Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketatnya persaingan regional, industri makanan dan minuman Indonesia justru menunjukkan daya tahan yang relatif kuat. Konsumsi domestik yang besar, pertumbuhan sektor HoReCa, serta meningkatnya investasi pada teknologi pengolahan pangan menjadikan sektor ini tetap menarik bagi pelaku usaha. Dalam konteks tersebut, kehadiran KRISTA INTERFOOD 2026 menjadi relevan bukan hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai indikator arah bisnis industri makanan dan minuman nasional.

KRISTA INTERFOOD 2026 akan diselenggarakan pada 4 – 7 November 2026 di National Industri and Conventional Exhibition (NICE), PIK 2. Pemilihan lokasi ini mencerminkan perubahan lanskap bisnis pameran di Jabodetabek, sekaligus menyesuaikan kebutuhan industri akan ruang yang lebih terintegrasi, modern, dan mudah diakses oleh pelaku usaha nasional maupun internasional.
“Krista Exhibitions akan tetap menyelenggarakan Krista Interfood 2026, “ ujar Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Daud D. Salim pada media di hotel Borobudur, Sabtu (24/1/2026). “Ini adalah prioritas kami memastikan kontinuitas, profesionalisme, dan tanggung jawab terhadap exhibitor.”
Pameran ini diselenggarakan oleh PT Kristamedia Pratama (Krista Exhibitions), perusahaan penyelenggaraan pameran nasional yang telah beroperasi sejak 1994. Dengan portofolio lebih dari 30 pameran setiap tahun di berbagai sektor industri, Krista Exhibitions berperan sebagai penghubung antara produsen, distributor, pemilik merek, hingga investor. Setiap tahunnya, lebih dari 5.000 peserta dan sekitar 150.000 pengunjung profesional terlibat dalam rangkaian pameran yang dikelola perusahaan ini.
Sebagai salah satu pameran andalan, KRISTA INTERFOOD memiliki sejarah panjang dalam mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2000, pameran ini berkembang menjadi platform bisnis yang mempertemukan pelaku usaha hulu hingga hilir – mulai dari produsen bahan baku, pengolah makanan, penyedia teknologi, hingga pelaku HoReCa. Pertumbuhan pesat interfood Indonesia hingga tahun 2015 mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap forum transaksi dan jejaring bisnis yang terstruktur.
Pada edisi 2026, fokus pameran tetap diarahkan pada sektor makanan dan minuman, HoReCa, serta industri pendukung seperti teknologi pengolahan, pengemasan, logistik, dan rantai pasok. Namun, pendekatan bisnis menjadi lebih menonjol. Isu efisiensi biaya produksi, diversifikasi produk, keamanan pangan, serta adopsi teknologi menjadi topik yang semakin relevan seiring tekanan margin dan perubahan perilaku konsumen.
KRISTA INTERFOOD 2026 menjadi platform strategis bagi pelaku industri makanan,
minuman, dan HoReCa membaca arah pasar dan peluang bisnis.
Lebih dari sekadar ajang promosi produk, KRISTA INTERRFOOD 2026 diproyeksikan menjadi ruang temu strategis bagi pelaku industri untuk menjajaki peluang kemitraan, distribusi, dan investasi. Kehadiran peserta internasional juga membuka peluang transfer teknologi serta akses pasar ekspor, yang menjadi salah satu tantangan utama industri makanan dan minuman nasional ke depan.
Dengan konstribusi sektor makanan dan minuman yang terus signifikan terhadap perekonomian nasional, KRISTA INTERFOOD 2026 menempati posisi penting sebagai platform bisnis dan refleksi arah industri. Bagi pelaku usaha, pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi membaca pasar dan merumuskan langkah bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global. (SMS | Foto: Dok. Krista Exhibitions)
