Skip to content
  Saturday 1 August 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

HARSA: Ketika LAKON Indonesia Menemukan Kemewahan dalam Sebuah Proses

July 30, 2026 Fashion, Headline, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

HARSA: Ketika LAKON Indonesia Menemukan Kemewahan dalam Sebuah Proses

Menutup BRI JF3 Fashion Festival 2026, LAKON Indonesia mempersembahkan HARSA—sebuah koleksi yang mengajak dunia mode memperlambat langkah, merayakan craftsmanship, dan menemukan kembali makna kebahagiaan di balik setiap karya tangan Indonesia.

Di dunia mode yang semakin bergerak cepat, kecepatan sering kali dipandang sebagai ukuran keberhasilan. Musim berganti dalam hitungan minggu, tren lahir dan menghilang sebelum sempat benar-benar dikenakan, sementara industri terus berlomba menghadirkan sesuatu yang baru.

Namun, LAKON Indonesia memilih arah yang berbeda.

Moderator Dino Augusto ketika memandu jalannya Konferensi Pers “Lakon Indonesia Suppoirtewd EUNEUN” yang menghadirkan ibu Thresia Mareta dan perwakilan desainer Korea Ham Eun-Jung di Media Lounge GAFOY Kelapa Gading Jakarta, Rabu 29 Juni 2026.

Menutup rangkaian BRI JF3 Fashion Festival 2026, rumah mode yang dikenal karena dedikasinya terhadap karya tangan Nusantara ini mempersembahkan HARSA—koleksi yang tidak mengejar ritme industri, melainkan merayakan proses panjang yang melahirkan sebuah karya.

Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA bukan sekadar nama koleksi. Ia adalah refleksi perjalanan kreatif LAKON Indonesia selama delapan tahun terakhir—sebuah perjalanan yang dibangun melalui kesabaran, kolaborasi, dan keyakinan bahwa kualitas tidak pernah lahir secara instan.

Jika Urub berbicara tentang nyala semangat yang terus hidup, sementara Pasar Malam merayakan ruang perjumpaan dan dinamika kehidupan, maka HARSA hadir sebagai babak yang lebih personal: sebuah ajakan menikmati perjalanan, menghargai proses, dan menemukan kebahagiaan dalam setiap langkah yang membawa sebuah karya menuju bentuk terbaiknya.

Craftsmanship sebagai Bentuk Kemewahan Baru

Di tengah dominasi produksi massal, HARSA mengingatkan bahwa ada sesuatu yang tidak dapat dipercepat. Setiap helaian kain, setiap sulaman, setiap guratan batik, hingga setiap jahitan memerlukan waktu, ketelitian, dan tangan-tangan yang bekerja dengan penuh kesadaran.

Ketimbang menempatkan craftsmanship sebagai nostalgia masa lalu, HARSA justru memperlihatkan bagaimana keterampilan tradisional dapat berbicara dengan bahasa desain yang sepenuhnya kontemporer.

Melalui koleksi ini, LAKON Indonesia memberikan penghormatan kepada para pembatik, pembordir, penjahit, dan para perajin yang selama ini menjadi fondasi lahirnya setiap koleksi. Ketimbang menempatkan craftsmanship sebagai nostalgia masa lalu, HARSA justru memperlihatkan bagaimana keterampilan tradisional dapat berbicara dengan bahasa desain yang sepenuhnya kontemporer.

Evolusi Bahasa Desain LAKON Indonesia

HARSA juga menandai koleksi kesembilan hasil kolaborasi LAKON Indonesia bersama Creative Director Irsan, salah satu nama senior dalam industri mode Indonesia yang selama bertahun-tahun dikenal karena kemampuannya membangun keseimbangan antara kreativitas, fungsi, dan kualitas konstruksi.

Pada koleksi ini, Irsan membawa LAKON Indonesia memasuki fase yang lebih lembut dibanding eksplorasi streetwear yang diperlihatkan melalui Urub.

Siluet menjadi lebih ringan, lebih cair, dan lebih elegan, bergerak dari daily wear menuju daily wear deluxe—kategori busana yang tetap fungsional untuk dikenakan setiap hari, namun menghadirkan sentuhan kemewahan yang subtil.

Batik dan bordir Indonesia diterjemahkan melalui permainan proporsi, teknik konstruksi, dan eksplorasi material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, hingga organza. Hasilnya adalah koleksi yang tidak berusaha tampil berlebihan. Kemewahannya justru lahir dari kesederhanaan yang dieksekusi dengan presisi.

Delapan Tahun Membangun Sebuah Identitas

Bagi Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator, sekaligus Advisor JF3 Fashion Festival, HARSA merupakan cerminan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama seluruh tim kreatif dan para perajin di berbagai daerah Indonesia.

Thresia Mareta, Founder LAKON Indonesia, Co-Initiator PINTU Incubator, sekaligus Advisor JF3 Fashion Festival bersama Ham Eun-Jung.

Baginya, kebahagiaan tidak pernah hanya hadir ketika sebuah koleksi selesai dipresentasikan di atas runway. Kebahagiaan justru tumbuh di sepanjang perjalanan—ketika ide mulai dirumuskan, eksperimen dilakukan, tantangan dihadapi, dan karya perlahan menemukan bentuk terbaiknya.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, HARSA menjadi pengingat bahwa beberapa hal memang tidak seharusnya dipercepat. Sebuah karya tangan memerlukan waktu. Dan justru di sanalah letak nilai yang sesungguhnya.

Dialog Indonesia dan Korea Selatan di Atas Runway

Presentasi HARSA juga menghadirkan dialog lintas budaya melalui kolaborasi bersama Euneun (dibaca: en-en), label tas asal Korea Selatan yang dikenal melalui pendekatan desainnya yang minimalis, elegan, dan fungsional.

Koleksi tas Euneun melengkapi tampilan runway LAKON Indonesia, menciptakan harmoni visual yang dibangun atas apresiasi yang sama terhadap kualitas material, craftsmanship, dan desain yang berkarakter.

Momentum ini semakin istimewa dengan kehadiran pendiri Euneun, Hahm Eun-jung—aktris, penyanyi, sekaligus entrepreneur asal Korea Selatan—yang datang ke Jakarta untuk menghadiri konferensi pers serta menyaksikan langsung presentasi HARSA.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pertukaran budaya dalam industri mode tidak selalu harus diwujudkan melalui penciptaan koleksi bersama. Sering kali, dialog paling bermakna justru lahir melalui saling menghargai kualitas, tradisi, dan filosofi kreatif yang dimiliki masing-masing.

Menutup Festival, Membuka Masa Depan

Sebagai penutup BRI JF3 Fashion Festival 2026, HARSA menjadi representasi sempurna dari tema RECRAFTED: Shaping the Future.

Sebagai puncak acara pada penutupan BRI JF3 Fashion Festival 2026 para tamu undangan dapat turut membaur dengan para model dan menyentuh koleksi busana yang dipamerkan oleh masing-masing desainer.

Ia menegaskan bahwa masa depan fashion Indonesia tidak dibangun melalui kecepatan semata, melainkan melalui penghormatan terhadap craftsmanship, keberanian bereksperimen, dan kolaborasi yang terus berkembang tanpa melepaskan akar budaya.

HARSA pada akhirnya bukan sekadar koleksi terbaru LAKON Indonesia.

Ia adalah sebuah pengingat bahwa di balik setiap busana yang dikenakan, selalu ada tangan-tangan yang bekerja dengan kesabaran, pengetahuan yang diwariskan lintas generasi, dan waktu yang tidak pernah bisa digantikan oleh mesin.

Mungkin di situlah makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Bukan pada garis akhir sebuah perjalanan, melainkan pada setiap proses yang dijalani dengan sepenuh hati. (SMS | Foto: SMS & Dok. JF3)

batik modernbordir Indonesiacraftsmanship IndonesiaEuneunfashion IndonesiaHahm Eun-jungHARSAHARSA Lakon IndonesiaJF3 Fashion Festival 2026LAKON Indonesiasustainable fashionThresia Mareta
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Babak Baru Layanan Kanker Perempuan di Indonesia Dimulai dari BSD City

July 31, 2026
Popular categories
  • What's On262
  • Headline78
  • Fashion78
  • Business76
  • Lifestyle70
  • Health66
  • Beauty63
  • Profile17
  • Uncategorized5
  • Events3

Babak Baru Layanan Kanker Perempuan di Indonesia Dimulai dari BSD City

July 31, 2026

Wrapped in a City: Bagaimana Batik Marunda Menjahit Jiwa Jakarta ke dalam Sebuah Sampir

July 31, 2026

HARSA: Ketika LAKON Indonesia Menemukan Kemewahan dalam Sebuah Proses

July 30, 2026

Akupunktur: Ketika Jarum Halus Menjembatani Kebijaksanaan Kuno dan Ilmu Kedokteran Modern

July 29, 2026

Menenun Masa Depan Mode: Indonesia dan Prancis Satukan Inovasi, Kerajinan, dan Keberlanjutan Lewat PINTU Focus Week 2026

July 29, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

Babak Baru Layanan Kanker Perempuan di Indonesia Dimulai dari BSD City

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA