Kol jadi bintang sayur 2026! Kaya nutrisi, ramah lingkungan, dan viral di dunia kuliner modern.
Ini alasan kol makin popular di gaya hidup sehat.
Dunia kuliner 2026 tengah jatuh cinta pada satu bahan tak terduga: kol atau kubis. Sayuran yang dulu identik dengan dapur rumah dan comfort food kini bertransformasi menjadi simbol quiet luxury dalam dunia makanan – sederhana, fungsional, namun sarat makna.

Kol tak lagi hadir sebagai figuran. Ia berdiri di tengah meja, tampil sebagai menu utama di berbagai konsep makanan sehat, dan diperlakukan dengan hormat, serta disajikan dengan estetika yang mencerminkan perubahan besar dalam gaya hidup modern: less, but better.
Di restoran modern hingga private dining, kol dipanggang utuh, diberi sentuhan arang, disiram saus fermentasi, dan disajikan seperti karya seni. Pendekatan ini sejalan dengan tren elevated simplicity – meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, bahan lokal dan ramah lingkungan justru menjadi bentuk kemewahan baru.
Kol membuktikan bahwa keindahan tak selalu datang dari bahan mahal, tetapi dari cerita, proses, dan kesadaran. Berikut ini adalah beberapa faktor mengapa kol menjadi bintang kuliner di 2026:
- Kaya Nutrisi, Cocok untuk Gaya Hidup Sehat
Kol sering masuk daftar superfood terjangkau yang direkomendasikan ahli gizi karena mengandung berbagai nutrisi penting yang mendukung gaya hidup modern, diantaranya:
- Vitamin C untuk imunitas
- Vitamin K untuk kesehatan tulang
- Serat tinggi untuk pencernaan
- Antioksidan yang membantu melawan peradangan
- Mendukung Tren Makanan Ramah Lingkungan
Dalam tren makanan 2026, konsep sustainable food jadi sorotan utama. Banyak restoran dan brand makanan memilih kol sebagai simbol kuliner ramah lingkungan, dan memiliki keunggulan karena:
- Mudah dibudidayakan
- Masa simpan panjang
- Minim limbah makanan
- Fleksibel di Berbagai Olahan Kuliner
Teknik memasak modern membuat rasa kol semakin kompleks dan menarik bagi generasi muda. Salah satu alasan kol trending adalah fleksibilitasnya, kol bisa diolah menjadi:
- Steak kol panggang
- Kol fermentasi seperti kimchi dan sauerkraut
- Cemilan kol crispy sebagai cemilan sehat
- Isian menu plant-based dan vegan
- Viral di Media Sosial dan Platform Digital
Tak mengherankan jika kol menjadi favorit di platform digital. Teksturnya yang fotogenik, proses memasaknya meditative, dan hasil akhirnya estetik tanpa berlebihan. Kol cocok dengan era visual yang mengutamakan authentic beauty dibanding kemewahan yang dipaksakan. Visualnya simple, prosesnya mudah, dan cocok dengan gaya hidup serba cepat.
- Kol sebagai Comfort Food Global
Keberagaman ini menjadikan kol sebagai comfort food lintas budaya yang relevan secara global, dan hadir di berbagai kuliner dunia:
- Coleslaw (Amerika Serikat)
- Okonomiyaki (Jepang)
- Kimchi (Korea)
- Sauerkraut (Jerman)
- Tumis kol dan sayuran sop (Indonesia)

Dengan kalori rendah dan nutrisi tinggi, kol cocok untuk menu harian masyarakat urban. Terlebih mengomsumsi kol secara rutin dapat membantu:
- Menjaga kesehatan pencernaan
- Mendukung diet penurunan berat badan
- Menurunkan risiko penyakit kronis
- Menjaga kesehatan jantung
Bagi generasi urban yang mengutamakan kesehatan tanpa kehilangan estetika, kol menjadi pilihan yang terasa effortless. Dengan memilih kol bukan sekadar soal menu, tapi pernyataan sikap pada bumi, tubuh, dan masa depan. Sementara dalam lanskap kulinert global, kol menjadi simbol keterhubungan: sederhana, akrab, dan tetap relevan sampai kapan pun. (ASH | Foto: Istimewa)
