Penyakit autoimun adalah kondisi medis kronis ketika kondisi sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai ancaman, sehingga sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Kenali penyebab, gejala, jenis, dan cara pencegahan autoimun secara lengkap di sini.
Apa Itu Penyakit Autoimun?

Penyakit autoimun adalah kondisi medis kronis ketika kondisi sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel tubuh sendiri sebagai ancaman, sehingga sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Dalam kondisi normal, sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan pathogen lainnya. Namun pada penderita autoimun, sistem ini mengalami kesalahan regulasi yang menyebabkan peradangan kronis dsan kerusakan organ.
Sementara, menurut pendapat para ahli di American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), penyakit autoimun terjadi akibat gangguan regulasi sistem imun, bukan karena infeksi atau penyakit menular. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan organ jika tidak ditangani dengan tepat. Ini menegaskan bahwa autoimun adalah penyakit medis yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Penyebab Penyakit Autoimun
Hingga kini, tidak ada satu penyebab tunggal penyakit autoimun. Para ahli menyimpulkan bahwa autoimun muncul akibat kombinasi beberapa faktor berikut:
- Faktor Genetik
Seseorang dengan riwayat keluarga penderita autoimun memiliki resiko lebih tinggi, meskipun tidak semua akan mengalami kondisi serupa.
- Faktor Lingkungan
- Infeksi virus atau bakteri tertentu
- Paparan bahan kimia
- Polusi udara
- Paparan sinar matahari berlebihan
- Faktor Hormon
Penyakit autoimun lebih sering terjadi pada perempuan, yang diduga bekaitan dengan pengaruh hormon estrogen terhadap sistem imun.
- Stress dan Gaya Hidup
- Stres berkepanjangan
- Kurang tidur
- Pola makan tidak sehat
- Merokok dan konsumsi alkohol
Menurut dr. Andi Pratama, Sp.PD-KR, yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan telah berpengalaman menangani berbagai masalah kesehatan mulai dsari diabetes, hipertensi, hingga penyakit metabolik lainnya. Bahwa stress kronis dan gaya hidup tidak sehat dapat menjadi pemicu kekambuhan autoimun pada indvidu yang rentan.
Gejala Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai
Gejala penyakit autoimun sangat beragam tergantung organ yang diserang, namun beberapa gejala umum meliputi:
- Kelelahan ekstrem dan berkepanjangan
- Nyeri dan bengkak pada sendi
- Demam ringan berulang
- Ruam kulit
- Rambut rontok
- Gangguan pencernaan
- Kesemutan atau mati rasa
Gejala autoimun sering bersifat flare (kambuh) dan remisi (membaik).
Jenis-Jenis Penyakit Autoimun
Beberapa penyakit autoimun yang umum ditemukan antara lain:
- Lupus (SLE) – menyerang banyak organ tubuh
- Rheumatoid Arthritis – menyerang sendi
- Diabetes Tipe 1 – menyerang pankreas
- Multiple Sclerosis – menyerang sistem saraf
- Psoriasis – menyerang kulit
- Hashimoto & Graves Disease – menyerang kelenjar tiroid
Cara Mencegah Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, namun risikonya dapat dikurangi dengan langkah berikut:
- Menjaga Pola Makan Sehat
- Konsumsi sayur dan buah segar
- Pilih protein sehat seperti ikan dan kacang-kacangan
- Kurangi gula dan makanan olahan (ultra-proses)
- Mengola Stres
- Meditasi
- Aktivitas spiritual
- Olahraga ringan
- Tidak Cukup dan Berkualitas
Tidur membantu menyeimbangkan sistem imun secara alami.
- Rutin Pemeriksaan Kesehatan
Deteksi dini sangat penting, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga.
“Pencegahan terbaik pada penyakit autoimun adalah deteksi dini dan penfengalian faktor resiko,”
ujar dr. Andi Pratama, Sp.PD-KR.
Pola Hidup Sehat untuk Penderita Autoimun
Penderita autoimun tetap dapat hidup produktif dengan:
- Konsumsi makanan anti-inflamasi
- Menghindari rokok
- Mengikuti pengobatan dokter secara rutin
- Menjaga kesehatan mental
Hal ini ditegaskan juga oleh para ahli gizi klinis, bahwa tidak ada satu diet yang cocok untuk semua penderita autoimun, sehingga pendekatan harus bersifat individual.
Apakah Penyakit Autoimun Bisa Disembuhkan?
Penyakit autoimun merupakan kondisi kronis yang membutuhkan pemahaman, pengelolaan, dan dukungan jangka panjang. Edukasi yang tepat dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup penderita autoimun. Meskipun saat ini, penyakit autoimun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikontrol dengan pengobatan dan gaya hidup yang tepat. Banyak penderita autoimun yang mampu menjalani hidup normal dan berkualitas. (SMS)
