Läderach: Dari Pegunungan Swiss ke Jantung Jakarta, Sebuah Perjalanan Rasa Mewah Dari Cokelat Kelas Dunia. Kehadiran Läderach, chocolatier premium asal Swiss, kini hadir di Senayan City dan Plaza Indonesia Jakarta. Nikmati pengalaman cokelat mewah dengan konsep FrischSchoggi™ dan kualitas bean-to-bar kelas dunia.
Dunia lifestyle Jakarta kembali kedatangan nama besar internasional. Setelah sukses memikat para penikmat cokelat premium di berbagai kota dunia, Läderach Chocolatier Suisse kini resmi membuka butik eksklusifnya di pusat perbelanjaan paling prestisius di ibukota: Plaza Indonesia. Pembukaan ini menyusul kehadiran gerai pertama mereka di Senayan City.
Kehadiran Läderach bukan sekadar ekspansi retail, tetapi juga penanda meningkatnya selera pasar Indonesia terhadap produk artisan kelas dunia. Berbagai cokelat diimpor langsung dari Swiss dengan lebih dari 29 varian rasa, termasuk FrischSchoggi™ (cokelat berbentuk lempengan besar segar dan mudah dipecah) yang merupakan produk unggulan, Pralines, dan Truffle.

Sebelum membuka gerai butik cokelatnya di Indonesia, Läderach sudah membuka pasar di negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Menurut Cornelia Tjai, Brand Manager Läderach, saat ini adalah waktu yang tepat mengingat membawa brand premium seperti Läderach ke Indonesia memang tidak mudah.
“Saat ini pasar makanan premium di Indonesia memang sedang berkembang pesat. Kami sudah hadir di banyak negara sebelumnya, tetapi untuk Indonesia memang baru sekarang waktu yang tepat,” ujar Cornelia Tjai, Ketika dijumpai pada pembukaan gerai butik Läderach di Plaza Indonesia, Selasa (3/3/2026).
Didirikan pada tahun 1962 di kaki pegunungan Alpen di kota Glarus, Swiss, oleh Rudolf Läderach Jr., dan berkat inovasi unik dan mengutamakan kualitas cokelat segar yang dibuat lewat tangan dinginnya, kini Läderach terkenal di seluruh dunia dan menjadi salah satu chocolatier premium paling dihormati secara global. Reputasinya dibangun atas tiga pilar utama:
- Kualitas bahan baku terbaik
- Teknik produksi presisi Swiss
- Kesegaran produk yang tak tertandingi
Sebagai brand yang mengusung pendekatan bean-to-bar, Läderach mengontrol proses produksinya mulai dari pemilihan biji kakao hingga cokelat siap santap. Standar inilah yang memastikan setiap gigitan memiliki karakter rasa yang konsisten, bersih, dan elegan.

“Dan kami menggunakan campuran milk chocolate dan dark chocolate, sehingga menurut saya rasanya tidak terlalu manis sampai saya menambahkan lebih banyak milk chocolate,” ujar Felicitas vom Bey, Head of Sales Training and Development Läderach Swiss.
FrischSchoggi™️: Ikon yang Mengubah Cokelat
Signature dari Läderach adalah FrischSchoggi™ – lempengan cokelat segar berukuran besar yang dipajang di counter butik dan dipotong langsung sesuai permintaan pelanggan. Inilah yang membuat Läderach tampak berbeda dari brand cokelat internasional lainnya. Konsep ini juga membuatnya lebih unggul karena:
- Fokus pada kesegaran, bukan produksi massal
- Kontrol kualitas dari biji kakao hingga butik
- Inovasi rasa tanpa meninggalkan teknik tradisional
- Identitas Swiss craftsmanship yang kuat
- Ekspansi global yang tetap mempertahankan eksklusivitas
- Tekstur lebih lembut dan kaya
Inilah alasan mengapa Läderach tidak hanya dikenal sebagai cokelat premium, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern. Varian rasa yang kaya dan popular meliputi kombinasi dark chocolate dengan pistachio panggang, milk chocolate dengan hazelnut, hingga white chocolate dengan buah beri asam manis. Menurut Felicitas, adanya perpaduan tekstur crunchy dan creamy menjadi ciri khas yang sulit ditiru.
“Lalu di dalamnya ada tiga jenis kacang yang berbeda. Ada pistachio panggang, ada irisan almond yang juga sudah dipanggang, dan ada hazelnut yang dikaramelisasi dan dipanggang, yang berasal dari Italia. Tepatnya dari daerah Piemonte, karena kami tahu bahwa hanya hazelnut dari sanalah yang ingin kami gunakan,” ujarnya menegaskan.
Di era ketika semua orang bisa membeli cokelat impor, memilih Läderach adalah penyataan selera. Karena dalam setiap potongan Läderach, ada cerita tentang tradisi, inovasi, dan kemewahan yang tidak pernah berteriak – hanya berbicara lembut melalui kualitas. (Soe Mid San | Foto: SMS)
