SAEYA Memaknai Seni Mencintai Diri Lewat Permainan Motif dan Gaya Kontemporer
Fashion house terbaru di bawah Modinity ini memperkenalkan koleksi perdananya, Chapter I — The Beginning, dengan mengangkat filosofi bahwa setiap perempuan memiliki cara tersendiri dalam mendefinisikan keindahan dan gaya personal.
Dalam dunia fashion, gaya personal kerap menjadi cerminan dari siapa seseorang sebenarnya. Pilihan warna, motif, hingga siluet bukan sekadar perkara penampilan, melainkan juga cara seseorang menyampaikan karakter tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun.
Gagasan inilah yang menjadi pijakan SAEYA, fashion house terbaru di bawah naungan Modinity, yang memperkenalkan debut perdananya melalui panggung Jakarta Fashion Week 2027 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada 28 Oktober 2026.

Bertajuk Chapter I — The Beginning, koleksi perdana SAEYA membawa filosofi Loving Yourself Is an Art. Sebuah perspektif yang menempatkan kecintaan terhadap diri sendiri sebagai bentuk apresiasi atas karakter, selera, dan pilihan personal setiap perempuan.
Dari pada terpaku pada satu definisi tentang keindahan, SAEYA memandang bahwa setiap perempuan memiliki kebebasan untuk menemukan gaya yang paling merepresentasikan dirinya. Semangat untuk tetap autentik tersebut kemudian diterjemahkan melalui permainan motif dan warna yang menjadi identitas koleksinya.
Dalam koleksi ini, motif tidak sekadar berfungsi sebagai elemen dekoratif. Ragam motif orisinal dan perpaduan warna dirancang sebagai medium ekspresi, memberikan karakter berbeda pada setiap desain. Sementara siluet elegan dengan sentuhan styling kontemporer menjadi pendekatan untuk menghadirkan busana yang memberi ruang bagi eksplorasi gaya.
Menurut SAEYA, tidak ada satu standar yang harus diikuti semua perempuan dalam berpakaian. Pandangan tersebut sekaligus menjadi pesan utama yang ingin disampaikan melalui koleksi perdananya.
“Bagi kami, mencintai diri sendiri berarti berani menjadi diri sendiri, termasuk dalam bergaya. Tidak ada satu standar gaya yang harus diikuti semua perempuan. Melalui ragam motif SAEYA, kami ingin mengajak perempuan mengekspresikan karakternya dan percaya diri dengan apa yang mereka sukai,” ujar Kanya Trihapsari, CMO SAEYA.
Ia menambahkan, filosofi Loving Yourself Is an Art merupakan ajakan untuk menghargai keunikan diri dan tetap setia pada siapa diri kita sebenarnya.

Di balik debut SAEYA, terdapat pula ambisi yang lebih luas dari Modinity untuk memperkuat portofolio bisnis fashion sekaligus menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam.
CEO Modinity, Linda Anggrea, menyampaikan bahwa pengembangan SAEYA sejalan dengan visi grup untuk terus bertumbuh di pasar global. Kehadiran fashion house ini diharapkan dapat memperluas pilihan bagi perempuan, baik di Indonesia maupun pasar internasional.
Sebagai grup yang bergerak di industri modest fashion, Modinity melihat peluang untuk terus mengembangkan brand Indonesia agar mampu bersaing dan memperoleh tempat di pasar global.
Melalui Chapter I — The Beginning, SAEYA menandai langkah awal dalam membangun identitasnya di industri fashion. Sebuah perjalanan yang berangkat dari Indonesia, dengan motif sebagai bahasa visual dan ekspresi personal sebagai gagasan utamanya. (SMS|Foto: SMS & Dok. JFW 2027)
