Skip to content
  Monday 13 April 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
Elmediora

Retrospeksi Napak Tilas Seni, Jejak Ingatan Arsitek dan Kolektor Seni Hendra Hadiprana

August 24, 2025 Art & Culture
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Untuk mengenang kelahiran arsitek dan kolektor seni serta founder galeri seni pertama di Indonesia, Galeri Hadiprana, keluarga Hendra Hadiprana menggelar Pameran Retrospeksi Napak Tilas Seni. Pameran Retrospeksi yang dihelat pada 23 Agustus sampai 15 September 2025 akan memamerkan jejak-jejak koleksi arsitek kampiun tersebut dengan karya-karya seniman maestro seni modern, seperti Gregorius Sidharta Soegijo, Sadali, Srihadi, Ad Pirous, Jeihan, Yusuf Affendi, dan lainnya.

Putri sulung Hendra, Puri Hadiprana, seorang  profesional di bidang seni, arsitektur, dan desain, sekaligus Commissioner dari Hadiprana Design dan pendiri Hadiprana Art Centre menyatakan: “Pameran sejatinya, selain ingin mengenang kelahiran ayah pada bulan Agustus juga mensakralkan perayaan HUT Republik Indonesia ke-80, sekaligus menengok ulang ingatan sejarah tentang kecintaannya pada seni modern Indonesia”.

“Napak Tilas adalah saat semua orang tak meninggalkan sejarah, meski zaman terus berubah,  koleksi-koleksi ini meneguhkan bahwa seni itu jujur dan dicintai dengan hati di tiap era dan  menorehkan kecintaan yang tak pernah mati, seperti ayah saat awal terpikat pada seni modern” ujarnya tambahnya. Puri menerangkan bahwa ayahnya, yang biasa disebut sejawatnya sebagai Om Henk, saat pertama kembali ke Indonesia pada 1957. Usai menamatkan studi desain interior dan arsitektur di Akademik Minerva Afdeling Architectuur, Groningen, Negeri Belanda terpikat pada karya lukisan Penyaliban Yesus karya G.Sidharta di Hotel Des Indes.

“Pertanyaan terpenting bagi ayah adalah bagaimana menawarkan arsitektur dan interior bukan hanya sebagai tempat, tetapi juga sebagai seni yang memiliki sentuhan individual,” ujar Puri. Ia teringat sentuhan personal itu, yang mengilhami sebagai arsitek, dengan lukisan pertama koleksi ayahnya, karya G Sidharta yang dikejar dan dibelinya dalam setahun.

Pameran Retrospeksi menampilkan sejumlah perupa lebih muda yang menjadi mitra Hendra Hadiprana tatkala masih hidup, seperti Wayan Bawa Antara, Made gunawan, Putu Bonus dan Ketut Seno juga koleksi keluarga seniman senior di Pameran Napak Tilas ini. “Seperti yang dituturkan Om Henk, seniman-seniman Indonesia tak kalah dengan karya seniman Eropa, karena itu sejak balik dari Belanda komitmennya ingin menjadi bagian dari seni dan budaya Indonesia sepenuhnya,” ujar Johanda sebagai manager galeri Hadiprana.

Johanda, yang telah mengabdi lebih dari 26 tahun dan menjadi mitra terdekat Hendra Hadiprana mengaku bahwa kolektor seni itu benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa bisa bersahabat dengan para seniman yang ia dukung. “Om Henk mengamati perkembangan tiap seniman, hasratnya pun kecakapan skill-nya, sebab karya-karyanya cerminan sejati dari kecerdasan, hati, dan jiwa para seniman Indonesia,” lanjutnya.

Dalam ingatan dan saksi-saksi hidup, Hendra Hadiprana arsitek serta kolektor kenamaan ini satu saat menyampaikan, sebagai yang disebut hampir dalam tiap lini bisnisnya, dalam misi dan visi  perusahaan yang dibangunnya. “Saya sungguh bersemangat tidak hanya tentang bagaimana arsitektur dan desain memengaruhi kehidupan manusia, tetapi juga tentang apa yang saya lakukan dan saya yakini. Dalam mimpi saya, arsitektur adalah cara hidup, sebuah sikap untuk menghargai seni dan budaya. Arsitektur dan seni-budaya adalah bagian integral dan tak terpisahkan, ” tambah Hendra Hadiprana. (Red. Elmediora | Foto: Dok. Galeri Hadiprana)

Hadiprana GalleryHendra HadipranaJejak Ingatan ArsitekKolektor SeniNapak Tilas SeniPameran Retrospeksi
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Pesan Paskah 2026 Kardinal Suharyo: Dari Kegelapan Menuju Terang, Krisis Bangsa, dan Harapan Indonesia

April 5, 2026
Popular categories
  • What's On138
  • Fashion58
  • Business51
  • Beauty50
  • Health49
  • Headline35
  • Lifestyle35
  • Profile12
  • Uncategorized7
  • Events6
  • General4
  • News4

Elegansi dalam Setiap Tegukan: Menyelami Dunia Sake Premium Jepang 

April 12, 2026

Karuizawa Japanese Whisky Langka Jadi Sorotan di Whisky Live Jakarta 2026

April 12, 2026

Whisky Live Jakarta 2026: Dari Whisky ke Wine & Sake, Evolusi Festival Premium di Indonesia  

April 11, 2026

APTRINDO Menegaskan: Transisi Efisiensi Energi Listrik di Sektor Logistik Menjadi Harapan Baru dan Tantangan Besar Arah Kebijakan Indonesia

April 10, 2026

Hino Luncurkan Bus 4×4 Terbaru untuk Medan Ekstrem di GIICOMVEC 2026

April 9, 2026

Imagination will often carry us to worlds that never were, But without video

We are what our thoughts have made us, so take care about what you think

As long as poverty, injustice and gross inequality persist in our world video

What we have once enjoyed we can never lose. All that we love deeply becomes a part of us

Elegansi dalam Setiap Tegukan: Menyelami Dunia Sake Premium Jepang 

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA