Tren fragrance 2026 menjadikan parfum sebagai bentuk self expression. Lebih personal, emosional,
dan refleksi identitas modern.

Di tahun 2026, parfum tidak lagi dipilih hanya karena aromanya harum. Fragrance telah berevolusi menjadi medium ekspresi diri – sebuah pernyataan personal yang tak terlihat, namun sangat terasa. Wewangian kini berbicara tentang suasana hati, memori, bahkan identitas seseorang. Jadi jika fashion adalah apa yang terlihat, maka fragrance adalah emosi yang tertinggal di udara.
Parfum Sebagai Identitas, Bukan Aksesori
Tren fragrance 2026 bergerak menjauh dari aroma massal dan mengarah ke sesuatu yang lebih intim. Konsumen kini memilih parfum yang terasa “mereka” – unik, personal, dan tidak selalu mudah ditebak.
Karakter parfum yang popular di 2026:
- Aroma kompleks dengan lapisan emosi
- Perpaduan notes yang tidak konvensional
- Wewangian yang berevolusi seiring waktu
Parfum bukan lagi pelengkap penampilan, melainkan bagian dari identitas – setara dengan gaya berpakaian dan cara berbicara.
Mood-Based Fragrance: Wangi Mengikuti Perasaan

Alih-alih satu signature scent seumur hidup, tren terbaru justru mendorong fragrance wardrobe: koleksi parfum untuk berbagai suasana.
Contohnya:
- Aroma skin-like dan musky untuk keseharian
- Floral transparan untuk momen tenang
- Woody, smoky, atau spicy untuk malam hari
Parfum menjadi refleksi emosi – berubah mengikuti ritme hidup modern yang dinamis.
Nastalgia & Emotional Scent
Tahun 2026 juga menandai kembalinya aroma yang membangkitkan kenangan. Notes seperti powdery iris, soft vanilla, clean aldehydes, hingga woody amber kembali diminati karena efek emosionalnya.
Fragance kini tidak hanya soal “harum”, tapi juga perasaan aman, familiar, dan personal. Bagaikana sebuah pelukan dalam bentuk aroma.
Rise of Niche & Genderless Fragrance
Batasan gender dalam dunia parfum semakin kabur. Parfum unisex dan niche fragrance menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tampil autentik tanpa label.
Ciri khas fragrance modern:
- Tidak terlalu manis atau maskulin
- Fokus pada karakter aroma, bukan target gender
- Cerita di balik wewangian menjadi nilai utama
Di 2026, memilih parfum berarti memilih cerita bukan sekadar tren. Fragrance & self expression berjalan beriringan. Parfum bukan lagi sekadar yang wangi yang menempel di kulit, melainkan bahasa personal yang tidak diucapkan. Hadir sebagai ekspresi paling intim – lembut , emosional, dan sepenuhnya milik pemakainya. (ANS)
