Skip to content
  Sunday 26 July 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

Inside The Devil Wears Prada 2: Parade Brand Mewah yang Mendefinisikan Ulang Power Dressing

April 2, 2026 Fashion, Headline, Lifestyle, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Inside The Devil Wears Prada 2: Parade Brand Mewah yang Mendefinisikan Ulang Power Dressing

Inside The Devil Wears Prada 2: eksplorasi brand fashion mewah seperti Prada, Dior, dan Valentino yang mendefinisikan ulang power dressing di layar lebar.

The Devil Wears Prada 2 bukan sekadar sekuel dari film ikonik, melainkan sebuah deklarasi baru dalam dunia fashion.

Ada sesuatu yang berbeda saat film The Devil Wears Prada 2 kembali ke layar. Bukan sekadar sekuel dari film ikonik, melainkan sebuah deklarasi baru—bahwa fashion dan sinema kini berjalan beriringan, lebih dekat dari sebelumnya.

Jika film pertamanya adalah pintu masuk ke dunia mode, maka sekuel ini adalah undangan eksklusif ke barisan depan runway global.

Ketika Rumah Mode Dunia Menguasai Layar

Di balik setiap langkah karakter, terdapat kekuatan brand yang membentuk narasi visual. Prada kembali menjadi pusat gravitasi—simbol status, presisi, dan kekuasaan yang tak terbantahkan. Namun kali ini, panggungnya jauh lebih luas.

Nama-nama seperti Dior, Valentino, Gucci, hingga Fendi hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai karakter itu sendiri—berbicara melalui siluet, tekstur, dan arsip yang sarat sejarah. Di sinilah fashion berhenti menjadi kostum. Ia menjadi bahasa.

Power Dressing, Ditulis Ulang

Sosok Miranda Priestly (tetap diperankan aktris kaliber Oscar, Meryl Streep) kini tampil dalam interpretasi yang lebih tajam. Tailoring dari Giorgio Armani berpadu dengan struktur eksperimental dari Schiaparelli—menciptakan keseimbangan antara kontrol dan keberanian.

Setiap coat, setiap garis bahu, menyampaikan satu pesan: “kekuasaan tidak perlu diumumkan, ia cukup dikenakan”.

Sementara itu, Andy Sachs (aktris Anne Hathaway) berevolusi. Jika dahulu ia mencari tempatnya, kini ia mendefinisikan ruangnya sendiri. Sentuhan modern dari Khaite dan Gabriela Hearst menghadirkan estetika yang lebih tenang, namun berlapis makna—sebuah perpaduan antara kecerdasan, kepercayaan diri, dan kebebasan personal.

Antara Arsip dan Masa Depan

Yang membuat film ini begitu memikat adalah keberaniannya menjembatani masa lalu dan masa depan. Koleksi vintage dari Jean Paul Gaultier muncul berdampingan dengan karya kontemporer dari Proenza Schouler dan Monse.

Hasilnya bukan sekadar nostalgia, melainkan dialog lintas era—di mana arsip tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan kembali.

Aktris Emily Blunt mengenakan setelan yang lebih edgy dan high fashion bercorak garis-garis dengan korset Jean Paul Gaultier dalam The Devil Weras Prada 2.

Detail yang Berbisik Mewah

Di dunia The Devil Wears Prada 2, kekuatan justru sering tersembunyi dalam detail.

Tas dari Coach, sepatu dari Stuart Weitzman, hingga aksesori dari Jimmy Choo bekerja dalam harmoni yang nyaris tak terdengar—namun tak mungkin diabaikan.

Inilah kemewahan modern: tidak selalu mencolok, tetapi selalu terasa.

Fashion sebagai Narasi

Lebih dari sekadar visual, film ini memperlakukan fashion sebagai struktur cerita. Setiap outfit bukan hanya estetika, melainkan perkembangan karakter, konflik, dan resolusi.

Ia mengingatkan kita bahwa di dunia mode, pakaian bukan hanya tentang apa yang dikenakan—tetapi tentang siapa yang kita pilih untuk menjadi.

Anna Wintour (inspirasi karakter tokoh Miranda Priestley) bersama Simone Ashley dan aktor Stanley Tucci saat meninjau busana rancangan rumah mode Dolce & Galbanna.

Ketika Layar Menjadi Runway

The Devil Wears Prada 2 bukan hanya sekuel film ikonik, tetapi juga panggung megah bagi dunia fashion. Dengan kombinasi brand luxury, label modern, dan sentuhan vintage, film ini berhasil menghadirkan gaya yang inspiratif sekaligus relevan.

Bagi pecinta fashion, film ini wajib ditonton bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena setiap outfit yang ditampilkan adalah karya seni. Bukan hanya merayakan fashion—ia mengkurasi, mendefinisikan, dan pada akhirnya, mengabadikannya.

Dan mungkin, seperti yang selalu diyakini Miranda Priestly: “Gaya sejati tidak pernah berteriak. Ia hanya… hadir!” (ANS | Foto: Istimewa)

brand luxury filmfashion editorial filmgaya Miranda Priestly terbaruInside The Devil Wears Prada 2outfit Andy Sachs 2026Prada Dior Valentino movierunway globalThe Devil Wears Prada 2tren fashion 2026
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Elysian Currents: Ketika Haute Couture Asia Tenggara Mengalir Menembus Batas Imajinasi di JF3 Fashion Festival 2026

July 26, 2026
Popular categories
  • What's On252
  • Business75
  • Headline73
  • Fashion72
  • Lifestyle69
  • Health64
  • Beauty63
  • Profile17
  • Uncategorized5
  • Events3

Elysian Currents: Ketika Haute Couture Asia Tenggara Mengalir Menembus Batas Imajinasi di JF3 Fashion Festival 2026

July 26, 2026

PRO AVL Indonesia 2026 Hadirkan 60 Brand Global, Perkuat Ekosistem Industri Audio Visual dan Musik di Asia Tenggara

July 25, 2026

DeRUCCI Hadir di Indonesia, Membawa Era Baru Kasur Berbasis AI untuk Pengalaman Tidur yang Lebih Personal

July 22, 2026

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Pertegas Peran Jawa Timur sebagai Motor Baru Industri Energi Nasional

July 22, 2026

Dolce & Gabbana Persembahkan Koleksi Alta Moda di Taormina, Perpaduan Haute Couture dan Kemegahan Sisilia

July 22, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

10 Atlet Voli Tercantik Dunia

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA