BIRKENSTOCK Umah Ubud: Ketika Warisan 250 Tahun Bertemu Ritme Kehidupan Bali
Di tengah lanskap seni dan budaya Ubud, BIRKENSTOCK membuka ruang baru yang mempertemukan desain, craftsmanship, komunitas, dan gaya hidup mindful.
Lebih dari dua setengah abad perjalanan membuat BIRKENSTOCK memahami bahwa sebuah desain yang baik tidak selalu harus mengikuti zaman. Ia justru bertahan karena mampu menemukan tempatnya di dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat itulah yang kini dibawa BIRKENSTOCK ke Ubud, Bali, melalui pembukaan BIRKENSTOCK Umah Ubud—toko standalone pertama BIRKENSTOCK di Indonesia yang dirancang bukan sekadar sebagai destinasi ritel, melainkan sebagai ruang yang mempertemukan warisan desain dengan karakter lokal.

Arsitektur yang Berbicara dalam Bahasa Bali
Dengan luas 615,17 meter persegi, BIRKENSTOCK Umah Ubud dirancang oleh Yoka Sara, seniman sekaligus arsitek modern asal Bali. Alih-alih membawa identitas global BIRKENSTOCK secara harfiah, rancangan ruang ini menerjemahkannya melalui bahasa arsitektur yang lebih dekat dengan lingkungan Ubud.
Material lokal menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Batu lava dan anyaman rotan hasil karya perajin setempat berpadu dengan elemen arsitektur Bali, termasuk gerbang tradisional Kori Kuwadi serta motif saput poleng.
Hasilnya adalah ruang yang terasa kontemporer sekaligus berakar. Fasad, interior, hingga pemilihan material alami dirancang untuk menciptakan transisi yang lembut antara identitas BIRKENSTOCK dan karakter Ubud—sebuah pendekatan yang membuat toko ini terasa lebih seperti bagian dari lanskap setempat daripada sebuah ruang ritel yang berdiri sendiri.
Di sinilah gagasan tentang Umah menjadi relevan. Rumah bukan hanya tempat untuk datang dan pergi, melainkan ruang untuk tinggal sejenak, berbincang, bertukar gagasan, dan membangun hubungan.
Sebuah Ruang untuk Berkumpul
Konsep tersebut kemudian diperluas melalui hadirnya ruang komunitas BIRKENSTOCK pertama di Indonesia. Terbagi dalam area indoor yang intim dan rooftop terbuka, ruang ini dirancang untuk mempertemukan warga lokal, wisatawan, serta komunitas kreatif dalam suasana yang lebih santai. Seni, desain, kerajinan, wellness, dan gaya hidup mindful menjadi beberapa benang merah yang akan menghidupkan ruang tersebut.
Sepanjang tahun, program yang dikurasi akan mencakup lokakarya kreatif, sesi seni dan kerajinan, aktivitas DIY, kelas mindfulness dan pengembangan diri, hingga berbagai program wellness serta perayaan budaya dan aktivasi musiman.
Dengan pendekatan ini, BIRKENSTOCK Umah Ubud bergerak sedikit lebih jauh dari definisi sebuah flagship store. Ia menjadi ruang pengalaman—tempat sebuah brand dapat berinteraksi dengan komunitas melalui gagasan dan aktivitas, bukan hanya melalui produk.
Dari Arizona hingga BIRKENSTOCK 1774
Meski pengalaman ruang menjadi salah satu daya tarik utamanya, BIRKENSTOCK Umah Ubud tetap membawa DNA produk yang telah membentuk perjalanan panjang brand ini. Koleksinya mencakup sejumlah siluet ikonik seperti Arizona, Gizeh, Madrid, Boston, dan Ramses, sekaligus berbagai model yang lebih baru, antara lain Shinjuku, Tokio, Florida Platform, Mogami, dan Birki Flow.
Pilihan material pun hadir dalam spektrum yang luas, mulai dari leather, Birko-Flor, EVA, hingga oiled leather, nubuck, dan suede. Koleksi Kids turut melengkapi pilihan bagi keluarga, sementara produk perawatan dan aksesori tersedia untuk menjaga usia pakai setiap pasangan. Namun ada satu penawaran yang membuat destinasi ini memiliki posisi tersendiri bagi para penggemar BIRKENSTOCK.

Selain itu, pilihan edisi terbatas dan kolaborasi eksklusif yang dikurasi khusus untuk lokasi ini memberikan dimensi lain pada pengalaman berkunjung—membuat Ubud tidak hanya menjadi tempat untuk menemukan siluet klasik BIRKENSTOCK, tetapi juga berbagai ekspresi desain yang lebih eksperimental.
Sebuah Babak Baru di Ubud
Pada akhirnya, kekuatan BIRKENSTOCK Umah Ubud tidak semata terletak pada panjangnya sejarah sebuah brand. Yang lebih menarik adalah bagaimana warisan tersebut diterjemahkan kembali dalam konteks yang sangat lokal.
Di Ubud, desain global bertemu material Bali. Craftsmanship bertemu kreativitas kontemporer. Sebuah produk yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari selama puluhan tahun kini mendapatkan ruang baru untuk berinteraksi dengan komunitas yang memiliki cara pandang serupa tentang desain, keseharian, kesehatan, dan pengalaman.
BIRKENSTOCK Umah Ubud menjadi penanda babak baru perjalanan BIRKENSTOCK di Indonesia—bukan hanya tentang membuka sebuah toko, tetapi tentang menciptakan tempat di mana produk, budaya, dan komunitas dapat berjalan beriringan. Sebuah rumah baru, di tengah Ubud, untuk sebuah warisan yang telah berjalan selama lebih dari 250 tahun. (RED |Foto: Dok. BIRKENSTOCK)
