Skip to content
  Tuesday 17 March 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
Elmediora

Perkuat Kolaborasi Indonesia-Prancis, PINTU Incubator Kenalkan Residency Program Pererat Hubungan Kreatif Dua Negara

July 12, 2025 Fashion
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Semakin berperan lebih dalam pada program bilateral yang strategis, PINTU Incubator kembali mendukung kreator muda dua negara yaitu Indonesia dan Prancis. PINTU mengulas capaian selama tiga tahun terakhir, sekaligus memperkenalkan program terbarunya: Residency Program. Ini dirancang sebagai langkah baru mempererat hubungan kreatif dua negara melalui pendekatan langsung dan kolaboratif.

Sejak diluncurkan pada 2022, PINTU Incubator telah menjadi wadah pengembangan bagi desainer muda melalui proses kurasi, mentoring professional, pertukaran budaya, pengalaman profesional, dan eksposur ke pasar global, program ini menghubungkan para desainer muda dengan para ahli, institusi, dan ekosistem kreatif dari kedua negara. Dalam tiga tahun, PINTU telah menjaring lebih dari 10.000 brand yang tertarik, memilih 51 peserta terinkubasi, dan melibatkan 86 mentor ahli,  termasuk 33 dari Prancis.

Apresiasi Terus Mengalir

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional, PINTU menandatangani MoU kerjasama dengan École Duperré Paris, salah satu institusi seni dan mode terkemuka di Prancis. Penandatanganan yang dilakukan oleh Thresia Mareta, co-initiator PINTU Incubator dan Alain Soreil, Direktur École Supérieure des Arts Appliqués Duperré. Berlangsung pada 28 Mei 2025 di Rumah Tradisional Kudus, Bentara Budaya, dan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati serta Chairman JF3 Soegianto Nagaria.

Thresia Mareta, Co-initiator PINTU Incubator sekaligus Founder LAKON Indonesia, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk kunjungan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati dan dukungan langsung dari pemerintah Prancis. Presiden Emmanuel Macron secara khusus menyampaikan dukungannya terhadap program PINTU saat berpidato 29 Mei lalu di Candi Borobudur, menyebutnya sebagai bentuk nyata kerja sama budaya yang perlu terus dikembangkan. “Saat Presiden Macron menyebut langsung program PINTU dalam pidatonya di Candi Borobudur, saya menyadari bahwa itu bukan hanya pengakuan atas program kami, tapi juga simbol kuat bahwa budaya, pendidikan, dan kreativitas bisa menyatukan dua bangsa.” ujar Thresia Mareta, Co-initiator PINTU Incubator dan Founder LAKON Indonesia.

Tahun 2025 menjadi tonggak baru bagi PINTU Incubator dengan diluncurkannya Residency Program, sebuah program residensi untuk desainer muda Prancis yang dirancang untuk menciptakan pertemuan langsung antara kreativitas Prancis dan kekayaan budaya Indonesia. Selama tiga bulan. peserta akan tinggal dan berkarya di 2 wilayah Indonesia, mempelajari teknik batik di Jawa dan mengeksplorasi tenun tradisional di wilayah timur Indonesia.

Tahun ini, dua desainer muda Prancis yang terpilih adalah Kozue Sullerot dan Priscille Berthaud. Keduanya magang di LAKON Indonesia, berkolaborasi menciptakan koleksi lintas budaya yang nantinya akan dipresentasikan di LAKON Store dan ajang bergengsi Premiere Classe Paris.

“Residency Program ini adalah langkah nyata kami untuk memperdalam kolaborasi lintas budaya. Melalui program ini mereka langsung bekerja dengan para artisan dan melakukan proses kreatif bersama. Mereka bukan hanya mendapat pelatihan teknis, tapi juga mendapatkan pengalaman profesional dan personal,” ujar Thresia Mareta.

Dorong Lahirnya Brand-brand Potensial

Chairman JF3 dan Co-initiator PINTU Incubator, Soegianto Nagaria, turut menyoroti perjalanan PINTU sebagai bagian dari komitmen jangka panjang JF3 dalam membina industri mode Indonesia. “Selama lebih dari dua dekade, JF3 terus mendorong pertumbuhan talenta muda, mengembangkan bisnis fashion, mengangkat pengrajin dan karya tangan tradisional, dan membuka peluang kolaborasi lintas industri dan lintas negara. Konsistensi ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun ekosistem yang hidup dan berkelanjutan. Kami tidak hanya merayakan kreativitas, kami berinvestasi di dalamnya dan mengarahkannya ke pasar nyata serta eksposur global,” ujarnya.

Menurut Soegianto, setelah tiga tahun berjalan, PINTU Incubator tidak hanya memenuhi ekspektasi, tetapi telah menjadi platform penting dalam mendorong lahirnya brand-brand potensial dengan perspektif internasional. Dalam kesempatan yang sama, PINTU Incubator juga mengumumkan enam brand yang akan tampil di JF3 Fashion Festival 2025, yaitu: CLV, Dya Sejiwa, Lil Public, Nona Rona, Rizkya Batik, dan Denim It Up.

Sebagai hasil dari proses inkubasi selama enam bulan, ketiga brand ini akan mempresentasikan koleksi dalam sebuah show kolaboratif bertajuk “Echoes of the Future by PINTU Incubator featuring École Duperré”, yang akan diselenggarakan pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 16.30 WIB di Summarecon Mall Kelapa Gading, sebagai bagian dari rangkaian JF3 Fashion Festival 2025. Kolaborasi ini juga akan melibatkan tiga siswa dari École Duperré Paris: Pierre Pinget, Bjorn Backes, dan Mathilde Reneaux.

Melalui koleksi bersama yang akan ditampilkan, para desainer dari Indonesia dan Prancis akan merayakan perpaduan antara nilai-nilai tradisional dan semangat inovasi. Dengan serangkaian program dan pencapaian yang terus berkembang, PINTU Incubator berdiri sebagai model inkubasi mode yang tidak hanya relevan, tetapi juga visioner. PINTU bukan sekadar program pelatihan, melainkan PINTU antar bangsa, antar generasi, dan antar pemikiran. Di sinilah masa depan mode Indonesia dibentuk: kolaboratif, berakar budaya, dan siap menembus dunia. (Red. Elmediora | Foto: Dok. PINTU Incubator)

École Duperré ParisIndonesia PrancisJF3Perkuat KolaborasiPINTU IncubatorProgram BilateralResidency ProgramSoegianto NagariaThresia Mareta
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Buttonscarves Gusung Pendekatan Cultural Storytelling Mesir dan Maroko dalam Raya 2026 Campaign

March 16, 2026
Popular categories
  • What's On113
  • Fashion55
  • Beauty50
  • Health47
  • Business39
  • Headline25
  • Lifestyle24
  • Profile10
  • Uncategorized7
  • Events6
  • General4
  • News4

GERD Kambuh Saat Mudik Tak Perlu Panik, Berikut Pertolongan Pertama Penanganan GERD di Perjalanan

March 17, 2026

Buttonscarves Gusung Pendekatan Cultural Storytelling Mesir dan Maroko dalam Raya 2026 Campaign

March 16, 2026

SK-II Buka Gerai Eksklusif Pertama di Indonesia Berikan Pengalaman World of Pitera

March 15, 2026

Film Jangan Buang Ibu Persembahan Leo Pictures Ingatkan Anak untuk Tidak Biarkan Orang Tua Sendiri Kesepian

March 14, 2026

Sapporo Cardio Vascular Clinic Hadir di Indonesia Lakukan Operasi TAVI Pertama di Bali International Hospital

March 13, 2026

Imagination will often carry us to worlds that never were, But without video

We are what our thoughts have made us, so take care about what you think

As long as poverty, injustice and gross inequality persist in our world video

What we have once enjoyed we can never lose. All that we love deeply becomes a part of us

GERD Kambuh Saat Mudik Tak Perlu Panik, Berikut Pertolongan Pertama Penanganan GERD di Perjalanan

About Us Editorial Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA