Akulaku Finance Bukukan Pembiayaan Rp 7,44 Triliun di 2025, BNPL Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Akulaku Finance mencatat pembiayaan baru Rp 7,44 triliun sepanjang 2025 dengan pertumbuhan 23% YoY. Segmen BNPL menjadi kontributor terbesar dan mendorong laba bersih naik 66%.
PT Akulaku Finance Indonesia menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang kuat. Perusahan mencatatkan realisasi penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp7,44 triliun (unaudited). Nilai tersebut meningkat sekitar 23% secara tahunan dibandingkan realisasi pada 2024.
Pertumbuhan pembiayaan perusahaan sebagian besar ditopang oleh produk Buy Now Pay Later (BNPL) yang saat ini menjadi kontributor utama portofolio bisnis. Segmen tersebut menyumbang sekitar 89% dari total pembiayaan yang disalurkan perusahaan sepanjang tahun lalu.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, perusahaan juga mencatat peningkatan profitabilitas yang signifikan. Sepanjang 2025, Akulaku Finance membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp108 miliar, meningkat 66% dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan di tengah pertumbuhan industri pembiayaan digital.

Menurutnya, perusahaan berhasil menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset, sekaligus meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
“Kinerja 2025 menunjukkan bahwa kami mampu bertumbuh kuat dengan profitabilitas yang semakin sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga. Memasuki 2026, kami akan melangkah lebih progresif dengan strategi ekspansi yang adaptif,” ujar Perry.
Profitabilitas Ditopang Pertumbuhan Pembiayaan
Peningkatan laba perusahaan didorong oleh sejumlah faktor, antara lain pertumbuhan pendapatan seiring meningkatnya penyaluran pembiayaan serta strategi diversifikasi sumber pendanaan.
Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi biaya dana melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi keuangan serta meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat struktur keuangan perusahaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis di tengah kompetisi industri fintech lending yang semakin ketat.
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tengah pertumbuhan bisnis yang cukup agresif, Akulaku Finance juga mampu menjaga kualitas aset tetap sehat.
Hingga akhir 2025, rasio non-performing financing (NPF) net perusahaan tercatat berada di level 1,1%.
Pencapaian tersebut didukung oleh penguatan sistem underwriting, pemantauan portofolio secara lebih ketat, serta peningkatan kapasitas tim collection.
Selain itu, perusahaan juga memastikan struktur permodalan dan likuiditas tetap terjaga melalui diversifikasi sumber pendanaan. Saat ini Akulaku Finance tercatat memperoleh dukungan pendanaan dari 16 mitra perbankan.
Targetkan Pembiayaan Rp8,2 Triliun pada 2026
Memasuki tahun 2026, Akulaku Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp8,2 triliun atau tumbuh sekitar 12% dibandingkan realisasi tahun 2025.
Target tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan yang lebih terukur dengan tetap menjaga keberlanjutan profitabilitas.
Di sisi manajemen risiko, perusahaan juga menargetkan rasio NPF net maksimal 1,2% sepanjang 2026 guna memastikan kualitas aset tetap terkendali.

Ekspansi Merchant dan Penguatan Ekosistem Digital
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, perusahaan berencana memperluas jaringan merchant guna meningkatkan porsi pembiayaan offline. Ekspansi tersebut akan difokuskan pada wilayah potensial di luar Pulau Jawa, terutama pada kota-kota tier 2 dan tier 3.
Selain itu, Akulaku Finance juga akan memperdalam integrasi ekosistem digital melalui berbagai kemitraan strategis, termasuk dengan institusi perbankan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menekan cost of fund, memperkuat struktur permodalan, serta mendukung ekspansi pembiayaan yang lebih luas.
Perkuat Teknologi AI dan Analitik Data
Dari sisi teknologi, perusahaan juga berencana meningkatkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan advanced analytics dalam proses bisnisnya. Penggunaan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan akurasi credit scoring, memperkuat sistem deteksi fraud secara real time, serta menciptakan pengalaman digital yang lebih baik bagi nasabah.
Di sisi pendanaan, perusahaan juga membuka peluang diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui skema offshore borrowing, guna menjaga fleksibilitas likuiditas jangka panjang.
Dengan berbagai strategi tersebut, Akulaku Finance optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri pembiayaan digital sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. (SMS | Foto: SMS)
