Skip to content
  Tuesday 21 April 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
Elmediora

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka: Pusat Inovasi Global untuk Masa Depan Industri Laboratorium Nasional

April 15, 2026 Business, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka: Pusat Inovasi Global untuk Masa Depan Industri Laboratorium Nasional

Ajang Lab Indonesia 2026 di ICE BSD City jadi pusat kolaborasi global industri laboratorium dengan 15.000 target pengunjung profesional.

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi & Material dari BRIN, Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng. didampingi Deputy Event Director Kristi Wulandari dan Country Manager PT Pamerindo Indonesia Lia Indriasari meninjau lokasi pameran Lab Indonesia 2026 ICE BSD City.

Transformasi industri laboratorium kian menjadi kunci dalam menjaga standar kesehatan global sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Menjawab dinamika tersebut, ajang Lab Indonesia 2026 resmi dibuka pada Rabu 15 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang, menghadirkan skala internasional yang semakin kuat dan relevan.

Mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness”, pameran ini tidak sekadar menjadi etalase teknologi, tetapi juga platform strategis yang mempertemukan ekosistem laboratorium global. Sebanyak 305 perusahaan dari 16 negara turut berpartisipasi, didukung oleh empat paviliun internasional dan lebih dari 900 inovasi teknologi dari 32 negara. Kehadiran ratusan pelaku industri ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar strategis sekaligus hub pertumbuhan di kawasan.

Sebagai edisi kedelapan, Lab Indonesia telah berkembang menjadi simpul kolaborasi antara pelaku industri, peneliti, akademisi, hingga regulator. Beragam teknologi yang dipamerkan mencakup sistem analitik, bioteknologi dan life sciences, instrumen laboratorium, hingga solusi pengujian dan quality control. Seluruhnya mencerminkan kebutuhan industri terhadap sistem yang semakin presisi, efisien, dan terintegrasi.

Menurut Kristi Wulandari, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, penyelenggaraan tahun ini menandai langkah besar dalam memperluas dampak Lab Indonesia. Ia menekankan bahwa pameran ini tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang semakin luas dan strategis.

“Lab Indonesia terus berkembang sebagai platform yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri Indonesia. Pada edisi ke- delapan ini, kami menghadirkan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta berbagai kolaborasi strategis yang membuka peluang baru bagi pelaku industri, akademisi, dan profesional untuk saling terhubunga dan berkembang,” ujar Kristi dalam kata sambutannya di ICE BSD City.

Dimensi intelektual dari pameran ini diperkuat melalui rangkaian program unggulan seperti LabForum dan LabTalk. Lebih dari 150 sesi konferensi, seminar teknis, hingga demonstrasi langsung digelar untuk mendorong pertukaran pengetahuan terkait perkembangan teknologi, standar global, serta praktik laboratorium berkelanjutan. Tidak hanya itu, program business matching turut difasilitasi guna mempercepat terbentuknya kemitraan konkret antar pelaku industri.

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng. 

Dalam sambutannya, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng. menegaskan bahwa kekuatan ekosistem laboratorium sangat bergantung pada kualitas infrastruktur, akses teknologi mutakhir, serta konektivitas antar pemangku kepentingan.

“Kemajuan riset dan industri sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium, akses teknologi mutakhir, serta konektivitas antarpelaku  eksosistem. Melalui Lab Indonesia, akan terjadi akselerasi transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang kolaborasi strategis a ntara periset, industri, dan pemerintah. Inilah fondasi penting dalam membangun kemandirian teknologi nasional,” papar Prof. Ratno Nuryadi.

Lebih jauh, partisipasi BRIN dalam area Research & Innovation Hub menghadirkan berbagai inovasi mutakhir, termasuk aplikasi nanoteknologi seperti nanopartikel emas, yang membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi berbasis sains di Indonesia.

Tidak hanya berfokus pada teknologi, Lab Indonesia 2026 juga mengintegrasikan pendekatan keberlanjutan melalui berbagai program interaktif. Zona edukatif seperti Learning LabVenture menghadirkan pengalaman langsung bagi pengunjung, termasuk pengujian mikroskopis material kulit. Sementara itu, Laboratory Consultation Clinic memberikan akses konsultasi langsung bagi pelaku industri yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium mereka.

Lab Indonesia 2026 juga mengintegrasikan pendekatan keberlanjutan melalui berbagai program interaktif, tidak hanya berfokus pada teknologi semata.

Aspek kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian melalui kehadiran Mobile Health Station yang menyediakan berbagai layanan pemeriksaan preventif. Pengunjung juga dapat menikmati Wellness Corner, yang menghadirkan layanan relaksasi dan terapi sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesejahteraan.

Melalui pendekatan ini, Lab Indonesia tidak hanya menempatkan keberlanjutan sebagai wacana, tetapi sebagai praktik nyata dalam operasional dan pengembangan industri laboratorium. Isu efisiensi sumber daya, praktik ramah lingkungan, hingga kolaborasi lintas sektor menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh rangkaian program.

Dengan area pameran seluas 14.500 meter persegi dan target hingga 15.000 pengunjung profesional, Lab Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi industri laboratorium nasional. Lebih dari sekadar pameran, ajang ini menjadi refleksi arah masa depan—di mana inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan berpadu untuk mendorong Indonesia menuju daya saing global yang lebih tinggi. (SMS | Foto: SMS)

 

 

ICE BSD Cityindustri laboratoriumindustri laboratorium IndonesiaLab Indonesia 2026Lab Indonesia 2026 ICE BSD City teknologi laboratoriumpameran laboratorium Indonesiateknologi laboratorium
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Ford Perkuat Komitmen di Indonesia Lewat Experience Center Sunter

April 18, 2026
Popular categories
  • What's On146
  • Fashion58
  • Business54
  • Beauty51
  • Health50
  • Lifestyle39
  • Headline37
  • Profile12
  • Uncategorized7
  • Events6
  • General4
  • News4

Ford Perkuat Komitmen di Indonesia Lewat Experience Center Sunter

April 18, 2026

Kalila Padel Cup Vol.2: Turnamen Padel Bergengsi Siap Ramaikan Jakarta 2026

April 18, 2026

BMW Group Festival of JOY 2026: Perpaduan Warisan, Inovasi, dan Gaya Hidup Premium

April 17, 2026

Bhutan, Destinasi Slow Travel untuk Healing: Menemukan Ketenagan di Negeri Naga Guntur

April 16, 2026

Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Cegah Anemia dan Tingkatkan Kognitif di Setiap Tahap Kehidupan

April 16, 2026

Imagination will often carry us to worlds that never were, But without video

We are what our thoughts have made us, so take care about what you think

As long as poverty, injustice and gross inequality persist in our world video

What we have once enjoyed we can never lose. All that we love deeply becomes a part of us

Ford Perkuat Komitmen di Indonesia Lewat Experience Center Sunter

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA