Skip to content
  Friday 9 October 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

Gerakan Matahati dan JEC Gelar Operasi Katarak Gratis bagi 101 Pasien, Teruskan Warisan Kemanusiaan Pandji Wisaksana

October 9, 2026 Health, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Gerakan Matahati dan JEC Gelar Operasi Katarak Gratis bagi 101 Pasien, Teruskan Warisan Kemanusiaan Pandji Wisaksana

Memperingati 101 tahun Pandji Wisaksana sekaligus World Sight Day 2026, program ini menjangkau 16 lokasi jaringan JEC di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi bagian dari target 1.010 operasi katarak gratis hingga akhir tahun.

Penglihatan yang kembali jernih dapat mengubah lebih dari sekadar cara seseorang melihat dunia. Bagi mereka yang mengalami kebutaan akibat katarak, keberhasilan operasi juga dapat membuka kembali kesempatan untuk beraktivitas mandiri, berkumpul bersama keluarga, dan menjalani kehidupan dengan lebih leluasa.

Melalui seremoni kick-off di RS Mata JEC @ Kedoya pada 8 Oktober 2026, rangkaian operasi ini akan berlangsung di jaringan JEC hingga Desember mendatang.

Semangat itulah yang melandasi program operasi katarak gratis bagi 101 pasien yang digelar Gerakan Matahati bersama JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia. Dimulai melalui seremoni kick-off di RS Mata JEC @ Kedoya pada 8 Oktober 2026, rangkaian operasi ini akan berlangsung di jaringan JEC hingga Desember mendatang.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas 101 tahun Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati. Kegiatan ini juga mendukung target organisasi tersebut untuk menghadirkan 1.010 operasi katarak gratis bagi masyarakat hingga akhir 2026.

Katarak dan Tantangan Akses Pengobatan

Di balik program kemanusiaan ini, terdapat persoalan kesehatan yang masih membutuhkan perhatian serius. Katarak tetap menjadi salah satu penyebab utama kebutaan, sementara akses terhadap pemeriksaan dan tindakan operasi belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 600.000–650.000 kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Pada penduduk berusia di atas 50 tahun, katarak tercatat sebagai penyebab utama kebutaan dengan proporsi 81,2 persen. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 94 juta orang mengalami katarak, sementara hampir separuh orang dengan kebutaan terkait katarak masih membutuhkan akses operasi.

Tantangan tersebut semakin relevan seiring bertambahnya populasi lanjut usia di Indonesia, yang mencapai 11,97 persen pada 2025. Padahal, katarak merupakan kondisi yang dapat ditangani melalui tindakan medis yang tepat. Karena itu, perluasan akses layanan menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan biaya maupun fasilitas kesehatan.

Dalam program ini, JEC Group telah melakukan lebih dari 40.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Momentum World Sight Day 2026 yang mengusung semangat Love Your Eyes turut mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan mata, mengenali perubahan penglihatan, dan tidak menunda pemeriksaan ketika keluhan mulai muncul.

Menjangkau 16 Lokasi, Menjaga Standar Pelayanan

Program operasi katarak bagi 101 pasien ini dilaksanakan di 16 lokasi jaringan JEC, meliputi Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cinere, Kediri, Surabaya, Pasuruan, Semarang, Purwokerto, Denpasar, Kendari, dan Makassar. Cakupan tersebut dirancang agar manfaat program tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menegaskan bahwa kedekatan akses perlu berjalan beriringan dengan konsistensi mutu pelayanan.

“Katarak dapat berdampak besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Prof. Tjahjono.

Ia menambahkan, JEC berupaya menjaga standar pelayanan di seluruh jaringannya. Hingga saat ini, JEC Group telah melakukan lebih dari 40.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam program ini, pasien menjalani proses pelayanan terkoordinasi, mulai dari penjaringan dan skrining, tindakan operasi berdasarkan indikasi medis, hingga pemantauan setelah operasi.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menegaskan bahwa kedekatan akses perlu berjalan beriringan dengan konsistensi mutu pelayanan.

Direktur RS Mata JEC @ Kedoya sekaligus Ketua Katarak dan Bedah Refraktif JEC Group, Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), menegaskan bahwa pasien program sosial tetap memperoleh standar klinis yang setara dengan pasien reguler.

Setiap pasien menjalani pemeriksaan komprehensif. Tindakan operasi dilakukan oleh dokter spesialis mata, dengan teknologi dan pemilihan lensa tanam intraokular atau intraocular lens (IOL) sesuai kebutuhan medis masing-masing pasien.

“Prinsip kami adalah setiap pasien berhak mendapatkan mutu pelayanan yang setara, aman, dan terstandar di seluruh jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics,” jelas Dr. Setiyo.

Melanjutkan Perjalanan Kemanusiaan Sejak 2008

Bagi Gerakan Matahati, program ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Sejak diresmikan pada 2008, gerakan sosial kesehatan mata yang diprakarsai Pandji Wisaksana tersebut telah menghimpun dukungan berbagai mitra, donatur, dan tenaga medis untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap penanganan gangguan penglihatan.

Ketua Pelaksana Matahati, Wandi S. Brata, mengatakan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Hingga kini, Matahati telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya.

“Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana. Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wandi.

Bagi keluarga Pandji Wisaksana, penghormatan terhadap sang pendiri juga memiliki makna yang lebih personal. Angka 101 bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol yang menghubungkan perjalanan hidupnya dengan kesempatan bagi orang lain untuk kembali melihat⁰

Satria Laksmana Pandji (Stephen Pandji), perwakilan keluarga almarhum sekaligus wakil dari Matahati, menuturkan bahwa meneruskan nilai-nilai yang diwariskan merupakan bentuk penghormatan yang paling bermakna.

“Bagi keluarga, penghormatan terbaik bukan hanya mengenang Bapak Pandji, tetapi meneruskan nilai yang beliau jalankan sepanjang hidupnya. Karena itu, 101 tahun perjalanan beliau kami wujudkan melalui manfaat bagi 101 pasien,” katanya.

Satria Laksmana Pandji (Stephen Pandji), perwakilan keluarga almarhum sekaligus wakil dari Matahati, menuturkan bahwa meneruskan nilai-nilai yang diwariskan merupakan bentuk penghormatan yang paling bermakna.

Kepedulian Dimulai dari Kesadaran

Selain menyediakan akses operasi, program ini membawa pesan bahwa upaya menjaga penglihatan perlu dimulai dari kesadaran setiap individu.

Kepala Lions Eye Bank Jakarta sekaligus Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), mengingatkan bahwa perubahan penglihatan kerap dianggap sebagai konsekuensi wajar dari pertambahan usia. Padahal, gangguan tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

“Pemeriksaan yang dilakukan lebih awal membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai. Karena itu, kami berharap program ini tidak hanya membantu pasien yang menjalani operasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memeriksakan mata ketika mulai mengalami keluhan,” ujarnya.

Kesadaran terhadap kesehatan mata juga perlu disertai pemahaman bahwa penanganan setiap gangguan penglihatan berbeda-beda. Katarak, misalnya, berkaitan dengan kekeruhan lensa mata, sedangkan gangguan pada kornea dapat memerlukan pendekatan medis yang berbeda, termasuk transplantasi kornea pada kondisi tertentu.

Melalui kolaborasi Gerakan Matahati, JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta, dan Lions Club Indonesia, rangkaian operasi bagi 101 pasien ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Lebih dari sekadar angka, program ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup. Sebab, kesempatan untuk melihat kembali bukan hanya tentang memulihkan fungsi penglihatan, melainkan juga membuka ruang bagi seseorang untuk kembali menjalani kehidupannya dengan lebih mandiri. (SMS|Foto: SMS)

Gerakan MatahatiJEC Eye Hospitals and Clinicskesehatan mataLions Eye Bank Jakartaoperasi katarak 2026operasi katarak gratisoperasi katarak gratis IndonesiaPandji WisaksanaWorld Sight Day 202
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

First Taste of Fall, Latte Lacquer Hadirkan Tiga Rasa untuk Menyambut Musim Baru

October 8, 2026
Popular categories
  • What's On352
  • Headline109
  • Lifestyle103
  • Business99
  • Fashion90
  • Health76
  • Beauty71
  • Profile18
  • Uncategorized5
  • Events3

Gerakan Matahati dan JEC Gelar Operasi Katarak Gratis bagi 101 Pasien, Teruskan Warisan Kemanusiaan Pandji Wisaksana

October 9, 2026

First Taste of Fall, Latte Lacquer Hadirkan Tiga Rasa untuk Menyambut Musim Baru

October 8, 2026

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Gerbang Bisnis F&B Indonesia ke Dunia

October 7, 2026

ALLPrint Indonesia 2026: Industri Percetakan Sedang Menulis Ulang Masa Depannya

October 7, 2026

Wardah Skin Longevity Clinic Raih Rekor MURI, Bawa Perawatan Kulit ke Ranah Gaya Hidup Sehat

October 7, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

Gerakan Matahati dan JEC Gelar Operasi Katarak Gratis bagi 101 Pasien, Teruskan Warisan Kemanusiaan Pandji Wisaksana

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA