MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Umumkan Para Pemenang, Bawa Talenta Seni Tanah Air ke Panggung Asia Tenggara
Lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi berkompetisi mengangkat tema “Strength & Resilience”, dengan para pemenang kategori Umum serta Pelajar dan Mahasiswa akan mewakili Indonesia di ajang regional.
Ketika ruang untuk berkarya terbuka semakin luas, kreativitas dapat tumbuh dari mana saja. Bukan hanya dari pusat-pusat seni di kota besar, tetapi juga dari berbagai daerah dengan perspektif, pengalaman, dan cerita yang beragam.

Semangat itulah yang kembali terlihat dalam penyelenggaraan MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026. Memasuki tahun kedua, kompetisi yang digelar PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) berkolaborasi dengan IndoArtNow ini menerima lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi di Indonesia.
Mengusung tema “Strength & Resilience”, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para seniman untuk menerjemahkan kekuatan dan ketangguhan melalui bahasa visual masing-masing. Di saat yang sama, MR.D.I.Y. Indonesia ingin memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus mendapatkan apresiasi dan eksposur yang lebih luas hingga tingkat Asia Tenggara.
Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, kompetisi ini bukan semata-mata tentang mencari karya terbaik. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ruang yang memungkinkan talenta seni Indonesia berkembang dan menemukan panggungnya.
“Bagi kami, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition bukan sekadar kompetisi. Ini adalah bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal,” ujar Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia.

Menurut Edwin, meluasnya partisipasi hingga 32 provinsi menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap kompetisi tersebut.
“Kami berterima kasih atas antusiasme luar biasa ini, dan bangga menjadi bagian dari perjalanan setiap seniman yang berpartisipasi,” tambahnya.
Dari Pengalaman Personal hingga Refleksi Budaya
Perluasan jangkauan peserta juga menghadirkan keberagaman pendekatan artistik. Partisipasi terbesar tahun ini berasal dari Pulau Jawa, kemudian Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi. Karya-karya tersebut kemudian melalui proses kurasi dan penilaian yang melibatkan para profesional di bidang seni, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang hadir dalam setiap karya. Menurut R.E. Hartanto, seniman sekaligus dewan juri, kualitas karya peserta tahun ini memperlihatkan perkembangan yang menarik.
Tema Strength & Resilience, menurutnya, tidak diterjemahkan melalui satu pendekatan tunggal. Para peserta justru menghadirkannya melalui beragam perspektif, mulai dari pengalaman personal dan isu sosial hingga refleksi mengenai budaya serta lingkungan sekitar.
“Yang paling menonjol bukan hanya kemampuan teknis, tetapi bagaimana para peserta mampu membangun narasi yang kuat dan autentik melalui pilihan medium, visual, maupun konsep yang mereka hadirkan, serta hasil riset artistik yang mendalam,” jelas Hartanto.
Keragaman tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu gambaran bahwa praktik seni di Indonesia terus berkembang dengan perspektif yang semakin kaya.

Inilah Para Pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026
Setelah melalui proses kurasi dan penjurian, berikut para pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026:
Kategori Professional
Grand Prize: Ari Bayuaji — The Storms that Unified Us, 2026
Kategori Umum
Grand Prize: Veronica Liana — Rupa Tan Matra #3, 2026
Judge’s Award: Haidar Ammar — Holding the Self Together, 2026
President’s Director Award: Angela Sunaryo — XELOTEXAN, 2026
Kategori Pelajar & Mahasiswa
Grand Prize: Muhammad Ragib Noer Khasyi — Yang Tersisa Sepulang Kerja (1), 2026
Judge’s Award: M. Nashrul Rizqil Akbar — Tjap TANGGOEH, 2026
President’s Director Award: Nadiva Nuriftitah — The Doorframe, 2026
Deretan nama tersebut tidak hanya menjadi representasi karya terbaik dalam kompetisi tahun ini, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan menuju panggung seni yang lebih luas.
Dari Pameran Jakarta Menuju Panggung Regional
Apresiasi terhadap para pemenang tidak berhenti pada pengumuman. Seluruh karya pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 akan dipamerkan kepada publik melalui MR.D.I.Y. Indonesia Art Exhibition. Pameran berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta, dan terbuka untuk masyarakat secara gratis.
Kehadiran pameran tersebut memberikan kesempatan bagi publik untuk melihat secara langsung karya-karya terbaik yang lahir dari kompetisi tahun ini sekaligus mengenal lebih dekat keberagaman perspektif para seniman Indonesia. Namun, tahun ini terdapat satu momentum yang membuat penyelenggaraan kompetisi terasa semakin istimewa. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026.
Para pemenang kategori Umum serta Pelajar dan Mahasiswa akan membawa nama Indonesia untuk berkompetisi bersama para pemenang dari Malaysia dan Thailand dalam ajang regional tersebut. Selain kesempatan mendapatkan eksposur yang lebih luas, kompetisi ini juga menawarkan total hadiah senilai Rp370 juta.
Bagi para seniman Indonesia, kesempatan tersebut menjadi lebih dari sekadar kompetisi lanjutan. Ini merupakan ruang untuk memperkenalkan karya, gagasan, dan perspektif seni Indonesia kepada publik yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.
“Tahun ini menjadi momen yang membanggakan karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tingkat regional. Kami berharap momentum ini tidak hanya membuka panggung yang lebih luas bagi seniman Indonesia, tetapi juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat talenta seni di Asia Tenggara,” kata Edwin.
Membuka Jalan bagi Talenta Seni Indonesia
Hal senada disampaikan Tom Tandio, Pendiri IndoArtNow, yang melihat penyelenggaraan kompetisi regional di Indonesia sebagai kesempatan penting untuk memperkenalkan kualitas talenta seni Tanah Air kepada kawasan Asia Tenggara.

“Penyelenggaraan kompetisi tingkat regional di Indonesia menjadi momentum yang sangat baik untuk memberi kesempatan sekaligus memperkenalkan kualitas talenta seni Tanah Air di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Menurut Tom, keberlanjutan MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem yang mendukung seniman untuk berkembang, memperoleh apresiasi, dan mendapatkan eksposur yang lebih luas.
Pada akhirnya, Strength & Resilience tidak hanya menjadi tema yang diterjemahkan ke dalam kanvas, medium, atau karya visual. Ia juga tercermin dalam perjalanan para seniman yang terus menciptakan karya, mengembangkan gagasan, dan mencari ruang untuk didengar.
Dari 1.500 lebih karya yang datang dari 32 provinsi, sejumlah karya kini mendapatkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh. Dan dari panggung Indonesia, talenta-talenta tersebut bersiap membawa cerita serta wajah seni Tanah Air ke panggung Asia Tenggara. (SMS | Foto: SMS)
