Primaya Fair 2026 Dorong Peran Rumah Sakit dari Hospital Care ke Healthcare dan Medical Tourism
Memasuki dua decade perjalanan, Primaya Hospital Group memperluas peran layanan Kesehatan melalui edukasi, Upaya, promotive-preventif, serta penguatan layanan unggulan untuk mendukung peluang medical tourism Indonesia.
Memasuki dua dekade perjalanan, peran rumah sakit kini tidak lagi semata-mata dipahami sebagai tempat masyarakat mendapatkan pengobatan saat sakit. Edukasi, deteksi dini, pencegahan, hingga upaya menjaga masyarakat tetap sehat menjadi bagian penting dari ekosistem kesehatan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Primaya Fair 2026 yang berlangsung dari 23-27 September 2026 di Main Atrium AEON Mall BSD City. Mengusung tema “20 Years of Excellence, Care That Matters to You”, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 20 tahun perjalanan Primaya Hospital Group sekaligus ruang edukasi kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pembukaan Primaya Fair 2026 dihadiri Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Yanti Herman, SH, MH. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, serta CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali.
Dari rumah sakit untuk masyarakat yang tetap sehat
Menurut dr. Yanti Herman, keberadaan kegiatan seperti Primaya Fair mencerminkan perubahan perspektif mengenai peran rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya hadir ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga memiliki ruang untuk membantu masyarakat memahami kondisi kesehatan, mengenali risiko lebih awal, dan mengambil langkah pencegahan. “Dari hospital care kita bergerak menjadi healthcare,” ujar dr. Yanti Herman.

Perspektif tersebut menempatkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari pelayanan yang lebih luas. Rumah sakit tidak hanya berorientasi pada penanganan pasien, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum munculnya penyakit.
Melalui Primaya Fair, edukasi tersebut dikemas dalam format yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi kegiatan juga memungkinkan informasi kesehatan menjangkau masyarakat dalam ruang yang lebih informal dan mudah diakses.
Dari edukasi kesehatan menuju medical tourism
Perubahan peran rumah sakit juga berkaitan dengan tantangan yang lebih luas, yaitu bagaimana layanan kesehatan Indonesia dapat semakin dikenal, termasuk oleh masyarakat internasional. dr. Yanti menilai penguatan layanan unggulan rumah sakit dapat menjadi salah satu modal Indonesia dalam mengembangkan medical tourism. Menurutnya, kemampuan rumah sakit di dalam negeri perlu diperkenalkan lebih luas sehingga masyarakat memiliki gambaran mengenai kualitas layanan kesehatan yang tersedia di Indonesia.
Primaya Hospital, menurutnya, memiliki peluang untuk memperkenalkan layanan unggulannya kepada masyarakat internasional, termasuk melalui kegiatan expo kesehatan di luar negeri.
Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan medical tourism tidak hanya berkaitan dengan fasilitas medis, tetapi juga bagaimana rumah sakit membangun kepercayaan dan memperkenalkan kompetensi layanan kepada calon pasien.
Banten dan peluang penguatan layanan kesehatan
Dari perspektif Pemerintah Provinsi Banten, posisi wilayah tersebut juga menjadi bagian penting dalam perkembangan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, melihat keberadaan Primaya Hospital BSD sebagai bagian dari penguatan akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat Banten dan wilayah sekitarnya.
Ia juga menilai Primaya Fair dapat menjadi contoh bagaimana edukasi kesehatan dikemas lebih menarik sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas. Upaya promotif dan preventif, menurutnya, perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Banten yang lebih sehat.
Dua dekade membangun kepercayaan
Bagi Primaya Hospital Group, Primaya Fair 2026 juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan selama 20 tahun.
Saat ini Primaya telah memiliki 20 rumah sakit dan mencatat pengalaman melayani 16 juta pasien di Indonesia. Namun, bagi CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, pencapaian tersebut bukan sekadar persoalan jumlah fasilitas maupun pasien yang telah dilayani. “20 tahun bukan hanya tentang angka. Ini tentang kepercayaan,” ujar Leona.
Menurutnya, perjalanan tersebut berkaitan dengan pasien yang datang membawa harapan, keluarga yang mencari kepastian, serta dokter dan tenaga kesehatan yang setiap hari berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Excellence bukan hanya teknologi
Memasuki usia 20 tahun, Primaya juga menempatkan excellence tidak hanya pada teknologi dan fasilitas medis. Leona menjelaskan bahwa unsur knowledge, expertise, technology, dan experience perlu digunakan secara bersama-sama untuk menghasilkan outcome yang benar-benar berarti bagi pasien.
Sementara itu, unsur care diterjemahkan melalui upaya membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan lebih awal, memahami berbagai risiko, serta mengambil langkah yang tepat untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat.
Dengan perspektif tersebut, Primaya Fair 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan dua dekade Primaya Hospital Group. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan layanan kesehatan, edukasi, pencegahan, dan interaksi langsung dengan masyarakat.
Pada akhirnya, pergeseran dari hospital care menuju healthcare menunjukkan bahwa perjalanan layanan kesehatan tidak selalu dimulai ketika seseorang jatuh sakit. Ia dapat dimulai jauh lebih awal—dari pengetahuan, kesadaran, dan keputusan untuk menjaga kesehatan. (SMS|Foto: SMS)
