Mengusung pendekatan storytelling, Buttonscarves menghadirkan Raya 2026 campaign, sebagai sebuah perjalanan cultural yang menempatkan eksplorasi dan inspirasi sebagai inti dari perayaan musim Lebaran. Tahun ini, Buttonscarves mengambil inspirasi dari dua destinasi dengan identitas budaya yang kuat, yaitu Mesir dan Maroko. Dua negara ini dikenal dengan tradisi seni, warisan sejarah, serta kekayaan visual yang terus membentuk karakter budayanya hingga saat ini.
Melalui inspirasi tersebut, Raya 2026 campaign tidak hanya memaknai Idulfitri sebagai momen perayaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengenal dan mengapresiasi budaya yang melatarbelakangi inspirasi desain dalam koleksi tahun ini.

Buttonscarves mengajak audiens melihat langsung tempat-tempat yang menjadi sumber cerita di balik Raya 2026 campaign. Perjalanan ini menangkap berbagai suasana khas dari masing-masing destinasi. Mulai dari situs bersejarah, detail arsitektur, hingga pengalaman kuliner lokal dan keseharian masyarakat setempat, yang kemudian menjadi bagian dari narasi visual campaign ini.
Linda Anggrea, CEO Buttonscarves berkata, “Raya selalu menjadi salah satu momen yang paling bermakna bagi komunitas kami. Melalui campaign ini, kami ingin mengangkat tempat-tempat yang memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah dan budaya Islam, sekaligus membagikan cerita yang dapat membuka wawasan dan menginspirasi. Mesir dan Maroko memiliki warisan yang begitu kaya, dan kami berharap campaign ini dapat mengajak audiens untuk ikut merasakan semangat Raya melalui perjalanan cerita tersebut.”
Egypt Series merefleksikan kemegahan serta keindahan yang banyak ditemukan dalam warisan budaya Mesir. Salah satu elemen menjadi inspirasi adalah motif lotus ikonik yang kerap hadir dalam ornamen khas Mesir. Lotus telah lama dikenal sebagai simbol kehidupan dan pembaruan, makna yang selaras dengan refleksi selama Ramadan serta semangat baru yang hadir saat Hari Raya.

Sementara itu, Moroccan Series terinspirasi dari karakter artistik yang kuat dari Maroko. Pola dalam koleksi ini mengambil inspirasi dari zellige, mosaik tradisional Maroko yang dikenal dengan susunan geometris khasnya. Elemen ini banyak ditemukan pada halaman, masjid, maupun bangunan bersejarah di berbagai kota di Maroko dan kemudian diinterpretasikan kembali menjadi motif yang menghadirkan sentuhan seni khas negara tersebut.
Untuk melengkapi rangkaian Raya Collection, Buttonscarves juga menghadirkan pilihan Raya apparel yang membawa semangat storytelling yang sama. Koleksi ini menampilkan elemen desain khas brand, termasuk motif Monogram B yang ikonik, sehingga menghadirkan identitas visual yang selaras dengan inspirasi dari Egypt Series dan Moroccan Series.
Pada akhirnya, campaign ini juga merefleksikan makna Raya sebagai musim berbagi. Di balik perayaan dan kebersamaan, Lebaran selalu identik dengan nilai kemurahan hati, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui campaign ini, Buttonscarves kembali mengajak untuk merayakan semangat berbagi dan inklusivitas, bahwa kebahagiaan Raya terasa semakin berarti ketika dapat dirasakan bersama. (Red. | Foto: Dok. Buttonscarves)
