PEVS 2026 Gambarkan Perkembangan Ekosistem Kendaraan Listrik, dari Mobil Penumpang hingga Solusi Bisnis
Diikuti lebih dari 45 peserta, pameran di JIExpo Kemayoran menampilkan inovasi kendaraan listrik, strategi baru DFSK, jajaran produk MAB, serta berbagai teknologi pendukung mobilitas berkelanjutan.
Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia mulai memperlihatkan arah yang semakin beragam. Jika sebelumnya perhatian pasar banyak tertuju pada mobil penumpang dan sepeda motor listrik, kini elektrifikasi juga merambah kendaraan komersial, transportasi operasional, hingga pengembangan teknologi mobilitas di darat, udara, dan laut.
Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran yang terlihat dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026. Berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pameran ini mempertemukan berbagai pelaku industri untuk memperkenalkan produk, teknologi, serta solusi mobilitas listrik yang menyasar kebutuhan konsumen maupun sektor bisnis.
Lebih dari 45 peserta dari industri kendaraan roda empat, roda dua, dan sektor pendukung turut ambil bagian. Keberagaman peserta tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak lagi hanya berkaitan dengan persaingan produk, tetapi juga mencakup inovasi teknologi, infrastruktur, hingga perubahan pola penggunaan kendaraan.

Project Director PEVS, Michael Bayu Sumarijanto, mengatakan penyelenggaraan pameran ini diarahkan untuk menjadi platform yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat sekaligus mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, keberhasilan PEVS tidak semata-mata diukur dari penyelenggaraan pameran, tetapi juga dari kepuasan seluruh pihak yang terlibat serta dampak yang dihasilkan bagi industri kendaraan listrik di Indonesia.
DFSK Pertegas Identitas Kendaraan Komersial
Salah satu perkembangan menarik dalam PEVS 2026 datang dari PT Sokonindo Automobile melalui DFSK. Perusahaan memperkenalkan emblem baru yang secara khusus digunakan untuk lini kendaraan komersial di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diferensiasi antara kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Melalui identitas visual yang berbeda, DFSK ingin memperjelas karakter masing-masing lini produk sekaligus memudahkan konsumen mengenali kendaraan berdasarkan kebutuhan penggunaannya.
Sementara itu, kendaraan penumpang tetap menggunakan emblem DFSK yang selama ini dikenal pasar. Dengan demikian, perubahan tersebut bukan merupakan pergantian merek secara menyeluruh, melainkan penegasan identitas untuk masing-masing segmen kendaraan di Indonesia. Selain memperkenalkan emblem baru, DFSK juga menawarkan sejumlah program penjualan untuk Gelora E dan E5 Plus selama PEVS 2026.

Untuk Gelora E Blind Van, tersedia subsidi tukar tambah sebesar Rp80 juta, sedangkan Gelora E Minibus memperoleh subsidi Rp85 juta. Konsumen juga mendapatkan fasilitas wall charger beserta instalasi dengan panjang kabel hingga lima meter.
Adapun pembelian kendaraan EC Series disertai fasilitas perawatan berkala gratis selama lima tahun atau 200.000 kilometer, dengan maksimal 10 kali perawatan dasar. Sementara itu, DFSK E5 Plus mendapatkan fasilitas perawatan berkala gratis selama lima tahun atau 100.000 kilometer, maksimal 10 kali perawatan dasar, termasuk suku cadang dan biaya jasa. Seluruh program berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan.
MAB Bidik Kebutuhan Kendaraan Listrik Sektor Bisnis
Jika DFSK menegaskan diferensiasi lini produknya, Mobil Anak Bangsa (MAB) memperlihatkan pendekatan lain melalui pengembangan kendaraan listrik yang diarahkan untuk kebutuhan bisnis dan operasional berbagai sektor.
Dalam pameran ini, MAB menampilkan sejumlah produk utama, di antaranya Chassis 4×2, Ecotruck Blindvan, dan Electro Electric 3 Wheeler. Selain itu, terdapat jajaran produk lain seperti Electro, Ecity, E-Rover, FYY, FBY, dan FOO.
Keberagaman model tersebut mencerminkan upaya MAB menjangkau kebutuhan pasar yang tidak seragam. Karakter bisnis, pola penggunaan, serta kebutuhan operasional menjadi sejumlah pertimbangan dalam pengembangan solusi kendaraan listrik untuk sektor komersial. Segmen ini memiliki karakteristik tersendiri karena penggunaan kendaraan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga efisiensi operasional dan kesesuaian kendaraan dengan aktivitas usaha.
Insentif Pembelian dan Pengalaman Berkendara
Di tengah perkembangan pilihan kendaraan listrik, insentif pembelian masih menjadi salah satu instrumen untuk menarik minat konsumen. Dalam PEVS 2026, Dyandra Promosindo menghadirkan program cashback dengan total nilai hingga Rp200 juta untuk pembelian kendaraan roda dua dan roda empat, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengunjung berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp2,5 juta melalui aktivitas spin wheels di area counter cashback PEVS. Program tersebut berlangsung hingga 1 November 2026, dengan kuota yang masih tersedia selama pameran berlangsung. Selain penawaran transaksi, penyelenggara juga memberikan kesempatan kepada calon konsumen untuk mengenal kendaraan listrik secara langsung melalui fasilitas Test Drive dan Test Ride Indoor.
Melalui kedua program tersebut, pengunjung dapat mencoba kendaraan dari berbagai merek peserta, mengenali karakteristik berkendara, mengevaluasi fitur, serta merasakan performanya sebelum mempertimbangkan keputusan pembelian.
Project Director PEVS, Michael Bayu Sumarijanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh APM dan mitra industri yang telah berkolaborasi menghadirkan beragam produk serta program bagi konsumen. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut di luar area pameran dan berkontribusi terhadap perluasan penerimaan kendaraan listrik di Indonesia.
Melibatkan Generasi Muda hingga Mobilitas Lintas Sektor
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga membutuhkan keterlibatan generasi muda, terutama dalam penguasaan teknologi dan inovasi. PEVS 2026 memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa melalui EV Student Showcase. Program ini menjadi wadah untuk memperkenalkan prototipe, inovasi, serta gagasan teknologi kendaraan listrik hasil karya pelajar dan mahasiswa kepada masyarakat.

Di sisi lain, kreativitas dalam dunia otomotif mendapat ruang melalui EV Fest, sebuah showcase kendaraan listrik modifikasi hasil kolaborasi IAM dan Adipro. Program ini mempertemukan inovasi teknologi dengan kreativitas para pelaku modifikasi kendaraan. Untuk menjangkau pengunjung usia dini, PEVS Push Bike Race juga dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang memperluas pengalaman pengunjung selama pameran.
Cakupan pengembangan mobilitas listrik semakin diperluas melalui Mobility Zone. Area ini menampilkan perkembangan teknologi kendaraan listrik dan mobilitas berkelanjutan dalam tiga sektor, yakni Land Mobility, Air Mobility, dan Marine Mobility.
Dari sisi peserta, PEVS 2026 diikuti sejumlah merek kendaraan roda empat, antara lain BAIC, BYD, Chery, Danza, DFSK, Hyundai, iCar, JAECOO, MAB, MG, Polytron, VinFast, dan Wuling. Sementara itu, segmen kendaraan roda dua diramaikan Alva, AHM, Indomobil E-Motor, Polytron, Selis, United, dan VinFast. Pameran ini juga melibatkan 17 merek industri pendukung yang turut memperkenalkan berbagai produk dan teknologi penunjang ekosistem elektrifikasi.
Dengan cakupan peserta dan program yang semakin beragam, PEVS 2026 memperlihatkan bahwa masa depan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produsen menghadirkan model baru. Kesiapan teknologi pendukung, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, keterlibatan masyarakat, serta kolaborasi antarpelaku industri turut menjadi bagian penting dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. (SMS|Foto: SMS)
