Skip to content
  Thursday 15 January 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
Elmediora

British Council Menggelar Kolaborasi Seni Inklusif Antara Indonesia – Inggris Raya

December 12, 2025 Art & Culture, Lifestyle, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

British Council menggelar kolaborasi seni inklusif antara Indonesia – Inggris Raya di Taman Ismail Marzuki pada 9 Desember 2025, yang diadakan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional. Acara ini menyoroti bagaimana pertukaran kreatif menciptakan peluang yang lebih besar bagi para seniman, praktisi budaya, dan komunitas kreatif di kedua negara.

Media Briefing gelaran kolaborasi seni inklusif antara Indonesia – Inggris Raya di Taman Ismail Marzuki.

Puncak acara malam ini adalah pemutaran film pertunjukan balet ternama Giselle karya Akram Khan dari English National Ballet, yang diperkaya oleh penampilan tari kontemporer interpretasi langsung bertajuk Factory Devotion. Karya ini dibawakan secara apik oleh penari Indonesia Arif Setyo Budi (Arif Onelegz) dan penari Inggris Lauren Russell.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, yang menandakan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk memperkuat sektor budaya dan kreatif.

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha pada sambutannya menyampaikan, “Hadirnya Kementerian Budaya menjadikan pemerintah lebih fokus dalam melindungi dan mengembangkan aset budaya kita. Bersama para mitra strategis seperti British Council, komitmen kami adalah memperdalam kerja sama tahun depan dengan mempersiapkan banyak program bersama. Saya sangat menantikan bagaimana balerina Indonesia bisa belajar di English National Ballet, seniman kita bisa berpameran di Tate Modern, dan bagaimana film-film Indonesia yang luar biasa bisa diedarkan di Inggris. Semua ini kami lakukan karena kami percaya bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan besar untuk menyatukan orang-orang dan menciptakan harmoni.”

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia, Irene Umar.

Melalui Program Connections Through Culture (CTC) banyak seniman Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berjejaring secara internasional dan berkolaborasi dalam proyek-proyek inovatif.

“Pertunjukan hari ini  adalah pertemuan antara dua budaya, karena di Indonesia kami percaya pada filosofi ‘Jika tak Kenal, Maka Tak Sayang’. British Council telah berhasil menciptakan jalan agar kedua budaya ini bertemu, dan hasilnya nyata. Saya senang, talenta musik kita kini bisa debut sebagai pemeran utama di London, salah satunya berkat beasiswa dari British Council. Dan ini baru permulaan; kunjungan kami ke DCMS (Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris) sangat menjanjikan, dan ada rencana konkret yang akan dimulai Januari nanti karena ‘pasukan di lapangan’ di kedua negara siap untuk berpadu.”

Program Connections Through Culture (CTC) yang diinisiasi oleh British Council bertujuan untuk membina hubungan dan kolaborasi antara seniman, praktisi kreatif, dan lembaga seni dari Inggris dan Indonesia. Melalui hibah ini, banyak seniman Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk berjejaring secara internasional dan berkolaborasi dalam proyek-proyek inovatif. Beberapa di antaranya bahkan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya mereka di Inggris, seperti seniman Melati Suryodarmo yang menyelenggarakan pameran bertajuk “Passionate Pilgrim” di Ikon Gallery di Birmingham pada tahun 2023. Terobosan ini membuka jalan bagi talenta Indonesia untuk mendapatkan pengakuan di panggung global dan memperkaya dialog budaya antara kedua negara.

Summer Xia, Direktur British Council untuk Indonesia dan Asia Tenggara.

“Melalui program seperti Connections Through Culture, kami berkomitmen memperdalam hubungan antara sektor kreatif kedua negara, memperkuat jejaring, serta mempromosikan pertukaran budaya inklusif yang bermanfaat bagi seniman dan masyarakat,” ujar Summer Xia, Direktur British Council untuk Indonesia dan Asia Tenggara. “Pergelaran ini menangkap esensi dari misi tersebut. Arif dan Lauren terhubung bukan karena satu proyek, melainkan karena ekosistem kolaborasi yang terus hidup bahkan setelah sebuah program hibah berakhir. Ini adalah tujuan kami: membangun hubungan antar-individu yang menumbuhkan kemakmuran, menginspirasi inovasi, dan memupuk saling pengertian.”

Arif Setyo Budi (Arif Onelegz) mengungkapkan pengalamannya, “Bekerja bersama Lauren adalah pengalaman yang luar biasa. Tari adalah bahasa yang menyatukan kami. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kita bisa menciptakan karya yang indah bersama, dan saya bangga ini menjadi pesan kuat pada Hari Disabilitas Internasional bahwa tari adalah milik semua orang.”

“Kolaborasi ini merupakan sebuah dialog kreatif yang sangat mendalam,” papar Lauren Russell.

Lauren Russell, penari asal Inggris, menambahkan, “Kolaborasi ini merupakan sebuah dialog kreatif yang sangat mendalam. Bekerja dengan Arif menyadarkan saya bahwa praktik inklusif bukan sekadar menyediakan akses, tetapi tentang menemukan kemungkinan-kemungkinan artistik baru. Kemitraan ini telah memberikan nilai yang tak terhingga bagi perjalanan artistik saya.”

Salah satu adegan tari kontemporer interpretasi bertajuk Factory Devotion dari kolaborasi Lauren Russell dan Arief Setyo Budi.

Pergelaran dan pemutaran film di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, terselenggara atas kerja sama antara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Yayasan Balet Indonesia, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta, JAKPRO, Swargaloka, We Are Epic, dan Xtrat. (SMS I Foto: SMS)

Arif Setyo Budi (Arif Onelegz)British CouncilGiring GaneshaHari Disabilitas InternasionalIndonesia - Inggris RayaIrene UmarKedutaan Besar InggrisKolaborasi antara senimanLauren RussellTaman Ismail Marzuki
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Audi Revolut F1 Team Resmi Melangkah ke Formula 1 2026 dengan Keberhasilan ‘Fire-Up’ Pertama

January 14, 2026
Popular categories
  • What's On53
  • Fashion47
  • Beauty36
  • Health35
  • Business25
  • Headline9
  • Uncategorized7
  • Profile7
  • Lifestyle5
  • General4
  • News4
  • Events4

Lenovo CIO Playbook 2026: 96% Perusahaan di ASEAN+ Tingkatkan Investasi AI hingga 15% pada 2026

January 14, 2026

Audi Revolut F1 Team Resmi Melangkah ke Formula 1 2026 dengan Keberhasilan ‘Fire-Up’ Pertama

January 14, 2026

Enyahkah Hemoroid & Fistula Ani Lebih Cepat Lewat Laser Minimal Invasive Minim Risiko

January 14, 2026

Machu Picchu: Kota Batu Yang Menolak Dilupakan Waktu

January 13, 2026

IKEA Bermitra dengan Shopee Perluas Akses Produk & Pengalaman Praktis Berbelanja

January 12, 2026

Imagination will often carry us to worlds that never were, But without video

We are what our thoughts have made us, so take care about what you think

As long as poverty, injustice and gross inequality persist in our world video

What we have once enjoyed we can never lose. All that we love deeply becomes a part of us

Lenovo CIO Playbook 2026: 96% Perusahaan di ASEAN+ Tingkatkan Investasi AI hingga 15% pada 2026

About Us Editorial Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA