Intip tren fashion 2026 yang sedang “in”: dari Poetcore yang romantis, boocut denim, hingga statemen skirts dan unisex fashion. Panduan gaya terbaru untuk wardrobe modern.

Fashion di tahun 2026 tidak sekadar soal pakaian, tapi lebih ke bentuk ekspresi diri dan narasi personal. Di tengah gelombang tren global, desainer dan pegiat fashion saling bersinergi untuk menghadirkan gaya yang mood-forward dan penuh tekstur. Memadukan nostalgia dengan inovasi, tren fashion tahun ini dirayakan karena kemampuannya untuk berbicara tentang identitas, suasana hati, dan cerita personal.
- Poetcore: Elegan, Lembut, dan Puitis
Salah satu tren paling menonjol di 2026 adalah Poetcore – estetika yang menampilkan keanggunan lembut berdesain romansa klasik. Terinspirasi dari dunia sastra dan siluet lama, poetcore menampilkan pakaian yang terasa seperti keluar dari halaman novel:
- Warna pastel dan netral yang menenangkan
- Siluet flowy, kain ringan seperti chiffon dan organza
- Layering yang sarat tekstur tanpa terlihat berlebihan.
Trend ini bukan hanya sekadar gaya, tetapi refleksi dan kebutuhan pada ketenangan dan keanggunan visual di era modern.
- Bootcut Denim & Siluet Retro yang Direvitalisasi

Menjelang pertengahan 2026, denim kembali menjadi bintang dengan bentuk yang lebih afirmatif: bootcut jeans menggantikan dominasi skinny atau barrel-leg, menampikan siluet yang effortlessly chic, namun fleksibel untuk banyak gaya. Bootcut denim bekerja mulus dengan blazer panjang, trenches, dan bahkan pakaian formal atau santai – menunjukkan bahwa denim bukan lagi sekadar pakaian dasar, tetapi elemen fashion yang relevan dan elegan.
- Statement Skirts: Volume, Warna dan Tekstur

Kembali menjadi sorotan adalah statemen skirts–rok dengan volume dramatis, detail fringe, dan motif yang memikat. Prada, Dior, Balenciaga, dan rumah mode besar lainnya menempatkan rok sebagai centerpiece koleksi mereka pada runway spring/Summer 2026.
Statement skirts memadukan kreativitas dan fungsi, menjadi pilihan ideal untuk acara formal maupun gaya kasual yang berujung tinggi estetika.
- Siluet Kasual yang Dipoles: Elevated Everyday Wear
Fashion 2026 tetap mengakomodasikan kebutuhan gaya hidup modern: kenyamanan berpadu dengan struktur yang bersih. Knitwear ringan, oversized shirts, dan trousers relaxed, namun elegan menjadi staple yang dominan di street style global. Pendekatan ini menciptakan keseimbangan sempurna, antara estetika dan kenyamanan harian–ideal untuk work-to-weekend wardrobe yang efisien.

- Gaya Unisex dan Genderless Fashion
Tahun ini memperkuat bahwa fashion bukan soal batasan gender. Gaya unisex merajai runway dan high-street dengan potongan yang longgar, kemeja oversize, blazer netral, serta styling yang inklusif untuk semua identitas. Tren ini tidak hanya mencerminkan perubahan estetika–tetapi juga pergeseran budaya yang lebih luas tentang mode sebagai ruang ekspresi universal.
- Renda & Sheer Layers: Subtle Sensuality yang Modern
Bahan lembut seperti renda dan sheer terus meraih momentum. Namun, berbeda dari era sebelumnya, tren ini mengusung kesan sensual yang refined, dipadukan dengan layer modern dan gaya kontemporer yang lebih wearable. Sheer tidak lagi sekadar ‘terlihat’, tetapi menjadi cara visual untuk menambahkan keunikan dan dimensi dalam berpenampilan.
Inilah cerita tentang keberanian berekspresi, harmoni antara nostalgia dan inovasi, serta fleksibilitas gaya. Dari Poetcore yang lembut hingga statement pieces yang berani, wardrobe modern ditandai oleh pilihan ekspresi diri yang penuh karakter. Sebab, tren fashion 2026 bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi tentang bagaimana gaya mencerminkan identitas dan suasana hati. (SMS)
