BCA Syariah Mengangkat Isu Kesepian Urban, Spiritualitas, dan Kesehatan Mental Melalui Gerakan “Sahabat Berkahmu”
Di tengah kota yang sibuk, mengapa generasi muda kembali mencari sosok “sahabat” yang tulus? Karena itu di tengah tekanan kehidupan urban Jakarta, BCA Syariah menghadirkan gerakan “Sahabat Berkahmu” yang menggabungkan spiritualisasi kebaikan bersama Masjid Istiqlal serta komunitas lintas generasi.
Di tengah budaya kompetisi, ekspektasi sosial, dan kebutuhan untuk terus membuktikan diri. Manusia ternyata tidak hanya membutuhkan soal pencapaian karier atau kestabilan finansial. Ada kebutuhan yang lebih mendasar: diterima tanpa syarat, didengar tanpa dihakimi, dan ditemani dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian.
Tema inilah yang diangkat BCA Syariah dalam diskusi reflektif bertajuk “Menelusuri Makna Sejati Seorang Sahabat” yang digelar di Resto Terasultan kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin(15/6). Bertepatan dengan momentum usia ke-16 perusahaan, forum ini menjadi bagian dari penguatan proposisi merek terbaru BCA Syariah: Sahabat Berkahmu.
Senior Vice President Div. Head Funding & Services BCA Syariah, Mia R. Amalia, menegaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan partisipasi kebaikan rutin bagi Masyarakat urban yang dinamis di sela aktivitas harian mereka.

“Menjadi sahabat sejati berarti hadir secara relevan di mana komunitas dan nasabah kami berada. Peluncuran kolaborasi fitur di Selasar Istiqlal hari ini merupakan pondasi spiritualnya, yang selanjutnya akan kami bahwa ke ruang interaktif nyata melalui aktivitas akbar bertajuk ‘Rumah Sahabat 2026’ di Senayan City Outdoor Area pada Sabtu dan Minggu, 20-21 Juni mendatang,” papar Mia di hadapan media yang hadir.
Sementara desainer sekaligus publik figur Ivan Gunawan yang juga hadir sore itu, menyoroti fenomena kehidupan urban yang sering kali membuat seseorang harus memenuhi standar yang ditentukan orang lain. Tekanan tersebut sangat nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Ivan, dunia modern sering kali membuat manusia terlalu sibuk mengejar pengakuan eksternal hingga lupa bertanya tentang siapa dirinya sebenarnya. Baginya, refleksi sederhana mengenai keinginan untuk menjadi pribadi yang baik di hadapan Tuhan justru menghadirkan kebebasan emosional yang selama ini dicari banyak orang.
“Ketika saya merenungkan bait kalimat ‘Aku ingin menjadi siapa yang baik menurut Tuhan’, itu menjadi titik balik emosional yang sangat memerdekakan jiwa. Kaum urban tidak lagi sekedar mencari lembaga finansial, melainkan sebuah ekosistem pendukung hidup yang memiliki ‘hati’, sahabat perjalanan yang peduli pada ketenangan nilai hidup, keberkahan sosial, serta menerima kita apa adanya,” ujar Ivan lebih lanjut.

Menampilkan Wajah Manusia di Balik Dunia Finansial
Perspektif yang sama juga diterjemahkan secara visual dalam Digital Video Campaign (DVC) terbaru BCA Syariah. Sutradara Fico Loygara memilih meninggalkan pendekatan komunikasi perbankan yang selama ini identik dengan gedung megah, grafik pertumbuhan, atau citra formal korporasi. Sebaliknya, ia menempatkan manusia sebagai pusat cerita.
Dalam visual kampanye tersebut, terlihat berbagai lapisan masyarakat duduk berdampingan tanpa sekat: pekerja kantoran, pelaku usaha mikro, ibu rumah tangga, hingga generasi muda yang sedang mencari arah hidup.
Gagasan tersebut menemukan resonansi kuat melalui kolaborasi BCA Syariah dengan komunitas Tasawuf Underground. Penggerak Tasawuf Underground, Ustaz Halim Ambiya, menegaskan bahwa setiap manusia memiliki peluang yang sama untuk memperbaiki dirinya, terlepas dari latar belakang sosial maupun masa lalunya.
Dalam kesempatan yang sama, BCA Syariah juga mengumumkan kolaborasi digital bersama Masjid Istiqlal melalui aplikasi mobile banking BSya. Melalui integrasi Rekening Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal ke dalam fitur transfer ZIS (Zakat, Infak, Sedekah), masyarakat kini dapat menyalurkan dana sosial keagamaan dengan lebih mudah, aman, dan transparan.

Program bertajuk Istiqlal #BSyaInfak ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat berfungsi sebagai enabler bagi praktik kebaikan yang lebih sederhana dan berkelanjutan. Tiga pilar utama yang diangkat mencerminkan kebutuhan masyarakat modern saat ini, yaitu spiritual health, financial health, dan mental health.
Rumah Sahabat 2026
Sebagai kelanjutan dari Gerakan Sahabat Berkahmu, BCA Syariah juga akan menghadirkan aktivasi publik yang diusung menyerupai sebuah rumah yang terbuka bagi siapa saja, lengkap dengan area Living Room, Ruang Makan, Ruang Jeda, hingga Ruang Ekspresi di Senayan City outdoor Area pada 20-21 Juni.
Pengunjung akan dapat mengikuti sesi kajian santai bersama Habib Jafar, Ustaz Fatih Karim, Koh Dennis Lim, dan Oki Rengga. Di saat yang sama, tersedia pula kelas kesehatan mental bersama tim ESQ, konsultasi pengelolaan keuangan keluarga, pameran UMKM perempuan binaan WEpreneur, hingga diskusi regenerasi bisnis bersama Prof. Rhenald Kasali.
Nuansa hangat tersebut kemudian dipadukan dengan acara fashion show dari karya desainer Ivan Gunawan, dan juga hiburan melalui penampilan spesial Dewa 19 dan RAN.
Melalui gerakan Sahabat Berkahmu, BCA Syariah tampaknya ingin menegaskan bahwa keberkahan tidak hanya diukur melalui pertumbuhan finansial semata. Ia juga lahir dari relasi yang sehat, ruang yang inklusif, dan keberanian untuk saling menemani dalam perjalanan hidup.
Pada akhirnya, mungkin inilah pesan yang paling relevan di tengah hiruk-pikuk kota besar: bahwa setiap orang membutuhkan seorang sahabat. Bukan untuk mengubah siapa dirinya, melainkan untuk mengingatkan bahwa ia tidak pernah berjalan sendirian. (SMS | Foto: SMS)
