Uniknya perayaan Natal di berbagai kota Eropa dari Milan, Paris, Moscow hingga Oslo dan Lapland. Penuh tradisi, salju, dan nuansa magis yang selalu identik dengan lampu kelap-kelip, makanan enak, dan suasana hangat bersama keluarga tercinta. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa perayaan Natal di kota-kota Eropa selalu punya daya tarik tersendiri. Setiap kota merayakannya dengan cara yang berbeda – mulai dari tradisi religius, pesta kuliner, hingga suasana musim dingin penuh salju.
Berikut ini adalah keunikan merayakan Natal di lima kota besar di Eropa:

Italia: Natal Yang Kaya Akan Tradisi dan Rasa Kekeluargaan
Di Italia, Natal bukan hanya satu hari, tetapi satu musim penuh. Perayaannya bahkan sudah dimulai sejak awal Desember, sekitar tanggal 8 Desember (Hari Maria Tak Bernoda) dan baru benar-benar berakhir di tanggal 6 Januari (Epiphany) – ketika tradisi La Befana terjadi, yakni kisah tentang nenek penyihir yang memberi hadiah kepada anak-anak baik saat malam Epiphany.
Hal paling khas dari Natal di Italia adalah acara presepe, yaitu miniatur adegan kelahiran Yesus yang bisa ditemukan dimana-mana – dari rumah, gereja, sekolah, sampai piazza (alun-alun kota). Beberapa kota bahkan mengadakan kegiatan presepe yang super detail dan artistik, layaknya pameran seni mini.
Selain itu, ada Parade Obor Besar (Ndocciata di Molise) pada Malam Natal yang menyalakan jalanan seperti “sungai api” bersama orang-orang berpakaian tradisional. Sementara orang-orang di kota kecil atau desa-desa berpakaian penggembala dengan alat musik bagpipe tradisional, berkeliling memainkan dan menyanyikan lagu-lagu Natal.
Di kota besar seperti Milan, masyarakat memadati Oh bej! Oh bej! Di Milan, yakni pasar Natal tertua dan paling ramai yang sudah ada sejak abad ke-16. Di sini berbagai kerajinan tangan, makanan, dan dekorasi khas Natal terbaru dijual.
Malam Natal di Italia biasanya diisi dengan makan malam keluarga yang cukup panjang dan hangat. Menariknya, di banyak wilayah Italia memilih menu makan malam Natal justru didominasi hidangan laut, bukan daging. Lalu ditutup dengan menikmati sajian panettone (roti manis), kue khas yang jadi favorit banyak orang di Italia utara, dan setelah itu sebagian keluarga pergi ke misa tengah malam.

Prancis: Natal Romantis di Kota Cahaya Paris
Kalau Natal di Italia terasa hangat dan tradisional, Paris menawarkan suasana Natal yang romantis dan elegan. Saat Desember tiba, kota Paris benar-benar berubah menjadi kota dongeng. Lampu Natal menghiasi jalan-jalan utama seperti Champs-Élysées. Etalase pusat perbelanjaan terkenal seperti Galéries Lafayette, Printemps tampil super gemerlap dengan dekorasi Natal yang megah.
Sementara Pasar Natal Tradisional (Marché de Noël) di berbagai sudut Paris menjual minuman hangat seperti vin chaud (anggur panas), mulled wine, makanan khas musim dingin, dan kerajinan tangan. Di arena ice skating, konser Natal klasik di gereja-gereja bersejarah, dan pelayaran di Sungai Seine dengan pemandangan kota yang gemerlap menjadi bagian dari pengalaman Natal Paris yang tak terlupakan. Pada malam Natal, biasanya anak-anak meletakkan sepatu di dekat perapian atau bawah pohon Cemara – berharap Pére Noël (Santa Claus versi Prancis) mengisinya dengan hadiah.
Selain itu, Paris juga memiliki tradisi makan malam Natal yang dikenal dengan nama Réveillon, yaitu makan malam spesial pada malam 24 Desember. Menunya identik dengan makanan mewah seperti Oyster, Foie Gras, dan tentu saja dessert ikonik bûche de Noël (kue berbentuk kayu) yang sering dihias seperti karya seni oleh chef pastry terkenal.

Rusia: Natal dan Pasar di Tengah Salju Moscow
Kalau membayangkan Natal dengan salju tebal dan udara super dingin yang magis, Moscow adalah jawabannya. Banyak orang di Rusia merayakan Natal bukan pada tanggal 25 Desember, melainkan pada 7 Januari karena kalender Julian yang dipakai oleh Gereja Ortodoks.
Dengan salju tebal dan cuaca beku, perayaan bersatu dengan nuansa winter wonderland – ada konser musik, pasar malam, dan festival outdoor memberikan pengalaman Natal yang sangat berbeda dari perayaan musim panas atau musim dingin tabnpa salju di banyak tempat lain.
Namun, suasana meriah sudah terasa sejak akhir Desember. Lapangan Merah (Red Square) berubah menjadi pasar musim dingin besar lengkap dengan lampu, stand makanan, dan arena ice skating.
Di Rusia, sosok pembawa hadiah bukan Santa Claus, melainkan Ded Moroz (Kakek Natal versi Rusia) yang sering ditemani cucunya, Snegurochka (Putri Salju). Hadiah biasanya lebih identik dengan perayaan Tahun Baru, tapi nuansa Natal tetap terasa kuat. Dengan latar belakang bangunan bersejarah, salju putih, pasar malam, dan festival outdoor dengan lampu warna-warni, perayaan Natal di Moscow terasa seperti berada di fllm musim dingin.

Norwegia: Natal Hangat di Tengah Musim Dingin Nordik
Perayaan Natal di Norwegia punya nuansa yang mirip dongeng Nordik klasik: rumah kayu, lilin menyala, dan salju putih sejauh mata memandang. Orang Norwegia sangat serius soal dekorasi Natal. Mereka menghias rumah dengan lampu, lilin, dan ornamen tradisional, hingga tercipta suasana nyaman yang hangat meski suhu di luar bisa sangat dingin.
Uniknya, ada tradisi lama di mana orang Norwegia menyembunyikan sapu (broom) pada malam Natal. Konon, ini dilakukan untuk mengusir roh jahat dan penyihir yang dipercaya muncul di malam Natal. Tradisi klasik yang masih sering diceritakan sampai sekarang.
Malam Natal biasanya diisi dengan makan malam keluarga, dengan menu khas seperti babi panggang, sosis atau ikan. Setelah itu, hadiah dibuka bersama, lalu menikmati malam dengan santai dan penuh kebersamaan.
Pasar Natal juga bermunculan di kota-kota besar seperti Oslo dan Bergen, lengkap dengan minuman hangat, musik Natal, dan kerajinan tangan lokal.

Finlandia: Natal di Lapland Kampung Santa Claus
Kalau ada tempat yang paling identik dengan Natal, Lapland di Finlandia jawabannya. Wilayah ini dikenal sebagai kampung resmi Santa Claus, khususnya di kota Rovaniemi. Di kota ini, orang bisa mengunjungi Santa Claus Village yang buka sepanjang tahun dan bertemu sosok Santa dengan membayar tiket masuk beberapa euro.
Saat Natal, Lapland dipenuhi salju putih yang tebal, rumah kayu khas Nordik, dan lampu-lampu hangat yang membuat tempat ini terasa seperti di negeri dongeng. Tradisi Natal di Finlandia cenderung tenang dan sederhana, hanya fokus pada keluarga dan ketenangan. Makanan khas Natal mereka pun cenderung sama dengan menu sehari-hari di Lapland, antara lain: ikan salmon, kentang, dan roti jahe (piparkakut).
Malam Natal biasanya diisi dengan makan bersama, lalu bersantai – bahkan di hari Natal banyak keluarga yang pergi ke sauna, salah satu tradisi penting dalam budaya Finlandia. Terdengar agak membosankan memang, tapi bonusnya, merayakan Natal di Lapland orang jadi mempunyai kesempatan melihat aurora borealis. Sebuah keindahan spektakular di langit malam musim dingin yang membuat suasana Natal terasa makin magis. (SMS I Foto: Istimewa)
