Skip to content
  Sunday 2 August 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

Jakarta, in Full Bloom: Ketika Batik Menjadi Bahasa Baru Ibu Kota

August 1, 2026 Fashion, Headline, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Jakarta, in Full Bloom: Ketika Batik Menjadi Bahasa Baru Ibu Kota

Di Indonesia Fashion Week 2026, Batik Riana Kesuma menerjemahkan denyut Jakarta ke dalam bahasa wastra. Melalui koleksi Jakarta: Heritage in Bloom, rumah mode asal Solo ini menghadirkan pertemuan antara warisan Betawi, semangat urban, dan estetika kontemporer dalam satu narasi yang puitis.

Tidak semua kota dapat diterjemahkan menjadi selembar kain. Namun bagi Batik Riana Kesuma, Jakarta bukan sekadar lanskap metropolitan yang dipenuhi gedung pencakar langit dan ritme kehidupan yang nyaris tak pernah berhenti. Kota ini adalah ruang tempat sejarah, budaya, dan harapan bertumbuh dalam waktu yang sama.

d

Pandangan itulah yang melahirkan “Jakarta: Heritage in Bloom”, koleksi terbaru Batik Riana Kesuma yang diperkenalkan di panggung Indonesia Fashion Week 2026. Sebuah persembahan yang menjadikan batik bukan hanya medium busana, melainkan kanvas untuk membaca kembali identitas ibu kota dari sudut yang lebih puitis.

Alih-alih mencari inspirasi dari tempat yang jauh, Founder dan Creative Director Batik Riana Kesuma, Riana Kesuma, justru menemukan narasi koleksi ini dari keseharian Jakarta. Dari taman-taman kota hingga sudut-sudut jalan, bunga sepatu yang bermekaran menjelma menjadi metafora tentang kehidupan yang terus tumbuh di tengah dinamika urban.

Dalam koleksi ini, bunga sepatu hadir sebagai simbol ketangguhan sekaligus harapan. Ia merepresentasikan Jakarta yang terus berkembang tanpa pernah benar-benar melepaskan akar budayanya.

Narasi tersebut kemudian diperkaya melalui motif pucuk rebung atau tumpal pasung, elemen khas yang terinspirasi dari ornamen arsitektur Rumah Betawi. Garis-garis geometrisnya menghadirkan makna tentang pertumbuhan, arah, dan keteguhan—sebuah pengingat bahwa kota sebesar Jakarta tetap membutuhkan fondasi budaya yang kokoh agar mampu berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

d

Sebagai penanda ruang sekaligus identitas nasional, Monumen Nasional (Monas) menjadi aksen penting dalam koleksi ini. Kehadirannya tidak diposisikan sebagai ornamen semata, melainkan sebagai simbol persatuan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Indonesia.

Palet warna menjadi bahasa emosional berikutnya. Merah, merah muda, jingga, kuning, hijau, hingga biru berpadu membangun ritme visual yang hidup, mencerminkan Jakarta sebagai mosaik budaya yang selalu bergerak, penuh energi, dan kaya keberagaman.

Di balik estetika tersebut, Batik Riana Kesuma juga menghadirkan visi yang lebih luas mengenai masa depan batik Indonesia. CEO Batik Riana Kesuma, M. Rio Rahmana, menegaskan bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian. Siluet yang lebih ringan, outerwear yang adaptif, serta pendekatan desain yang lebih modern menjadi strategi untuk mendekatkan batik kepada generasi baru, tanpa menghilangkan karakter klasik yang menjadi ruh dari setiap motif.

CEO Batik Riana Kesuma, M. Rio Rahmana, menegaskan bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian.

Pendekatan itu terasa relevan di tengah perubahan lanskap industri mode, ketika wastra tidak lagi dipandang sebagai busana seremonial, melainkan bagian dari gaya hidup yang terus berevolusi. Batik pun menemukan ruang baru—lebih cair, lebih personal, sekaligus tetap berakar pada nilai budaya yang diwariskan lintas generasi.

Didirikan di Solo pada 1997, Batik Riana Kesuma telah menjadikan filosofi Comfort, Elegant, dan Classic sebagai identitas yang terus dikembangkan selama hampir tiga dekade. Melalui Jakarta: Heritage in Bloom, rumah mode ini tidak hanya memperlihatkan keindahan motif, tetapi juga menawarkan sebuah cara baru untuk memandang Jakarta—sebagai kota yang terus bertumbuh, berakar kuat pada tradisi, dan selalu menemukan ruang untuk mekar dalam keberagamannya. (SOE | Foto: Tims)

batik Betawibatik modernBatik Riana Kesumafashion IndonesiaIndonesia Fashion Week 2026Jakarta Heritage in BloomMonasMonumen Nasionalwastra Nusantara
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Babak Baru Layanan Kanker Perempuan di Indonesia Dimulai dari BSD City

July 31, 2026
Popular categories
  • What's On263
  • Headline79
  • Fashion79
  • Business76
  • Lifestyle70
  • Health66
  • Beauty63
  • Profile17
  • Uncategorized5
  • Events3

Jakarta, in Full Bloom: Ketika Batik Menjadi Bahasa Baru Ibu Kota

August 1, 2026

Babak Baru Layanan Kanker Perempuan di Indonesia Dimulai dari BSD City

July 31, 2026

Wrapped in a City: Bagaimana Batik Marunda Menjahit Jiwa Jakarta ke dalam Sebuah Sampir

July 31, 2026

HARSA: Ketika LAKON Indonesia Menemukan Kemewahan dalam Sebuah Proses

July 30, 2026

Akupunktur: Ketika Jarum Halus Menjembatani Kebijaksanaan Kuno dan Ilmu Kedokteran Modern

July 29, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

Jakarta, in Full Bloom: Ketika Batik Menjadi Bahasa Baru Ibu Kota

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA