Skip to content
  Sunday 22 March 2026
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
  • id ID
    • ar AR
    • zh-CN ZH-CN
    • nl NL
    • en EN
    • fr FR
    • de DE
    • id ID
    • it IT
    • ja JA
    • ru RU
    • es ES
Elmediora
Elmediora
  • Home
  • What’s On
  • Health
  • Beauty
  • Profile
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Food
    • Techno & Gadget
    • Home & Living
    • Travel
    • Automotive
    • Art & Culture
  • Business
Elmediora

Tradisi Lebaran Unik di Berbagai Negara Mayoritas Muslim yang Jarang Diketahui

March 19, 2026 Headline, Food, Lifestyle, What's On
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest

Tradisi Lebaran Unik di Berbagai Negara Mayoritas Muslim yang Jarang Diketahui

Lebaran atau Idul Fitri ternyata tidak selalu identik dengan ketupat dan opor atau momen saling memaafkan, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati hidangan khas. Meski dirayakan dengan makna yang sama, di berbagai belahan dunia, masih ada tradisi unik yang mungkin belum pernah terbayang sebelumnya.

Mulai dari bagi-bagi permen di Turki, parade kuda megah di Nigeria, hingga tradisi open house di Malaysia – semuanya punya ciri khas masing-masing. Bahkan, di Pakistan, Lebaran identik dengan “hari gajian” bagi anak-anak!  

Keunikan tradisi Lebaran yang berbeda justru menjadi bukti bahwa Islam hadir dalam berbagai budaya, tanpa menghilangkan nilai utamanya.

Di Indonesia, biasanya Lebaran tidak bisa dilepaskan dari tradisi mudik. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Meski sering melelahkan, tradisi ini punya makna yang dalam—yaitu menjaga silaturahmi dan kembali ke akar keluarga. Momen berkumpul dengan keluarga membuat semuanya terasa berharga.

Bagaimana dengan di negara lain yang mayoritas penduduknya juga Muslim?

Hal yang menarik, tradisi-tradisi merayakan lebaran atau Idul Fitri ini tidak hanya mencerminkan nilai keagamaan, tetapi juga budaya lokal yang khas. Berikut beberapa tradisi Lebaran unik dari berbagai negara Muslim yang mungkin belum banyak diketahui.

Palestina: Membuat Kue Sederhana di Tenda Pengungsian

Tradisi Lebaran di Palestina hampir serupa dengan di Indonesia yang kental dengan nuansa berbagi, kekeluargaan, ketahanan di tengah konflik. Tradisi utamanya meliputi:

Di tengah agresi dan kesulitan ekonomi, terutama di Gaza, warga tetap berusaha menyambut Idul Fitri dengan membuat kue sederhana di tenda pengungsian.
  • Membuat Kue Ma’amoul: Warga membuat kue kering khas isi kurma, pistachio, atau kenari sebagai simbol perayaan, seringkali dikerjakan bersama keluarga atau kerabat dekat.
  • Kopi Arab & Cokelat: Saat berkunjung ke rumah kerabat, tamu disuguhi kopi Arab berempah (biasanya dengan kapulaga) yang disajikan dalam teko dallah.
  • Ziarah Makam: Hari pertama Lebaran biasanya dimulai dengan berziarah ke makam keluarga, sebuah tradisi yang tetap dilakukan meski dalam situasi sulit.
  • Tradisi Sedekah & Berbagi: Menekankan pentingnya solidaritas, warga Palestina terbiasa memberi sedekah berupa uang, pakaian, atau makanan kepada sesame.
  • Silaturahmi & Kunjungan Keluarga: Tradisi saling mengunjungi rumah kerabat dan tetangga setelah shalat Id untujk mempererat tali persaudaraan.
  • Musaharati (Membangunkan Sahur): Meski dominan di bulan Ramadhan, tradisi petugas membangunkan sahur dengan gendering masih dilestarikan.
  • Ketahanan di Tengah Krisis: Di tengah agresi dan kesulitan ekonomi, terutama di Gaza, warga tetap berusaha menyambut Idul Fitri dengan membuat kue sederhana di tenda pengungsian, sebagai simbol perjuangan dan kebahagiaan yang dipaksakan bertahan.

Turki: Lebaran dengan “Festival Permen”

Di Turki, Lebaran dikenal dengan sebutan Ramazan Bayrami atau Şeker Bayramı (Festival Permen), dirayakan selama tiga hari dengan fokus pada:

  • Silaturahmi & El Öpmek: Generasi muda mengunjungi orang tua atau tetua kerabat, mencium tangan kanan mereka, dan meletakkannya di dahi sebagai simbol penghormatan (el öpmek).
  • Sęker Bayrami (Festival Permen): Sebutan popular yang berasal dari tradisi membagikan manisan seperti cokelat, lokum (Turkish delight), dan baklava kepada tamu serta anak-anak yang berkunjung ke rumah-rumah. Suasananya mirip perpaduan Lebaran dan “trick or treat” saat Hallowen, tapi dengan nuansa yang lebih hangat.
  • Bayramlik (Pakaian Baru): Masyarakat membeli dan mengenakan pakaian baru (bayramlik) untuk merayakan hari kemenangan, melambangkan awal yang baru.
  • Bayram Temizlïgí (Membersihkan Rumah): Menjelang Lebaran, rumah dan lingkungan dibersihkan secara menyeluruh sebagai bentuk penyucian diri lahir batin.

Maroko: Kue Lebaran yang Jadi Identitas

Tradisi Lebaran di Maroko kental dengan nuansa budaya Arab-Berber, ditandai dengan mengenakan pakaian adat Jalaba (jubah berkerudung) untuk pria dan wanita atau Kaftan untuk wanita, shalat Id di tanah lapang, serta menyajikan kue kering khas seperti Ka’ab el Ghzal (kue bulan sabit isi pasta almond) dan teh mint.

Beberapa yang populer adalah:

Kue bulan sabit isi pasta almond memiliki resep turun-temurun, hingga bentuk dan cita rasanya bisa berbeda-beda.
  • Kaab el Ghazal (kue bulan sabit isi pasta almond)
  • Ghriba (kue kering khas)

Menariknya, setiap keluarga biasanya punya resep turun-temurun sendiri, sehingga cita rasanya bisa berbeda-beda.

Mesir: Tradisi Kue Kahk yang Melegenda

Masyarakat Mesir punya tradisi membuat kue bernama Kahk. Kue ini berbentuk bulat kecil dan biasanya diisi dengan kurma atau kacang, lalu ditaburi gula halus. Tradisi ini bahkan sudah ada sejak zaman kerajaan kuno. Proses membuatnya sering dilakukan bersama keluarga, sehingga jadi momen kebersamaan tersendiri.

Pakistan: “Eidi” yang Ditunggu Anak-anak

Di Pakistan, anak-anak sangat menantikan tradisi bernama Eidi, yaitu pemberian uang dari orang tua atau kerabat kepada anak-anak saat Lebaran. Tradisi ini mirip dengan pemberian THR di Indonesia, dan selalu jadi momen yang paling seru dan ditunggu-tunggu bagi anak-anak.

Arab Saudi: Salat dan Kebersamaan Keluarga

Di Arab Saudi, perayaan Lebaran biasanya diawali dengan salat Ied berjamaah, lalu dilanjutkan dengan berkumpul bersama keluarga besar. Hidangan khas seperti daging dan nasi berbumbu menjadi bagian penting dari perayaan ini.

Nigeria: Festival Durbar yang Spektakuler

Di beberapa wilayah Nigeria, khususnya umat Muslim di wilayah utara, dirayakan dengan mega melalui Festival Durbar.

Festival ini menampilkan parade kuda berhias, pakaian tradisional yang mewah dan mencolok, dan pertunjukan budaya yang meriah. Tradisi ini menunjukkan perpaduan antara agama dan warisan lokal. Perayaan diawali dengan shalat Id berjamaah dan saling menyapa dengan ucapan “Barka da Sallah” yang berarti “Selamat Lebaran”.

Festival Durbar diadakan dua kali setahun, baik saat perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha (Idul Kabir), dan kini menjadi daya tarik wisata internasional dan merupakan simbol persatuan budaya yang mempertemukan berbagai kalangan usia dan etnis di Nigeria.

Malaysia: Open House untuk Semua

Tradisi Lebaran di Malaysia sangat mirip dengan Indonesia, fenomena mudik besar-besaran ke kampung halaman untuk berkumpul Bersama keluarga sebelum 1 Syawal, menyajikan hidangan “wajib” khas Hari Raya seperti Lemang (ketan dimasak dalam bambu), disandingkan dengan rendang, ketupat, lontong, dan aneka kuih raya (kue kering).

Namun yang paling menonjol adalah tradisi “open house” dimana siapa pun – tetangga, teman, bahkan orang asing – boleh datang ke rumah untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan. Tradisi ini bisa diadakan selama satu bulan penuh dan bertujuan memperkuat rasa kebersamaan lintas budaya.

Meski dirayakan dengan cara yang berbeda di berbagai negara, esensi Lebaran tetap sama: kebersamaan, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan. Keunikan tradisi ini justru menjadi bukti bahwa Islam hadir dalam berbagai budaya, tanpa menghilangkan nilai utamanya. Dan mungkin, dari berbagai tradisi tersebut, ada yang terasa mirip dengan apa yang kita lakukan selama ini. (SMS | Foto: Istimewa)

bagi-bagi permen di TurkiIdul FitriTradisi Lebaran Unik di Berbagai Negara Mayoritas Muslim
WhatsAppFacebookX TwitterPinterest
Related posts

Cara Mengembalikan Pola Hidup Sehat Setelah Lebaran

March 22, 2026
Popular categories
  • What's On119
  • Fashion56
  • Beauty50
  • Health48
  • Business40
  • Headline29
  • Lifestyle27
  • Profile10
  • Uncategorized7
  • Events6
  • General4
  • News4

Cara Mengembalikan Pola Hidup Sehat Setelah Lebaran

March 22, 2026

Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Biar Tidak “Boncos”

March 21, 2026

Temani Perjalanan Mudik Lebaran, Mazda Hadirkan Layanan Bengkel Siaga

March 20, 2026

Tradisi Lebaran Unik di Berbagai Negara Mayoritas Muslim yang Jarang Diketahui

March 19, 2026

GERD Kambuh Saat Mudik Tak Perlu Panik, Berikut Pertolongan Pertama Penanganan GERD di Perjalanan

March 18, 2026

Mazda Tebarkan Pengalaman Berkendara Penuh Harmoni di GJAW 2024

ART SG Diadakan Kembali untuk Ketiga Kalinya Satukan Galeri-Galeri Terkemuka & Hadirkan Beragam Karya

Inovasi Terbaru Neutrogena untuk Minimalkan Kerutan Memanfaatkan Teknologi Retinol

UNIQLO and Anya Hindmarch Bersama Julie Estelle Suguhkan Signature Style Gaya Playful & Fresh

Temani Perjalanan Mudik Lebaran, Mazda Hadirkan Layanan Bengkel Siaga

About Us Editorial Cyber Media Guidelines Privacy & Policy Email
© 2025 ELMEDIORA