Gerakan Masjid Bersih 2026: WIPOL Jangkau 54.000 Masjid, Dorong Kepedulian untuk Marbot
Dan mengajak masyarakat mendukung kesejaheteraan marbot lewat kampanye #BerikanWaktuyUntukKebaikan
Menjaga kebersihan rumah tentu sudah menjadi bagian dari keseharian banyak keluarga Indonesia. Namun bagi WIPOL, kebersihan tak berhenti di pintu rumah. Selama sepuluh tahun terakhir, brand pembersih lantai ini konsisten memperluas komitmennya ke ruang-ruang publik yang juga menjadi pusat aktivitas masyarakat: masjid.
Melalui program Gerakan Masjid Bersih (GMB), hasil kolaborasi bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Unilever Indonesia, upaya menghadirkan masjid yang bersih dan nyaman terus dilakukan, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadan. Memasuki tahun ke-10 pelaksanaannya, program ini telah menjangkau lebih dari 324.000 masjid di berbagai wilayah Tanah Air.
Tahun 2026, sebanyak 54.000 masjid di 12 provinsi menjadi bagian dari kegiatan bersih-bersih ini. Setengah dari total alokasi donasi difokuskan ke wilayah di Pulau Sumatra yang terdampak bencana dan membutuhkan perhatian lebih besar dalam proses pemulihan.

Marbot, Sosok di Balik Nyamannya Masjid
Masjid di Indonesia bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul, belajar, dan mempererat kebersamaan. Di balik kebersihan dan kenyamanan tersebut, ada peran marbot yang kerap luput dari sorotan. Setiap hari, marbot membuka dan menutup masjid, membersihkan ruangan, memastikan tempat wudhu siap digunakan, hingga menjaga keamanan setelah jamaah pulang. Tidak sedikit dari mereka yang bekerja jauh dari keluarga dengan penghasilan terbatas, namun tetap menjalankan tanggung jawab dengan penuh dedikasi.
Tahun ini, Gerakan Masjid Bersih secara khusus menyoroti pentingnya peran marbot. Keberlangsungan aktivitas ibadah dan sosial di masjid sangat bergantung pada kerja konsisten mereka. Karena itu, kampanye #BerikanWaktuUntukKebaikan dihadirkan untuk mengajak masyarakat memberi perhatian dan dukungan nyata kepada para penjaga rumah ibadah tersebut.
Nurdiana Darus, Director of Communication, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, menyampaikan bahwa selama satu dekade, program ini menjadi wujud komitmen jangka panjang untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, masjid yang bersih dan nyaman tidak terlepas dari kontribusi marbot yang bekerja setiap hari dengan penuh tanggung jawab.
Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Marbot
Apresiasi terhadap marbot dinilai sebagai bentuk kepedulian umat terhadap penjaga rumah ibadah. Namun pada praktiknya, kesejahteraan mereka kerap kurang mendapat perhatian. Masih ada anggapan bahwa tugas marbot semata-mata adalah bentuk pengabdian yang cukup dibalas dengan keikhlasan, bukan dukungan yang layak.
Melihat kondisi tersebut, tahun ini WIPOL mengalokasikan 2,5% dari keuntungan penjualan produknya untuk mendukung kesejahteraan marbot. Bentuk dukungan itu antara lain distribusi 54.000 paket kebersihan ke masjid-masjid di berbagai daerah, pemberangkatan dua pasang marbot untuk ibadah umroh, serta pemberian THR mudik bagi 20 marbot.
Figur publik Fadil Jaidi yang terlibat dalam program tahun ini juga mengungkapkan pandangannya. Menurutnya, banyak orang menikmati masjid yang bersih tanpa menyadari proses dan dedikasi di baliknya. Setelah melihat langsung keseharian marbot, ia menyadari bahwa kebersihan adalah hasil dari waktu dan tenaga yang diberikan secara konsisten.
Melalui Gerakan Masjid Bersih 2026, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: kebersihan masjid bukan hanya tanggung jawab marbot, melainkan tanggung jawab bersama. Meluangkan sedikit waktu dan perhatian bisa menjadi bentuk kebaikan yang berdampak besar bagi mereka yang setiap hari menjaga rumah ibadah tetap nyaman untuk semua. (SMS | Foto: SMS)
