Met Gala 2026 yang kali ini yang mengusung tema ‘Costume Art’ telah menjadi bahan pembicaraan global menghebohkan. Bukan hanya karena parade fashion yang luar biasa, tetapi juga drama, kontroversi, dan momen viral yang tak ada habisnya. Dari penampilan memukau hingga yang menuai kritik tajam—semuanya terjadi dalam satu malam pada 4 Mei 2026.
Ajang ini memang selalu menjadi pembicaraan hangat setiap tahun berkat penampilan-penampilan mengejutkan dari para selebriti di karpet merah Metropolitan Museum of Art, New York. Media sosial pun penuh dengan perdebatan. Ada yang kagum dengan kreativitas tanpa batas, namun ada juga yang menganggap Met Gala 2026 sudah terlalu jauh dari esensi fashion. Istilah seperti ‘over the top’ dan ‘fashion gone wild’ menjadi tren komentar.
Ada Pujian & Kontroversi Jeff Bezos
Karpet merah Met Gala tahun ini dipenuhi tampilan yang mencolok dan tak biasa. Ada yang dipuji karena inovatif, namun tak sedikit yang dinilai berlebihan hingga sulit dipahami. Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan klasik: apakah Met Gala masih tentang fashion sebagai seni, atau sudah berubah menjadi ajang sensasi visual semata? Banyak penampilan dinilai melenceng jauh dari makna awal, bahkan dianggap sekadar upaya tampil viral. Sebagian kritikus mode menyebut bahwa ‘kebebasan kreatif’ yang terlalu longgar membuat arah estetika acara menjadi kabur.

Kehadiran Jeff Bezos menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan. Bukan hanya soal penampilannya, tetapi juga simbolisme kehadirannya di tengah tema yang menurut sebagian pihak berkaitan dengan isu sosial dan ketimpangan. Jeff Bezos bersama istrinya, Lauren Sánchez, tampil sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chair. Kontribusi mereka disebut mencapai sekitar US$10 juta (setara Rp173,8 miliar). Sayangnya, hal itu justru memicu kritik, karena Jeff Bezos dianggap menghamburkan uang di Met Gala, tapi tidak memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
Kritik bermunculan di media sosial, mempertanyakan relevansi figur miliarder dalam acara yang mengangkat narasi empati, keberlanjutan, atau kesenjangan sosial. Sebagian warganet bahkan menilai kehadiran tokoh seperti Bezos justru menciptakan ironi tersendiri.
Namun di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa Met Gala memang selalu menjadi pertemuan antara dunia mode, bisnis, dan pengaruh global—sehingga kehadiran figur seperti Bezos bukan hal baru. Namun, para pengamat menilai bahwa keputusan untuk menempatkan individu super kaya sebagai penyokong dana utama adalah bentuk penyimpangan dari tradisi Met Gala. Sejak dahulu, acara ini selalu mengandalkan sponsor dari rumah mode mewah atau merek global.
Aktris Zendaya dan penyanyi Lady Gaga yang kerap menjadi pusat perhatian tidak hadir di Met Gala tahun ini. Diketahui bahwa Zendaya telah menjalani bulan-bulan yang padat dengan rangkaian promosi dua proyek terbarunya, The Drama dan musim ketiga serial Euphoria. Gaga pun telah absen sejak tahun 2019.
Sementara itu, perwakilan dari aktris Meryl Streep menepis rumor bahwa ketidakhadirannya terkait langsung dengan polemik sponsor. “Meryl telah diundang ke Met Gala selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah hadir. Meskipun dia menghargai majalah Vogue dan Anna Wintour, serta imajinasi maupun staminanya yang luar biasa, itu bukanlah acaranya,” ungkap perwakilan Streep.

Penampilan Heboh Para Selebriti
Berbagai tamu selebriti yang hadir pun berusaha menyesuaikam tampilannya sesuai tema yang ditentukan. Tampak menyolok perhatian Isha Ambani membalut tubuhnya dengan busana mewah India ke panggung Met Gala lewat saree emas khusus hasil karya Gaurav Gupta. Busana ini menjadi istimewa berkat tenunan benang emas murni dihiasi perhiasan dari koleksi pribadi ibunya, Nita Ambani.
Putri konglomerat tersebut juga melengkapi gayanya dengan kalung berlian rancangan Lorraine Schwartz yang memadukan zamrud 50 karat. Salah satu detail yang unik adalah penggunaan tas mangga kreasi seni pahat dari seniman India, Subodh Gupta.

Sementara, Heidi Klum berpenampilan unik dengan konsep bak sebuah monumen atau patung. Secara keseluruhan, penampilan Klum mulai dari wajah, rambut, hingga busananya didominasi rona putih bersih untuk menonjolkan tekstur dan bentuk layaknya sebuah karya seni pahat.
Setelah 10 tahun disibukkan dengan kegiatan lain, Beyonce tampil memukau di red caret Met Gala mengenakan gaun terinspirasi dari kerangka kreasi perancang busana asal Prancis yang pernah bekerja untuk rumah mode Balmain. Kostum dengan taburan kristal tersebut merupakan representasi dari tema met Gala 2026 yakni ‘Costume Art’ yang ingin mengeksplorasi hubungan antara fashion dan karya seni.

Lengkap dengan hiasan kepala yang futuristik, gaun karya Oliver ini merupakan kostum transparan, membalut tubuh Beyonce, dan menampilkan lekuk tubuhnya. Ia menggunakan skeletal trompe l’oeil fixture, yakni elemen pahatan untuk high fashion yang dirancang agar menciptakan ilusi kerangka tubuh pada bagian luar busana. Tubuh Beyonce berubah menjadi sebuah karya seni yang bergerak.

Sementara, pemain ski yang juga dikenal sebagai model berdarah Tiongkok-AS, Eileen Gu mengenakan dress bernuansa surealis. Gaun hasil kolaborasi desainer Iris van Herpen dan duo seniman A.A. Murakami ini bisa menyemburkan kepulan gelembung sabun sungguhan sepanjang karpet merah. Pembuatan busana berkonsep ketidakkekalan ini memakan waktu hingga 2550 jam dengan 15.000 gelembung kaca yang memantulkan cahaya kamera. Menebarkan kesan dreamy setiap kali ia bergerak.

Emma Chamberlain sendiri tampil mengenakan gaun custom rancangan Mugler menonjolkan pendekatan artistik berbasis lukisan. Referensi visualnya diambil dari karya Vincent van Gogh dan Edvard Munch yang dikenal dengan ekspresi emosional dan sarat permainan warna. Selain itu, gaun tersebut dibuat layaknya karya seni melalui teknik hand-painted oleh seniman Anna Deller-Yee. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar 40 jam dengan puluhan warna dasar, sehingga menghasilkan efek seperti lukisan hidup dengan nuansa watercolor yang lembut, namun tetap dramatis. (Ria Sartika | Foto: Instagram Beyonce/Ishaambani/Heidiklum/Eileengu/Emmachamberlain)
