Skip to content
  Sunday 20 September 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

Di Balik Inovasi Pangan, Fi Asia Indonesia 2026 Soroti Peran Sains dan Regulasi

September 19, 2026 Business, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Di Balik Inovasi Pangan, Fi Asia Indonesia 2026 Soroti Peran Sains dan Regulasi

Memasuki hari kedua, Food Ingredients Asia Indonesia 2026 menyoroti harmonisasi standar ASEAN, kesiapan wajib halal, hingga inovasi nutrisi perempuan sebagai bagian dari transformasi industri makanan dan minuman.

Masa depan industri makanan dan minuman tidak lagi semata ditentukan oleh kemampuan menciptakan produk baru. Di balik setiap inovasi, terdapat tuntutan yang semakin kompleks: keamanan pangan, validitas ilmiah, kepatuhan regulasi, kebutuhan nutrisi yang beragam, hingga tuntutan konsumen terhadap produk yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, pameran dan konferensi ini mempertemukan pelaku industri dengan perkembangan terbaru dalam bahan baku, teknologi, regulasi, serta inovasi formulasi pangan.

Persinggungan berbagai isu tersebut menjadi benang merah penyelenggaraan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026, yang memasuki hari kedua di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, pameran dan konferensi ini mempertemukan pelaku industri dengan perkembangan terbaru dalam bahan baku, teknologi, regulasi, serta inovasi formulasi pangan.

Rangkaian agenda hari kedua memperlihatkan bahwa transformasi industri pangan berlangsung pada banyak lapisan sekaligus—dari laboratorium dan regulasi hingga rantai pasok dan meja konsumen.

Menyatukan Sains dan Regulasi di Kawasan ASEAN

Salah satu agenda pembuka adalah seminar “Science, Safety, and Claims: ASEAN Harmonisation for the Future of Food”. Sesi tersebut menghadirkan Dr. Maria Leonora Francisco, President of Philippines Association of Food Technologists, Inc., serta Professor Samuel Godefroy dari Laval University, Quebec, Canada, sekaligus President & COO, Global Food Regulatory Science Society (GFoRSS). Diskusi menempatkan harmonisasi ilmu pengetahuan, standar keamanan pangan, serta klaim pangan dan kesehatan sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem industri yang kredibel di kawasan ASEAN.

Bagi industri yang bergerak semakin lintas negara, inovasi bahan baku dan teknologi tidak dapat berdiri sendiri. Produk yang dikembangkan juga perlu memiliki landasan ilmiah yang kuat, memenuhi standar keamanan, serta dapat diterjemahkan ke dalam kerangka regulasi yang memungkinkan inovasi tersebut bergerak dari tahap pengembangan menuju pasar.

Harmonisasi menjadi semakin relevan ketika rantai pasok pangan melibatkan berbagai negara dengan sistem regulasi yang berbeda. Keselarasan standar dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih konsisten bagi produsen, pemasok bahan baku, maupun konsumen.

Menjelang Wajib Halal, Rantai Pasok Menjadi Perhatian

Persoalan regulasi juga menjadi sorotan melalui dua sesi yang berkaitan dengan implementasi kewajiban sertifikasi halal di Indonesia.

Menjelang penerapan Wajib Halal pada 18 Oktober 2026, Fi Asia Indonesia 2026 mengangkat tema tersebut melalui seminar “Streamlining Halal Certification for Global Suppliers Through Mutual Recognition Agreements and Regional Collaboration” serta “Indonesia’s Mandatory Halal Certification for Food Ingredients: What the Industry Needs to Prepare” yang diselenggarakan oleh BPJPH.

Diskusi menempatkan harmonisasi ilmu pengetahuan, standar keamanan pangan, serta klaim pangan dan kesehatan sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem industri yang kredibel di kawasan ASEAN.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada kewajiban sertifikasi, tetapi juga bagaimana pelaku industri dan pemasok global dapat mempersiapkan diri menghadapi ketentuan tersebut. Kolaborasi regional serta mekanisme mutual recognition menjadi bagian penting dalam diskusi, terutama untuk menjaga kelancaran pergerakan bahan baku dalam rantai pasok pangan yang semakin terintegrasi.

Bagi industri bahan pangan, kesiapan terhadap regulasi halal bukan sekadar persoalan administratif. Ia berkaitan langsung dengan proses pengadaan bahan, dokumentasi, sertifikasi, hingga kemampuan perusahaan memastikan konsistensi rantai pasok.

Nutrisi Perempuan: Dari Iron hingga Probiotik

Di luar regulasi, perhatian terhadap kesehatan konsumen juga semakin spesifik. Salah satu topik yang mendapat ruang pada hari kedua adalah kebutuhan nutrisi perempuan sepanjang berbagai tahapan kehidupan.

Sesi “Nutritional Science for Women Across Life Stages” yang dibawakan oleh Dr. Mira Dewi, M.Si, PhD dari SEAFAST Center & LRI-PGKH IPB University, serta “From Iron to Magnesium and Beyond: Solving Nutrient Delivery Challenges Across Women’s Life Stages” oleh Peter Liu dari VICA, mengulas bagaimana kebutuhan nutrisi perempuan berubah dari masa reproduktif, kehamilan, menopause hingga fase penuaan sehat.

Di luar regulasi, perhatian terhadap kesehatan konsumen juga semakin spesifik. Salah satu topik yang mendapat ruang pada hari kedua adalah kebutuhan nutrisi perempuan sepanjang berbagai tahapan kehidupan.

Perubahan fisiologis pada setiap tahap kehidupan membawa kebutuhan nutrisi yang berbeda. Karena itu, pengembangan produk tidak cukup hanya mengandalkan daftar kandungan nutrisi, tetapi juga perlu mempertimbangkan bagaimana bahan tersebut dipilih, diformulasikan, diserap tubuh, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sejumlah functional ingredients seperti zat besi, folat, DHA, kalsium, vitamin D, kolagen, dan probiotik menjadi bagian dari pembahasan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana teknologi bahan baku dan formulasi dapat meningkatkan bioavailabilitas, sekaligus menghasilkan produk yang efektif dan tetap nyaman dikonsumsi.

Perspektif tersebut menunjukkan pergeseran penting dalam industri pangan: konsumen tidak hanya mencari produk yang memenuhi kebutuhan dasar, tetapi semakin mempertimbangkan fungsi, manfaat kesehatan, serta bukti ilmiah di balik sebuah produk.

Industri Pangan Bergerak Menuju Ekosistem yang Lebih Terintegrasi

Berbagai agenda di hari kedua Fi Asia Indonesia 2026 memperlihatkan satu hal: inovasi pangan masa kini tidak berlangsung dalam satu ruang yang terpisah. Sains bertemu regulasi. Teknologi bahan baku bersinggungan dengan kebutuhan konsumen. Keamanan pangan berjalan beriringan dengan efisiensi rantai pasok. Sementara inovasi formulasi semakin dituntut untuk menjawab persoalan kesehatan dan keberlanjutan.

Forum industri seperti Fi Asia Indonesia juga menjadi tempat bertemunya pengetahuan, teknologi, regulasi, dan peluang kolaborasi.

Dalam konteks tersebut, pameran bahan baku tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk memperkenalkan produk. Forum industri seperti Fi Asia Indonesia juga menjadi tempat bertemunya pengetahuan, teknologi, regulasi, dan peluang kolaborasi.

Rose Chitanuwat, Regional Portfolio Director (ASEAN), Informa Markets, mengatakan bahwa Fi Asia Indonesia 2026 dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan perkembangan terbaru dalam bahan baku dan teknologi makanan dan minuman, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai tantangan serta peluang yang dihadapi industri.

“Fi Asia Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan perkembangan terbaru dalam bahan baku dan teknologi makanan dan minuman, tetapi juga memberikan ruang untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi industri. Melalui rangkaian agenda pada hari kedua, kami melihat bagaimana inovasi, sains, keamanan, dan kebutuhan konsumen saling berkaitan dalam membentuk masa depan industri pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.”

Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 berlangsung pada 16–18 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Ajang ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dengan pemasok bahan baku, teknologi, serta para ahli dari berbagai bidang untuk mengeksplorasi perkembangan dan peluang baru dalam industri pangan.

Dengan pasar Indonesia yang terus berkembang dan rantai pasok pangan yang semakin terhubung secara regional, inovasi berbasis sains, kepatuhan terhadap standar, serta kemampuan memahami perubahan perilaku konsumen menjadi bagian penting dalam membentuk arah industri makanan dan minuman di masa mendatang. (SMS|Foto: SMS & Dok. Fi Asia Indonesia 2026)

Fi Asia Indonesia 2026Food Ingredients Asia Indonesia 2026harmonisasi standar pangan ASEANindustri makanan dan minuman Indonesiaindustri pangan Indonesiainovasi bahan pangansertifikasi halal bahan pangan
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Viva Cosmetics Membuka Babak Baru: Dari Ikon Kecantikan Lokal Menuju Era “Glowing Bersamamu”

September 20, 2026
Popular categories
  • What's On328
  • Headline104
  • Lifestyle95
  • Business92
  • Fashion88
  • Health73
  • Beauty67
  • Profile18
  • Uncategorized5
  • Events3

Viva Cosmetics Membuka Babak Baru: Dari Ikon Kecantikan Lokal Menuju Era “Glowing Bersamamu”

September 20, 2026

Cosmobeauté Indonesia 2026: Ketika Industri Kecantikan Tumbuh Menjadi Sebuah Ekosistem

September 20, 2026

Di Balik Inovasi Pangan, Fi Asia Indonesia 2026 Soroti Peran Sains dan Regulasi

September 19, 2026

Fi Asia Indonesia 2026: Inovasi Bahan Pangan Menjawab Tantangan Industri

September 19, 2026

Happy Facial Room Ayu Dewi: Ruang Me Time Pribadi di Rumah

September 18, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

Viva Cosmetics Membuka Babak Baru: Dari Ikon Kecantikan Lokal Menuju Era “Glowing Bersamamu”

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA