Jangan Abaikan Benjolan di Leher, Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Tiroid
Kanker Tiroid memiliki tingkat kesembuhan tinggi jika terdeteksi lebih awal. Waspadai benjolan yang bergerak saat menelan dan perubahan suara yang menetap.
Kanker tiroid termasuk salah satu jenis kanker dengan tingkat kesembuhan yang relatif tinggi dibandingkan banyak kanker lainnya. Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan penanganan yang tepat. Deteksi dini menjadi faktor penting dalam penanganan kanker tiroid. Semakin cepat penyakit ini ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien dapat dipertahankan dengan baik.

Mengenal Kelenjar Tiroid dan Fungsinya bagi Tubuh
Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher dan menempel pada trakea atau saluran pernapasan. Dalam kondisi normal, ukuran kelenjar ini relatif kecil sehingga tidak terlihat dari luar.
Meski hanya memiliki berat sekitar 25 hingga 30 gram pada orang dewasa, peran tiroid sangat vital bagi tubuh. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, sistem pencernaan, hingga perkembangan dan fungsi sistem saraf.
Ketika terjadi gangguan pada kelenjar tiroid, dampaknya dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari perubahan berat badan hingga munculnya benjolan yang berpotensi menjadi kanker.
Apa Itu Kanker Tiroid?
Dr. dr. Diani Kartini, Sp. B, Subsp. Onk. (K), dokter spesialis beda subspesialis bedah onkologi dari RS Pondok Indah, mengatakan bahwa kanker tiroid terjadi ketika sel-sel abnormal pada jaringan kelenjar tiroid tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas.
“Sebagian besar kanker tiroid berkembang secara perlahan dan memiliki prognosis yang sangat baik apabila ditemukan pada tahap awal. Dengan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai, banyak pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal setelah menjalani pengobatan,” ujar dr. Diani ketika berdiskusi dengan awak media di Jakarta, Selasa (26/5/2026)
Sementara berdasarkan data Globocan 2020, kanker tiroid menempati urutan ke-12 dari seluruh jenis kanker di Indonesia dengan lebih dari 13 ribu kasus baru setiap tahunnya. Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria, bahkan risikonya dapat mencapai empat kali lebih tinggi. Sebagian besar kasus juga ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama rentang usia 50 hingga 54 tahun.

Jenis-Jenis Kanker Tiroid yang Perlu Diketahui:
- Kanker Tiroid Papiler: Kanker tiroid papiler merupakan jenis yang paling sering ditemukan dan menyumbang sekitar 80 persen dari seluruh kasus kanker tiroid. Karakteristik utamanya adalah pertumbuhan yang lambat serta tingkat kesembuhan yang sangat tinggi apabila ditangani sejak dini.
- Kanker Tiroid Folikular: Jenis ini menempati urutan kedua terbanyak dengan proporsi sekitar 10 hingga 15 persen kasus. Dibandingkan tipe papiler, kanker folikular cenderung lebih agresif. Namun, peluang keberhasilan pengobatannya masih tergolong sangat baik.
- Kanker Tiroid Meduler: Kanker tiroid meduler berasal dari sel C pada kelenjar tiroid dan menyumbang sekitar 5 hingga 9 persen kasus.
- Kanker Tiroid Anaplastik: Kanker anaplastik merupakan tipe yang paling jarang ditemukan, namun termasuk yang paling agresif.
Kasusnya hanya sekitar 1 hingga 2 persen dari seluruh kanker tiroid, tetapi membutuhkan penanganan cepat karena pertumbuhannya sangat pesat dan lebih sulit diobati dibandingkan jenis lainnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Tiroid
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker tiroid masih belum diketahui secara jelas. Namun, sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
- Paparan Radiasi: Paparan radiasi pada area kepala dan leher, terutama saat usia anak-anak, menjadi salah satu faktor risiko yang paling dikenal. Dampaknya bahkan dapat muncul bertahun-tahun kemudian, umumnya antara 10 hingga 20 tahun setelah paparan terjadi.
- Faktor Keturunan: Riwayat keluarga dengan kanker tiroid atau kelainan genetik tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit yang sama. Diperkirakan sekitar 5 hingga 10 persen kasus kanker tiroid berkaitan dengan faktor genetik yang diturunkan.
- Kekurangan Yodium: Asupan yodium yang tidak mencukupi dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perubahan abnormal pada jaringan tiroid.

Gejala Kanker Tiroid yang Tidak Boleh Diabaikan
Pada tahap awal, kanker tiroid sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, banyak kasus baru ditemukan ketika benjolan mulai membesar atau menimbulkan gangguan tertentu.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Muncul benjolan di leher yang bergerak saat menelan
- Suara serak yang tidak kunjung membaik
- Sulit menelan atau muncul sensasi mengganjal di tenggorokan
- Sesak napas tanpa penyebab yang jelas
- Batuk berkepanjangan yang tidak berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan
Apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Kanker tiroid merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki peluang kesembuhan sangat baik apabila ditemukan pada tahap awal. Karena itu, kewaspadaan terhadap perubahan pada area leher menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Semakin cepat kanker tiroid terdeteksi, semakin besar kesempatan untuk menjalani hidup yang sehat, aktif, dan produktif. (SOE | Foto: SMS)
