Skip to content
  Friday 6 November 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM dan Industri Besar, Bidik Rantai Pasok Pangan yang Lebih Inklusif

November 4, 2026 Business, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM dan Industri Besar, Bidik Rantai Pasok Pangan yang Lebih Inklusif

Kolaborasi melalui Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 dan Krista InterFood menjadi salah satu langkah memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing IKM pangan nasional.

Keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri pangan nasional masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan. Namun, kemampuan menghasilkan produk berkualitas saja belum cukup. IKM juga dituntut memiliki kapasitas produksi, standar keamanan pangan, serta konsistensi pasokan agar dapat memenuhi kebutuhan industri berskala besar.

Melalui program Indonesia Food Innovation (IFI), Kemenperin memberikan pendampingan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas sekaligus mempersiapkan produk sesuai kebutuhan pasar.

Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam talkshow bertajuk “Kemitraan IKM dan Industri Besar: Memperkuat Rantai Pasok Pangan” yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) 2026, berkolaborasi dengan Krista InterFood 2026 di NICE PIK 2, Tangerang (Rabu 4 November 2026).

Diskusi ini mempertemukan pelaku IKM, asosiasi industri, penyelenggara pameran, dan pemerintah untuk membahas peluang sekaligus tantangan membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Salah satu perspektif datang dari Eko Pratama, perwakilan PT Rasaprima Sukses Makmur yang merupakan peserta IFI 2023 kategori Intermediate Product. Ia berbagi pengalaman mengenai proses pendampingan yang dijalani melalui program tersebut, termasuk manfaat dan tantangan dalam meningkatkan kapasitas usaha agar lebih siap menjalin kerja sama dengan industri yang lebih besar.

Strategi tersebut membuka peluang pertumbuhan baru. Rasaprima kini memasok sejumlah grup usaha, di antaranya Ismaya, Boga Group, dan J Culinary, dengan produk berupa bumbu masakan Indonesia, bumbu nasi goreng roa, serta sambal ikan roa. Kapasitas produksinya saat ini mencapai sekitar 500 ton per tahun, meningkat signifikan dibandingkan produksi awal yang berada di kisaran 20 ton.

Eko mengatakan perusahaan terus menjaga konsistensi rasa sekaligus menyesuaikan formulasi produk berdasarkan kebutuhan pelanggan.

“Kami tetap menggunakan rasa yang menjadi ciri khas produk, tetapi juga terbuka terhadap kebutuhan customer,” ujar Eko Pratama.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan IKM membutuhkan proses yang tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk. Penguatan kapasitas produksi, tata kelola usaha, dan kesiapan memenuhi kebutuhan pasar juga menjadi bagian penting agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing.

Dari sisi industri, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menekankan bahwa kesiapan IKM menjadi faktor penting dalam membangun hubungan kemitraan. Industri besar membutuhkan mitra yang tidak hanya mampu menjaga mutu produk, tetapi juga menjamin konsistensi kualitas, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, serta kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.

Ditjen IKMA Kemenperin, Indra Akbar Dilana, mengatakan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi pelaku IKM sebelum dapat menjadi pemasok industri besar.

Sementara itu, Krista sebagai penyelenggara pameran melihat ajang seperti Krista InterFood memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar ruang promosi. Kehadiran IKM dalam pameran berskala internasional dapat membuka akses terhadap jejaring bisnis, calon pembeli, dan mitra potensial dari berbagai pasar.

Interaksi langsung dengan pelaku industri dan pembeli juga memberikan kesempatan bagi IKM untuk memahami kebutuhan pasar, memperkenalkan keunggulan produk, sekaligus menjajaki peluang kerja sama komersial.

Dukungan pemerintah menjadi elemen lain yang diperlukan untuk mempertemukan potensi IKM dengan kebutuhan industri. Indra Akbar Dilana dari Direktorat IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pembinaan IKM pangan dilakukan melalui berbagai program, mulai dari Indonesia Food Innovation (IFI), peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi standardisasi dan sertifikasi, hingga promosi dan perluasan akses pasar.

Pemerintah juga memberikan dukungan melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan untuk membantu meningkatkan kemampuan produksi IKM. Berbagai fasilitasi tersebut diarahkan agar pelaku usaha semakin siap memenuhi kebutuhan pasar dan membangun kemitraan dengan industri yang lebih besar.

Untuk memperluas kemitraan dengan industri besar, kapasitas IKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga kesiapan memenuhi spesifikasi, standar kualitas, dan kebutuhan mitra usaha.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, penyelenggara pameran, dan pelaku industri, penguatan IKM diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap struktur industri pangan nasional. Peluang pengembangan produk intermediate juga terbuka untuk komoditas lokal lain, termasuk jengkol atau pete misalnya, yang notabene cukup digemari oleh masyarakat Indonesia dan memiliki harga jual lumayan mahal. Menanggapi kemungkinan pengolahan komoditas tersebut, Indra mengatakan IKM dapat menjajaki kerja sama dengan petani maupun pelaku usaha, terutama saat terjadi kelebihan pasokan yang menyebabkan harga turun

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengolah jengkol menjadi produk bernilai tambah. Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah mengolahnya menjadi tepung, kemudian dikembangkan menjadi berbagai bentuk produk olahan baru.

“Ya, itu bisa menjadi salah satu alternatif pengembangan produk,” ujar Indra seraya tersenyum.

Pada akhirnya, kemitraan antara IKM dan industri besar bukan hanya tentang mempertemukan pemasok dengan pembeli. Hubungan tersebut juga menjadi peluang untuk membangun rantai pasok yang lebih inklusif, memperluas kontribusi pelaku usaha lokal, serta menciptakan pertumbuhan industri pangan yang berkelanjutan.

Indonesia Food Innovation 2026 bersama Krista InterFood menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan kemampuan IKM dengan kebutuhan pasar. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang terbuka melalui forum dan pameran tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis yang nyata dan berkesinambungan. (SMS|Foto: SMS)

 

 

business matchingIKM pangan masuk rantai pasok industri besarIndonesia Food InnovationKemenperinkemitraan IKM dan industri besapengembangan IKM panganproduk intermediate pangan
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Bukan Sekadar Adu Keterampilan, IFBEC Jadikan Kompetisi Panggung Profesionalisme Hospitality

November 6, 2026
Popular categories
  • What's On390
  • Headline121
  • Business112
  • Lifestyle110
  • Fashion106
  • Health78
  • Beauty72
  • Profile18
  • Uncategorized5
  • Events3

Bukan Sekadar Adu Keterampilan, IFBEC Jadikan Kompetisi Panggung Profesionalisme Hospitality

November 6, 2026

Shangri-La: Ketika Estetika Oriental Bertemu Modest Fashion dalam Kreasi Lina Sukijo

November 5, 2026

Industri Pangan Indonesia Punya Modal Besar, Penguatan Bahan Baku Jadi Kunci Daya Saing Global

November 5, 2026

Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM dan Industri Besar, Bidik Rantai Pasok Pangan yang Lebih Inklusif

November 4, 2026

KRISTAInterFOOD 2026 Tarik 1.100 Peserta dari 16 Negara, Industri Pangan Indonesia Bidik Pasar Global

November 4, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

Bukan Sekadar Adu Keterampilan, IFBEC Jadikan Kompetisi Panggung Profesionalisme Hospitality

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA