka chapter berikutnya. Wajahnya berubah. Namun akarnya tetap sama. Glowing, kali ini, bukan hanya untuk diri sendiri. Melainkan bersama. (SOE|Foto: Dok. Viva Cosmertics)
