Skip to content
  Friday 16 October 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week 2026: Dari Wastra Membuka Jalan ke Panggung Dunia

October 14, 2026 Fashion, Headline, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week 2026: Dari Wastra Membuka Jalan ke Panggung Dunia

Ketika modest fashion  mempertemukan lebih dari 300 desainer dan jenama. Di balik peragaan busana, tersimpan peluang untuk menghubungkan kreativitas lokal, wisata belanja, dan keberlanjutan tradisi tekstil Nusantara.

Sehelai kain dapat menyimpan lebih dari sekadar motif dan warna. Di dalamnya, ada keterampilan yang diwariskan lintas generasi, identitas suatu daerah, serta cerita tentang masyarakat yang menjaga tradisinya. Ketika kain itu diolah menjadi busana kontemporer, ceritanya berpeluang menempuh perjalanan yang lebih jauh—dari ruang budaya menuju panggung mode internasional.

d

Hubungan antara fashion dan warisan budaya inilah yang menjadi salah satu potensi penting industri modest fashion Indonesia. Batik, tenun, dan berbagai tekstil tradisional Nusantara bukan hanya sumber inspirasi bagi desainer, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada wisatawan.

Gagasan tersebut memperoleh ruang dalam penyelenggaraan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) yang berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, ajang ini mempertemukan pelaku industri, desainer, jenama, dan calon mitra bisnis melalui peragaan busana serta berbagai kegiatan perdagangan.

Lebih dari 300 desainer dan jenama terkurasi dijadwalkan menampilkan karya mereka. Agenda lainnya mencakup pameran dagang, dialog industri, pemaparan tren, penjajakan kerja sama bisnis, hingga program penjualan khusus.

Namun, potensi yang menarik untuk dicermati tidak berhenti pada jumlah koleksi yang ditampilkan. Pertemuan antara fashion dan pariwisata membuka pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana popularitas busana berbasis budaya dapat memberikan manfaat nyata bagi para perajin dan daerah asal wastra tersebut?

d

Ketika Busana Menjadi Pintu Masuk ke Budaya

Dalam industri fashion, tekstil tradisional dapat menjadi pembeda yang memberi karakter pada sebuah koleksi. Motif, teknik pengerjaan, dan karakter material menghadirkan kemungkinan desain yang tidak selalu ditemukan pada tekstil produksi massal.

Bagi wisatawan, ketertarikan terhadap sebuah kain atau koleksi juga dapat berkembang menjadi rasa ingin tahu mengenai asal-usulnya. Bagaimana kain tersebut dibuat? Siapa yang mengerjakannya? Nilai budaya apa yang terkandung di dalam motifnya?

Pertanyaan semacam itu membuka peluang bagi pengalaman wisata yang lebih mendalam. Wisatawan yang tertarik pada batik, misalnya, dapat melanjutkan perjalanan ke sentra pembatikannya. Peminat tenun dapat mengenal proses pembuatan kain, berinteraksi dengan perajin, atau menyaksikan bagaimana keterampilan tradisional dipertahankan di tengah perubahan zaman.

Dengan cara ini, produk fashion tidak hanya menjadi barang yang dibeli dan dikenakan. Ia dapat menjadi penghubung antara konsumen dan tempat, manusia, serta tradisi yang melahirkannya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kekayaan wastra Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat daya tarik wisata belanja. Menurutnya, peragaan busana, pameran, trade show, dan business matching dapat memperluas eksposur jenama lokal, membuka peluang transaksi, serta mendorong wisatawan datang dan berbelanja di Jakarta.

Perspektif tersebut memperlihatkan bagaimana promosi fashion dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Meski demikian, dampak ekonominya akan bergantung pada seberapa kuat hubungan antara kegiatan promosi, pelaku usaha, perajin, dan destinasi budaya yang terkait.

Dari Transaksi Fashion ke Ekonomi Kreatif

Wisata belanja memiliki karakter yang berbeda dari sekadar kunjungan ke tempat wisata. Selain menikmati pengalaman, wisatawan juga melakukan transaksi yang berpotensi memberi pemasukan kepada berbagai pelaku usaha.

Dalam konteks modest fashion, rantai manfaatnya dapat melibatkan desainer, produsen pakaian, perajin tekstil, pelaku UMKM, ritel, hingga sektor pendukung seperti perhotelan, kuliner, dan transportasi.

Ketika sebuah festival menarik pengunjung dari luar kota atau luar negeri, aktivitas ekonomi juga berpotensi meluas melampaui lokasi acara. Pengunjung membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, dan berbagai layanan selama berada di destinasi.

Namun, manfaat tersebut tidak terjadi secara otomatis. Keterhubungan antara festival dan pelaku ekonomi lokal perlu dibangun melalui akses pasar, promosi yang terarah, kemitraan bisnis, serta jalur distribusi yang memungkinkan produk perajin menjangkau konsumen.

Bagi perajin wastra, meningkatnya perhatian terhadap kain tradisional baru akan memberikan manfaat berkelanjutan apabila diikuti permintaan yang sehat, penghargaan terhadap keterampilan, dan pembagian nilai ekonomi yang layak.

Di sinilah kolaborasi antara industri fashion dan pariwisata dapat memainkan peran penting: bukan hanya memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, tetapi juga membantu menghubungkan cerita budaya dengan peluang ekonomi.

d

Ambisi Indonesia di Pasar Modest Fashion Global

Peluang pengembangan industri ini tidak terbatas pada pasar domestik. Indonesia memiliki modal berupa kreativitas desainer, keragaman tekstil tradisional, serta ekosistem pelaku usaha yang dapat dikembangkan untuk menjangkau konsumen internasional.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024–2025 yang dirujuk dalam pemberitaan mengenai acara tersebut, belanja konsumen Muslim global untuk produk fashion diproyeksikan mencapai US$433 miliar pada 2028.

Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi pasar, tetapi peluang bagi jenama Indonesia tetap membutuhkan strategi yang matang. Identitas budaya perlu berjalan bersama kualitas produk, konsistensi produksi, inovasi desain, serta kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen di pasar tujuan.

Dalam konteks itu, ajang seperti IN2MOTIONFEST x JMFW dapat berfungsi sebagai ruang untuk mempertemukan desainer dan jenama dengan calon pembeli, distributor, serta mitra bisnis. Pameran dan business matching juga membuka kesempatan untuk membangun hubungan komersial yang tidak selalu dapat tercipta melalui peragaan busana saja.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa perhatian yang diperoleh selama festival dapat diterjemahkan menjadi kerja sama jangka panjang, peningkatan kapasitas usaha, dan akses pasar yang lebih luas.

Jakarta sebagai Gerbang Wisata Fashion

Penyelenggaraan festival fashion berskala internasional juga memberi Jakarta kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata belanja.

Peragaan busana dan pameran dapat menjadi alasan bagi pengunjung untuk datang, sementara keberagaman pusat belanja, kuliner, hotel, dan atraksi kota dapat memperpanjang pengalaman mereka selama berada di Jakarta.

Akan tetapi, daya tarik sebuah festival tidak harus berhenti pada transaksi di pusat perbelanjaan. Jakarta juga dapat berperan sebagai titik awal bagi wisatawan untuk mengenal produk budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Kain yang diperkenalkan di panggung mode dapat mengarahkan perhatian pada daerah asalnya, membuka peluang perjalanan tematik, dan memperluas pengenalan terhadap sentra kerajinan. Hubungan semacam ini membutuhkan informasi yang memadai, akses perjalanan, serta kerja sama antara pelaku industri kreatif dan sektor pariwisata.

Jika terhubung dengan baik, wisata fashion dapat berkembang menjadi pengalaman yang lebih kaya: konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga memahami proses, keterampilan, dan nilai budaya di baliknya.

Menjaga Warisan agar Tetap Hidup

Di tengah persaingan industri fashion global, kekayaan wastra Nusantara merupakan salah satu sumber identitas yang dapat membedakan karya Indonesia. Namun, menjadikannya bagian dari tren mode saja tidak cukup untuk memastikan keberlanjutan tradisi.

d

Keberlanjutan juga berkaitan dengan keberlangsungan keterampilan perajin, regenerasi pelaku tradisi, penghargaan terhadap proses produksi, dan kemampuan komunitas lokal memperoleh manfaat ekonomi dari karya mereka.

Karena itu, keberhasilan promosi modest fashion Indonesia idealnya tidak hanya diukur melalui jumlah koleksi yang tampil, pengunjung yang datang, atau transaksi yang tercatat. Perlu pula dilihat apakah peluang yang terbuka dapat memperkuat jenama lokal, memperluas pasar bagi perajin, dan menjaga agar pengetahuan tradisional terus diwariskan.

IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut. Panggung mode menyediakan visibilitas, forum bisnis membuka kemungkinan kemitraan, sementara pariwisata menawarkan jalur bagi masyarakat untuk mengenal budaya di balik produk

Pada akhirnya, perjalanan sehelai kain dari sentra kerajinan menuju panggung internasional bukan semata-mata kisah tentang perubahan bentuk. Ia juga merupakan cerita tentang bagaimana kreativitas dapat menghubungkan budaya, ekonomi, dan manusia—serta bagaimana warisan yang dijaga dengan baik dapat terus menemukan tempatnya di masa depan. (SMS|Foto: SMS)

batik dan tenun Indonesiafashion Indonesia ke pasar globalIN2MOTIONFEST 2026IN2MOTIONFEST JMFW 2026Jakarta Muslim Fashion Week 2026modest fashion IndonesiaUMKM fashionwastra Nusantarawisata belanja Jakartawisata budaya Indonesia
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Tenun Makassar Menemukan Bahasa Baru dalam Koleksi Satu Dekade NINA NUGROHO

October 16, 2026
Popular categories
  • What's On358
  • Headline112
  • Lifestyle103
  • Business100
  • Fashion94
  • Health77
  • Beauty71
  • Profile18
  • Uncategorized5
  • Events3

Tenun Makassar Menemukan Bahasa Baru dalam Koleksi Satu Dekade NINA NUGROHO

October 16, 2026

Pasar Kemasan Indonesia Diproyeksi Tumbuh 6%, Industri Bersiap Hadapi Lonjakan Permintaan

October 15, 2026

IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week 2026: Dari Wastra Membuka Jalan ke Panggung Dunia

October 14, 2026

Mendengarkan dengan Hati: Mengapa Empati Menjadi Bagian Penting dari Kesehatan Mental

October 13, 2026

Menyusuri Hong Kong Lewat Mode, Rasa, dan Cerita yang Terjalin Bersama Nada Puspita

October 12, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

10 Atlet Voli Tercantik Dunia

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA