Skip to content
  Saturday 3 October 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
    • Review
  • Business
Elmediora

GAGA Mengolah Teh Melati Indonesia Menjadi JAWARA, Ekspresi Baru Teh Modern

September 29, 2026 Lifestyle, Food, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

GAGA Mengolah Teh Melati Indonesia Menjadi JAWARA, Ekspresi Baru Teh Modern

Merek asal Thailand ini memilih teh melati Indonesia sebagai fondasi kreasi terbarunya, memadukan karakter teh sangrai dari Jawa Barat dengan cita rasa modern dalam empat varian JAWARA Tea Series.

Ada sesuatu yang menarik dari secangkir teh: ia bisa membawa identitas sebuah tempat, sekaligus terus berubah mengikuti zaman. Di Indonesia, salah satu karakter yang paling lekat dengan budaya minum teh adalah teh melati. Aromanya khas, rasanya akrab, dan selama bertahun-tahun menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Kini, karakter tersebut mendapat interpretasi baru melalui JAWARA Tea Series, rangkaian minuman terbaru dari GAGA, merek teh Thailand di bawah Minor Food Group Indonesia. Alih-alih membawa formula Thai tea ke dalam kreasi terbarunya, GAGA justru memilih bahan yang sangat dekat dengan konsumen Indonesia: 100 persen teh melati Indonesia yang bersumber dari Jawa.

Pendekatan ini menjadi dasar empat kreasi JAWARA, yakni JAWARA Pure Tea, JAWARA Milk Tea, JAWARA Pandan Gula Aren Milk Tea, dan JAWARA Ube Pudding.

Dari Jawa Barat ke Secangkir Teh Modern

Di balik karakter JAWARA terdapat racikan yang dikembangkan khusus untuk GAGA oleh Ratna Soemantri, tea expert sekaligus tea sommelier. Racikan tersebut memadukan teh sangrai dari Perkebunan Teh Dewata di Ciwidey, Jawa Barat, teh melati dari Cirebon, Jawa Barat, serta aroma gardenia.

Hasilnya adalah profil rasa yang lebih kompleks: karakter sangrai memberikan kedalaman, sementara nuansa floral mempertahankan identitas teh melati Indonesia. Bagi GAGA, pemilihan teh melati bukan sekadar keputusan soal bahan baku.

Menurut Cristina Hernandez, Country Director, Minor Food Group Indonesia., pengembangan JAWARA berangkat dari pengamatan terhadap cara konsumen Indonesia menikmati teh dan jenis minuman yang mereka cari.

“JAWARA dibuat dengan 100% teh melati Indonesia yang bersumber dari Jawa, sehingga produk ini tidak hanya terinspirasi dari Indonesia, tetapi benar-benar berawal dari teh Indonesia,” ujar Cristina Hernandez, Country Director, Minor Food Group Indonesia.

Menurut Cristina, pengembangan JAWARA berangkat dari pengamatan terhadap cara konsumen Indonesia menikmati teh dan jenis minuman yang mereka cari.

“Kami melihat peluang untuk mengangkat sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, yaitu teh melati, dan mengemasnya dalam sebuah ekspresi baru melalui GAGA,” katanya. Pendekatan tersebut juga membawa dimensi lain: memberi ruang lebih besar bagi bahan lokal dan komunitas yang berada di balik produksinya.

Empat Karakter, Satu Identitas Teh

JAWARA kemudian menerjemahkan racikan dasar tersebut ke dalam empat pengalaman minum yang berbeda.

JAWARA Pure Tea menjadi bentuk paling sederhana untuk menikmati karakter teh. Dengan harga mulai Rp25.000 untuk ukuran M, varian ini memberikan ruang lebih luas bagi karakter teh melati dan aroma floral untuk tampil. Sementara JAWARA Milk Tea membawa teh ke profil yang lebih creamy, dengan harga mulai Rp30.000.

Bagi mereka yang menyukai perpaduan rasa lokal dan modern, JAWARA Pandan Gula Aren Milk Tea memadukan teh dengan pandan dan gula aren. Harganya Rp35.000 untuk ukuran M dan Rp40.000 untuk ukuran L. Adapun JAWARA Ube Pudding membawa teh melati ke arah yang lebih kontemporer melalui perpaduan ube dan pudding, dengan harga Rp37.000 untuk ukuran M dan Rp42.000 untuk ukuran L. Keempatnya memperlihatkan satu pendekatan yang sama: mempertahankan teh sebagai fondasi, tetapi membuka kemungkinan baru melalui bahan dan profil rasa yang lebih dekat dengan selera minuman modern.

Ketika Teh Tak Lagi Terikat Waktu

Perubahan cara menikmati teh juga menjadi bagian dari gagasan yang dibawa JAWARA. Menurut Cristina, teh tidak lagi harus hadir dalam satu momen tertentu. Minuman ini dapat menemani hari yang produktif, menjadi bagian dari momen kreatif, menyegarkan diri setelah berolahraga, atau sekadar menemani percakapan bersama teman dan orang-orang terdekat.

“Kami ingin JAWARA menunjukkan betapa beragamnya karakter teh melati Indonesia,” ujarnya.

Bersama tea sommelier, GAGA mengeksplorasi berbagai profil rasa untuk menciptakan minuman yang lebih relevan dengan kebiasaan konsumen masa kini. Di sinilah JAWARA menjadi lebih dari sekadar rangkaian menu baru. Ia merupakan upaya untuk mempertemukan tradisi teh Indonesia dengan budaya minuman modern.

Membaca Potensi Pasar Teh Indonesia

Langkah tersebut juga hadir di tengah pertumbuhan kategori minuman teh dan kopi modern di Indonesia. GAGA menyebut Indonesia terus berkembang sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara untuk gerai teh dan kopi modern, dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai US$3,51 miliar pada 2025.

Persaingan yang semakin ramai membuat inovasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa unik sebuah rasa, tetapi juga oleh kemampuan sebuah merek membaca kebiasaan konsumen dan menemukan kembali bahan yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi GAGA, jawabannya kali ini datang dari sesuatu yang sebenarnya sudah sangat dekat: teh melati. Yang berubah bukan bahan dasarnya, melainkan cara mengolah dan menceritakannya kembali. Dengan JAWARA, teh melati Indonesia bergerak dari secangkir minuman yang familiar menuju pengalaman baru yang lebih modern—tanpa sepenuhnya meninggalkan karakter yang membuatnya dikenal. (RED|Foto: SMS)

GAGA IndonesiaGAGA JAWARAJAWARA Gula ArenJAWARA Milk TeaJAWARA Pure TeaJAWARA Tea SeriesJAWARA Ubeminuman teh Indonesiateh melati Indonesiateh modern Indonesiatren minuman teh Indonesia
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

BACARDÍ Mempertemukan Musik dan Skateboarding dalam Kampanye Ekspresi Diri

October 3, 2026
Popular categories
  • What's On342
  • Headline107
  • Lifestyle100
  • Business96
  • Fashion89
  • Health75
  • Beauty69
  • Profile18
  • Uncategorized5
  • Events3

BACARDÍ Mempertemukan Musik dan Skateboarding dalam Kampanye Ekspresi Diri

October 3, 2026

Wardah Membawa Konsep Skin Longevity ke Indonesia: Saat Kesehatan Kulit Tak Lagi Berhenti di Skincare

October 2, 2026

Cosmobeauté Indonesia 2026: Saat Industri Kecantikan Bergerak dari Beauty Menuju Ekosistem Wellness

October 1, 2026

Parentalk Festival 2026 Ajak Orang Tua Menemukan Keunikan Anak Lewat Bermain

September 30, 2026

GAGA Mengolah Teh Melati Indonesia Menjadi JAWARA, Ekspresi Baru Teh Modern

September 29, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

BACARDÍ Mempertemukan Musik dan Skateboarding dalam Kampanye Ekspresi Diri

About Us Redaksi Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA