Travel Jadi Prioritas, 63% Masyarakat Indonesia Utamakan Anggaran untuk Perjalanan
Di tengah tekanan ekonomi, tren menunjukkan masyarakat semakin fokus pada pengalaman dan strategi pembayaran yang lebih cerdas.
Perjalanan kini menjadi salah satu prioritas utama masyarakat Indonesia. Studi terbaru dari Visa menunjukkan bahwa sebanyak 63% masyarakat Indonesia menjadikan travel sebagai kategori pengeluaran utama, meskipun di tengah tekanan ekonomi.

Temuan ini berasal dari studi Visa Green Shoots Radar yang menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat. Travel tidak lagi dianggap sebagai kebutuhan sekunder, melainkan bagian penting dari gaya hidup.
Selain itu, konsumen juga semakin strategis dalam memilih metode pembayaran. Kartu kredit lebih banyak digunakan untuk transaksi bernilai besar seperti tiket pesawat dan hotel, sementara uang tunai atau kartu debit tetap menjadi pilihan untuk kebutuhan sehari-hari.
Tren ini sejalan dengan laporan Visa bersama Google mengenai tren perjalanan Asia Tenggara 2026. Dalam laporan tersebut, belanja digital untuk travel di kawasan ini tumbuh sebesar 13,3% sepanjang 2025, melampaui kategori kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan bahan bakar.
Perubahan Perilaku Wisatawan
Studi tersebut juga mencatat perubahan perilaku wisatawan yang semakin jelas. Masyarakat kini cenderung merencanakan perjalanan lebih awal, memilih periode di luar musim ramai, serta mengeksplorasi destinasi alternatif untuk mendapatkan nilai yang lebih baik.
Selain itu, banyak wisatawan mulai menyederhanakan rencana perjalanan agar pengalaman yang didapat lebih bermakna. Perubahan ini turut mendorong meningkatnya ekspektasi terhadap solusi pembayaran, terutama dalam hal kenyamanan dan keamanan.
Kolaborasi Hadirkan Solusi Travel
Menjawab tren tersebut, Visa berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Marriott Bonvoy menghadirkan Marriott Bonvoy® Mandiri Credit Card.
Kartu ini dirancang untuk mengubah pengeluaran sehari-hari menjadi manfaat perjalanan. Pengguna dapat mengumpulkan poin dari transaksi rutin yang terhubung langsung dengan program loyalitas hotel global.

Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan, mulai dari menginap gratis, upgrade kamar, hingga pengalaman eksklusif di jaringan hotel Marriott International yang mencakup lebih dari 30 brand di seluruh dunia. Selain itu, kartu ini juga menawarkan akses lounge bandara serta fitur perjalanan tambahan yang mendukung kenyamanan dan perlindungan saat bepergian, baik domestik maupun internasional.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengatakan bahwa travel kini menjadi bagian penting dari cara masyarakat menjalani hidup, termasuk untuk mengisi ulang energi dan menjaga produktivitas.
“Perjalanan telah menjadi bagian penting dari cara masyarakat Indonesia hidup, terhubung, dan mengisi ulang energi atau mengembalikan semangatnya untuk tetap produktif. Data menunjukkan bahwa mereka secara aktif mengubah perilakunya sesuai gaya hidup yang mereka jalani. Kolaborasi antara Bank Mandiri dan Marriott Bonvoy hadir untuk mendukung perubahan ini, salah satunya melalui solusi pembayaran yang mengubah transaksi sehari-hari menjadi manfaat perjalanan yang bermakna, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Vira Widiyasari.
Dari sisi perbankan, perubahan gaya hidup dan pola konsumsi nasabah turut mendorong kebutuhan akan produk yang lebih relevan dengan keseharian digital mereka. Saptari, Director of Consumer Banking, Bank Mandiri, mengatakan,
“Nasabah Mandiri kini semakin berwawasan global dan terdorong oleh gaya hidup berbasis pengalaman. Melalui kolaborasi ini bersama Visa dan Marriott Bonvoy, kami dapat menghadirkan kartu yang terintegrasi secara alami dalam kehidupan digital nasabah, sekaligus membuat setiap perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi lebih bernilai.”
Bagi para traveler, kartu ini dinilai mampu mengubah pengeluaran rutin menjadi pengalaman perjalanan yang lebih bernilai—mulai dari menginap gratis hingga berbagai fasilitas premium lainnya. Tren ini memperkuat bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terencana dan berorientasi pada nilai dalam bepergian. Travel tidak hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman secara keseluruhan.
Dengan perubahan ini, solusi pembayaran yang mampu menghadirkan manfaat nyata dari setiap transaksi diprediksi akan semakin berperan dalam membentuk masa depan industri perjalanan di Indonesia. (RED | Foto: Istimewa)
