Ibis Style Jakarta Simatupang hadirkan 99 item menu Iftar bertema “Urban Flavour of Ramadan” yang modern dan penuh cita rasa kekinian. Menawarkan deretan hidangan yang tidak sekadar untuk mengakhiri puasa.
Di tengah riuhnya agenda berbuka puasa di ibu kota, Ibis Styles Jakarta Simatupang menghadirkan program buka puasa spesial pendekatan yang terasa segar—dan lebih mencerminkan denyut kota hari ini. Bertajuk “Urban Flavours of Ramadan”, program ifṭar ini tidak sekadar menawarkan deretan hidangan untuk mengakhiri puasa, tetapi merancang sebuah pengalaman kuliner yang menangkap semangat urban Jakarta: dinamis, inklusif, dan selalu lapar akan hal baru.

Ketimbang mengandalkan format bufet konvensional dengan menu yang mudah ditebak, konsep yang diusung memadukan lanskap street food kekinian dengan sentuhan hospitality modern. Hasilnya adalah atmosfer berbuka yang lebih kasual namun tetap terkurasi—di mana jajanan viral yang biasa ditemui di sudut-sudut kota kini hadir dalam setting yang lebih rapi dan nyaman.
Lebih dari 99 item pilihan menu termasuk takjil disiapkan untuk memanjakan tamu, seperti:
- Roti Jozz dengan aroma bakaran yang menggoda
- Kebab Kambing yang juicy
- Chicken Shihlin yang gurih
- Seafood Tumapah yang kaya rasa
- Pasta Street Cheese yang memadukan comford food western dengan gaya street yang playful
- Telur Gulung yang penuh nostalgia
- dan Odeng khas Korea yang hangat
Berbagai kombinasi ini terasa seperti peta rasa Jakarta yang menggambarkan adanya lintas budaya, lintas generasi, dan lintas selera.
Galuh Wijayanti, General Manager Ibis Styles Jakarta Simatupang, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan suasana berbuka yang lebih relevan dengan dinamika kota.
“Melalui Urban Flavours of Ramadan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang lebih fresh dan relevan dengan tren kuliner urban masa kini. Ini adalah momen untuk menikmati kebersamaan Ramadan dengan pilihan menu yang lebih variatif dan kekinian. Jadi bukan sekadar makan bersama, tetapi momen untuk merayakan kebersamaan dalam suasana yang lebih santai dan kekinian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan karakter ibis Styles Jakarta Simatupang yang selama ini dikenal playful dan penuh warna—tidak terlalu formal, namun tetap stylish.
Secara visual, konsep urban yang diusung juga tercermin dalam tata ruang dan presentasi hidangan. Elemen desain yang modern berpadu dengan ambience yang hangat, menciptakan ruang yang ideal untuk berbagai jenis pertemuan—mulai dari ifṭar keluarga hingga agenda buka puasa bersama kolega kantor.

Di tengah tren Ramadan yang kian kompetitif, Urban Flavours of Ramadan menunjukkan bagaimana hotel kelas menengah dapat membaca perubahan selera publik urban. Buka puasa bukan lagi semata ritual tahunan, melainkan bagian dari gaya hidup—momen untuk berbagi cerita, berburu rasa baru, dan menikmati kota dalam tempo yang sedikit lebih lambat. Dalam konteks itu, ibis Styles Jakarta Simatupang berhasil menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar buffet: sebuah refleksi kecil tentang bagaimana tradisi dan tren dapat berjalan beriringan di meja yang sama.
Food & Beverage Manager Ibis Styles Jakarta Simatupang, Nanang Rosadi, mengatakan alasan konsep tahun ini mengangkat jajanan populer yang biasa ditemui di mal dan kaki lima, namun disajikan dengan standar hotel.
“Tahun ini kami ambil konsep makanan urban atau street food yang viral di kota. Kita bawa ke hotel dengan bahan-bahan premium,” paparnya.
Lebih jauh Nanang mengatakan animo masyarakat pada Ramadan tahun lalu cukup tinggi dan pihaknya optimistis tren tersebut kembali terulang tahun ini.
“Kami optimistis bisa mengulang kesuksesan tahun lalu. Tempat kami terbatas, jadi sebaiknya reservasi minimal tiga sampai empat hari sebelumnya,” tandasnya.
Ia menambahkan seluruh hidangan diracik oleh Executive Chef Ujang Mulyana yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang kuliner, khususnya masakan Nusantara, Western, dan Chinese. Hotel Ibis Styles Jakarta Simatupang mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momen kebersamaan dengan pengalaman berbuka puasa yang berbeda. (SMS | Foto: SMS)
