IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 Berakhir, Tantangan Modest Fashion Indonesia Kini Menembus Pasar Global
Mengintegrasikan kreativitas desainer, kekayaan wastra Nusantara, dan akses perdagangan menjadi pekerjaan penting setelah panggung peragaan berakhir. Capaian bisnis selama ISEF 2026 memberi sinyal positif, sekaligus menegaskan pentingnya tindak lanjut agar peluang pasar benar-benar menjadi transaksi.
Lima hari peragaan busana, pameran, lokakarya, seminar, dan penjajakan bisnis akhirnya mencapai garis penutup. IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 resmi mengakhiri rangkaian acaranya pada 18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Namun, ukuran keberhasilan perhelatan yang mempertemukan dua agenda besar modest fashion Indonesia ini tidak berhenti pada kemeriahan panggung atau banyaknya koleksi yang diperkenalkan. Pekerjaan yang lebih menentukan justru dimulai setelah acara selesai: memastikan kreativitas para desainer dan pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diarahkan untuk menghubungkan pengembangan produk dengan akses pasar. Kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan ini juga menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13.
Dalam sambutan penutupan pada Minggu malam (18/10), Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan bahwa perhelatan tersebut menghadirkan 20 peragaan busana yang melibatkan lebih dari 250 desainer. Rangkaian acara juga mencakup lokakarya, seminar, serta business matching yang menghasilkan 112 kesepakatan bisnis.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa agenda modest fashion semakin diarahkan untuk mempertemukan kreativitas dengan kebutuhan industri. Meski demikian, kesepakatan bisnis tetap perlu ditindaklanjuti agar berkembang menjadi kerja sama komersial yang terealisasi.
Potensi global membutuhkan ekosistem yang siap
Peluang bagi industri modest fashion Indonesia memang terbuka lebar. Kementerian Perdagangan mencatat, nilai ekspor modest fashion Indonesia mencapai US$8,67 miliar pada 2025, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari–Agustus 2026, nilai ekspornya tercatat US$5,97 miliar, tumbuh 2,89 persen secara tahunan (year-on-year).

Di tingkat global, laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026 memperkirakan belanja konsumen Muslim dunia untuk pakaian dan alas kaki mencapai US$347 miliar pada 2024, dengan proyeksi meningkat menjadi US$444 miliar pada 2029. Laporan yang sama menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam sektor modest fashion pada 2025.
Data tersebut memperlihatkan besarnya peluang sekaligus alasan mengapa penguatan industri tidak cukup bertumpu pada promosi. Produk harus memiliki kualitas konsisten, kapasitas produksi yang memadai, harga kompetitif, identitas yang kuat, serta kemampuan memenuhi permintaan pasar dalam skala yang lebih besar.
Kebutuhan itu sejalan dengan pendekatan yang dibawa dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Bank Indonesia berperan dalam pengembangan kapasitas pelaku usaha, termasuk melalui kurasi, pelatihan, dan pendampingan. Sementara itu, Kementerian Perdagangan mendorong perluasan akses pasar melalui promosi dagang, jejaring pembeli, dan penjajakan bisnis. Sinergi semacam ini menjadi penting bagi jenama lokal yang memiliki kekuatan desain dan material, tetapi masih membutuhkan dukungan untuk memperluas distribusi dan menjangkau pembeli baru.
Dari tenun daerah menuju pasar yang lebih luas
Gambaran mengenai dampak pengembangan ekosistem tersebut terlihat dari pengalaman desainer Fomalhaut Zamel. Dalam keterangan Kementerian Perdagangan, ia menceritakan bahwa partisipasi dalam IN2MOTIONFEST dan JMFW membantu memperluas jangkauan pelanggan jenamanya, yang sebelumnya lebih banyak berada di Sumatra Barat. Keikutsertaan dalam ajang tersebut juga mendorong produknya berkembang dari sistem pesanan pribadi (private order) menjadi koleksi ready-to-wear yang dapat didistribusikan ke pasar lebih luas.
Pengalaman ini memperlihatkan bahwa akses pasar bukan sekadar kesempatan memperkenalkan koleksi kepada audiens baru. Bagi pelaku usaha, akses tersebut dapat mendorong perubahan model bisnis, mulai dari pengembangan produk hingga kesiapan memenuhi permintaan konsumen yang lebih beragam.

Dalam konteks itu, wastra Nusantara memiliki nilai strategis. Batik, tenun, dan tekstil tradisional dari berbagai daerah bukan hanya elemen estetika, tetapi juga sumber diferensiasi yang dapat memperkuat identitas produk Indonesia di tengah persaingan internasional.
Rudy Brando Hutabarat turut menekankan pentingnya memperkuat asosiasi antara wastra Indonesia dan identitas nasional. Ia berharap, ketika konsumen melihat batik, tenun, kebaya, atau wastra lainnya, identitas Indonesia dapat menjadi bagian yang melekat pada persepsi mereka. Tantangannya adalah menerjemahkan kekayaan tersebut menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini, tanpa menghilangkan karakter budaya yang membuatnya khas.
Angka ISEF menunjukkan peluang, bukan garis akhir
Secara keseluruhan, ISEF 2026 mencatat perkembangan positif hingga 17 Oktober. Menurut Rudy, jumlah pengunjung mencapai 93.250 orang, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Transaksi penjualan makanan dan fesyen tercatat sebesar Rp13,85 miliar, meningkat 44 persen.
Nilai business matching ISEF mencapai Rp3,16 triliun atau tumbuh sekitar 10,19 persen. Sementara itu, komitmen kerja sama di pasar uang dan pasar valuta asing syariah tercatat sebesar Rp6,5 triliun.
Angka-angka tersebut mencerminkan skala kegiatan ekonomi yang terhubung melalui ISEF. Namun, penting untuk membedakan capaian festival secara keseluruhan dari hasil khusus IN2MOTIONFEST x JMFW. Nilai Rp3,16 triliun, misalnya, merupakan capaian business matching ISEF, bukan angka transaksi yang dapat diatribusikan seluruhnya kepada industri modest fashion.
Pembedaan ini penting agar capaian kegiatan dapat dibaca secara proporsional. Bagi industri fesyen, indikator yang tak kalah penting adalah berapa banyak kesepakatan yang benar-benar terealisasi, berapa jenama yang berhasil memasuki jaringan ritel atau pasar ekspor, serta sejauh mana kemitraan tersebut mampu bertahan setelah acara berakhir.

Panggung berakhir, pekerjaan industri berlanjut
Pada penutupan perhelatan, sejumlah desainer Indonesia turut menampilkan koleksi mereka, antara lain Monika Jufry, Khanaan, Deden Siswanto, Vivi Zubedi, Buttonscarves, dan Sofie. Kehadiran para desainer tersebut menjadi bagian dari representasi keragaman pendekatan kreatif dalam modest fashion Indonesia.
Meski demikian, ukuran keberhasilan jangka panjang tidak semata ditentukan oleh kolaborasi di atas panggung. Industri memerlukan kesinambungan antara desainer, perajin, produsen, distributor, peritel, dan pembeli. Dukungan terhadap usaha kecil dan menengah pun perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta strategi memasuki pasar yang tepat.
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 telah mempertemukan banyak elemen dalam satu ekosistem. Tahap berikutnya adalah memastikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan hubungan bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Sebab, bagi modest fashion Indonesia, tampil di panggung internasional merupakan langkah penting. Namun, keberhasilan sesungguhnya akan terlihat ketika karya para desainer dan perajin Nusantara bukan hanya dikenal dunia, melainkan juga dipilih, dibeli, dan terus hadir di pasar global. (SMS|Foto: SMS)
